Latest Entries »

Memang susah untuk bisa konsisten… Well, konsisten disini artinya bisa posting blog secara teratur, tapi nyatanya dalam kurun waktu 6 (enam) hari kebelakang, IΒ wrote nothing. Memang ada pekerjaan yang musti diprioritaskan sih (Finally, I’ve papers that worthed to do. The last one totally sucks and I halfhearted to finish them). Selain itu, gw sedang berusaha nyelesain baca novel The Book of Lost Thing yang dipinjem diperpustakaan beberapa waktu lalu. Besok (Senin, 9 Mei 2011) batas waktu pengembaliannya. Ffhiiuuhh… kayaknya kemampuan gw untuk membaca dah menurun deh. Buku dengan tebal 471 (empat ratus tujuh puluh satu) halaman, butuh lebih dari 5 (lima) hari baru selese! Padahal biasanya 2 (dua) hari juga kelar. Entahlah… Niatnya mau dibaca pas perjalanan berangkat dan pulang kantor, tapi baru baca beberapa halaman bawaannya pengen tidur (dan sudah bisa ditebak, IΒ choose “sleep” of course). πŸ™‚

Bukunya sendiri sih gak membosankan, translatenya juga bagus (sering ‘kan, nemu buku-buku terjemaahan tapi hasilnya sucks, malah mendingan baca buku yang pake versi aslinya -Inggris- dibanding baca yang sudah diterjemaahin). Bagi yang mau baca juga, I just want you to know: This book is not for CHILDREN. If you’re under 15, I suggest to find another book. Even the character -David- still a child, but you’ll find the Red-riding Hood, Snow White and the Seven Dwarfs, Sleeping Beauty, and the Knights totally DIFFERENT ever since. Jangan ketipu dengan cover buku yang kesannya kekanak-kanakan, karena penggambaran adegan yang sadis bener-bener gamblang diceritain disini. I still shock myself until now… Tapi gw sendiri gak tega untuk gak nerusin baca. Penasaran bagaimana David bisa survive di negeri dongeng yang Alice (in wonderland)-pun mungkin bakal memilih mati daripada lama-lama tinggal disana.

So, inti ceritanya begini:

Dengan latar belakang kota London, menjelang serangan Jerman pada masa Perang Dunia II, David harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya meninggal dunia karena sakit, dan ayahnya menikah lagi. Ibu tirinya bukanlah orang jahat, tapi memang David masih sulit menerima kenyataan bahwa bagi ayahnya, hidup berdua saja dengan David tidaklah cukup. Ditambah dengan kehadiran Georgie, adik tirinya. David yang hobi membaca (lebih suka mengurung diri dikamar, membaca buku-buku yang dia & ibunya sukai dibanding bersosialisasi dengan ibu & adik tirinya), suatu ketika mendengar suara mendiang ibunya memanggil-manggil dan sampailah dia ke ceruk di pohon besar, terperosok jatuh ke dalamnya -bertepatan dengan bunyi ledakan pesawat tentara Jerman yang jatuh dibelakangnya- dan voila! he’s already in “wonderland”. Mulai dari sini ceritanya dimulai. David harus menempuh perjalanan yang berat (dan harus berpikir keras kalau gak mau mati dimangsa) untuk menemui Raja supaya bisa kembali pulang kerumahnya. Berikut potongan adegan-adegan yang ada di novel ini, then you’ll know the reasons why this book is not for children.

Cerita si Tudung Merah (Red Riding hood)

“… diulurkannya tangannya dan disentuhnya kepala serigala itu. Dibelainya bulu-bulu serigala dan ditenangkannya binatang itu. Dan serigala melihat betapa indah kedua mata si gadis (yang memandang kepadanya), betapa lembut kedua tangannya (yang membelai-belainya), dan betapa merah merekah bibirnya (bisa untuk menciumnya). Si gadis mencondongkan badan dan mengecup si serigala. Kemudian dilepaskannya mantel merahnya…” Dari cerita ini muncullah kaum Louph, semacam werewolf yang berambisi untuk membunuh Raja dan menjadi penguasa disana.

(Mirip) cerita Hansel & Gretel

“…Lalu dia menambahkan kayu ke dalam api, dan perlahan- lahan si perempuan tua mulai terpanggang, dan dia menjerit-jerit dan meratap-ratap dan mengancam akan menyiksa si anak perempuan dengan berbagai siksaan yang palings eram.Β  Begitu panas oven itu, sehingga lemak di tubuhnya mulai meleleh, mengeluarkan bau busuk luar biasa dan membuat mual si anak perempuan. Tetapi nenek tua itu masih meronta-ronta, bahkan ketika kulitnya terkelupas dari dagingnya, dan dagingnya terlepas dari tulang-tulangnya….”

Cerita si Snow White dan 7 Kurcaci

“Kalau begitu, kau ini apa? Jangan bilang kau cuma salah satu teman mereka yang memboooooosankan, yang datang kemari buat mengoceh tentang para buruh dan penindasan. Aku sudah memperingatkan mereka: jangan lagi membicarakan revolusi, sampai aku sudah selesai minum teh.”

Bagian sadis lainnya:

“David membuang muka setelah melihat tusukan pertama itu, tangannya menutup mulutnya dan matanya dipejamkan rapat-rapat. Ketika dia sudah mulai berani melihat lagi, kepala si gadis sudah dipenggal dari tubuh kijangnya dan si pemburu membawanya dengan mencengkeram rambutnya, darah kehitaman menetes-netes dari lehernya ke tanah…”

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga karakter troll, harpy, ada cerita mirip Beauty and The Beast (hanya saja yang menjadi Beauty adalah seorang ksatria dan The Beast adalah perempuan yang berwajah macan kumbang. Believe me, this is not a happy-ending story), dan Sleeping Beauty yang ternyata wanita vampir ^__^. Pokoknya kacau deh! Yang mau baca silahkan cari bukunya, yang gak mau ya gak papa… πŸ™‚ Pokoknya novel The Book of Lost Thing dah selesai dibaca. Mudah-mudahan hari ini ada kesempatan buat sneak out ke perpustakaan. Mau pinjam lagi, padahal sih buku-buku yang di beli di Gramedia belum disentuh sama sekali. I’m such greedy ^^’ hehehe…

Speaking about my beverages projects, I made it!! b^o^d Dalam waktu 1 (satu) minggu ini gw bikin cappucino-milkshake, choco-banana milkshake, jus mangga dan semalam bikin strawberry milk-shake. Bener-bener bikin ketagihan. Sayang, karena penyajiannya sederhana (cuma dituang ke cangkir, gak pake hiasan-hiasan seperti di restoran dan langsung habis diminum atau disimpan di botol minuman), jadi gak difoto dan di-upload disini πŸ™‚ Di kulkas juga ada tomat merah, kemungkinan malam ni mo bikin jus tomat (kalau gak kemalaman sampai rumah ^^’). Waaahhhhh… kalau udah ketagihan seperti ini, musti ada stok buah segar selalu di dalam kulkas \m/

Cappucino milkshake a la gw:

Siapin bahan berupa 2 (dua) bungkus cappucino torabika (atau merek lainnya juga boleh), 2 (dua) kotak susu cair frisian-flag low-fat rasa vanilla/putih @200 ml, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok makan susu kental manis putih sebagai pengganti gula, dan es batu. Campur semua bahan dan blender sampai halus. tuang ke gelas. Bisa dibubuhkan chocolate granule di atasnya. Ready to serve.

Choco-banana milkshake:

2 (dua) kotak susu cairΒ  frisian-flag low fat rasa coklat, 2 (dua) buah pisang, potong-potong, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok susu kental manis putih sebagai pengganti gula dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Jus Mangga:

2 (dua) buah mangga yang sudah dikupas dan dipotong-potong, 2 cangkir air gula, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Strawberry Milkshake:

18 (delapan belas) butir strawberry yang sudah dicuci bersih dan dipotong-potong, 2 cangkir gelas susu putih cair, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus dan sajikan.

Mudah kan? dan bikin ketagihan!! I’m hardly wait to make another juices tonight or tomorrowπŸ™‚

Hmmm… selain beverages project, dalam kurun waktu seminggu ini gw juga menghabiskan waktu buat nonton DVD (pas weekend). Kebetulan hari Jumat kemaren (6 Mei 2011) ada mas-mas yang dateng ke kantor nawarin dagangan DVD. Lumayan kan, dengan harga Rp5000,- (lima ribu rupiah), gw gak perlu jauh-jauh dan panas-panas hunting DVD ke Glodok walaupun si mas gak bawa banyak-banyak. Jadi pilihannya terbatas ^^’

Mumpung adek gw lagi pulang kerumah buat perbaikan gizi (biasa, anak ngekost), jadi kita nonton bareng-bareng di ruang tengah. Pertama kita nonton Gulliver’s Travel. Lumayan menghibur, komediΒ  khas Jack Black cukup menjadi jaminan buat ketawa ngangkak ngeliat aksi konyol Mr. Jack dan para liliput. Setelah puas ketawa-ketawa gak jelas, kita beralih ke genre yang lain: romantic comedy film, yaitu From Prada to Nada. Huuuhhhhfffttt… Boring! Katanya ini film adalah versi latin (kedua tokoh ceweknya adalah keturunan Mexico) dari novel Jane Austen: Sense and Sensibility. Tapi, walaupun boring, entah bagaimana kami bisa bertahan untuk nonton film ini sampai selesai ^^’ Meski jalan ceritanya “begitu-begitu aja”, tapi dari penggambaran setting cerita cukup terlihat kesenjangan sosial yang ada di daerah California. Mereka yang tadinya tinggal di kawasan mewah di Beverly Hills, terpaksa pindah ke kawasan imigran -sekali dua kali ada latar belakang suara tembakan yang katanya perang antar geng- dimana bibi mereka tinggal. Cerita baru mulai “terbangun” menjelang 1/2 (setengah jam) akhir, cukup berbobot sih… Walaupun gw masih gak ngerti komedi dibagian mananya ni film. Romantic sih iya. Lumayan.

Sense and Sensibility selese, kita coba beralih ke Confucius yang diperanin sama Chow Yun Fat. Wedeeeewwww… gak sampe 15 (lima belas) menit langsung gw ganti. Walaupun gambarnya bagus, tapi translate-nya hancur lebur!! Karena pake bahasa mandarin, dah pasti gak ngerti ceritanya kalo gak ada subtittle ^^’

Akhirnya tatapan mata beralih ke Just Wright, film komedi romantis-nya Queen Latifah. Sebenernya gak pengen-pengen banget nonton film ni sih, tapi kalo baca review di sampul DVD-nya:

“Just Wright is the latest rom-com starring Queen Latifah, and it is not bad considering some of the awful work she’s done in the past (Last Holiday, Bringing Down The House). It is sweet and charming, with a decent enough story to make it worth watching. There are a few funny parts, but I didn’t really laugh out loud once. It kept my interest and I found my self rooting for Latifah’s character throughout the movie”

And, you know what? I LIKE THIS MOVIE. So down to earth, simple story tapi gak membosankan. Latifah as Leslie Wright really have a strong character , independent woman’s type yang bisa kita temui di jaman modern ini. Berbeda dengan stereotype film yang tokoh utamanya harus berwajah cantik dan punya body model Victoria’s Secret, I prefer this one. Ceritanya lebih berbobot dibanding tipe rom-com sejenis. We all know Latifah is not a model like that, but I kinda like her smile and attitudes. That’s make her outstanding.

Leslie Wright bekerja sebagai physioterapist, punya mobil bobrok-penyok dibagian pintu depan-, disela-sela waktu senggangnya dipakai buat merenovasi rumah yang kadang-kadang dibantu sama ayahnya (tapi kebanyakan justru si ayah malah bikin tambah rusak ^^’). Kencannya gak terlalu lancar karena kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa Leslie terlalu cool, terlalu mengerti cowok sampai-sampai mereka berasa lagi hang-out sama temen cowok, bukan nge-date *rolling eyes

Leslie penggemar NBA’s game dan suatu hari dia ketemu pemain NBA Scott McKnight di gas station. She’s a huge fan and when she start to like him as a man, dah keburu ditelikung sama temen baiknya sendiri (yang juga nebeng tinggal di rumah Leslie). Tapi pada saat McKnight terluka dan terancam gak bisa berkarier lagi di NBA, Leslie yang mendampingi dan memberi semangat supaya McKnight bisa comeback lagi. Then he realize that Wright is the right ones… πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

Masih romantic comedy movie, gw lanjut nonton No String Attached (Ashton Kutcher, Natalie Portman). Tapi ni film gw tonton ndiri di laptop sambil leyeh-leyeh di tempat tidur. Lumayan lucu sih, cerita tentang sex-buddies and their rules, but I think Get Wright is much better. Gw gak keberatan buat nonton film itu sekali lagi. Cerita yang sederhana dan down to earth belum tentu membosankan ‘kan? πŸ˜‰

Bagi pasangan yang ada rencana mau menikah tahun ini, atau tahun-tahun berikutnya tapi masih bingung cari gedung, gw upload nih, foto-foto di Gedung Graha Zeni, Direktorat Zeni TNI-AD, Jl. Ksatrian II Matraman Jakarta Timur. Oppsss… I just trying to help you, guys… Sekedar bantuin ngebandingin dengan gedung-gedung resepsi lainnya (dengan pertimbangan lokasi, budget, kapasitas tamu yang akan diundang, faktor keamanan/kenyamanan dll). Decision all yours. Gak ada hubungan apapun dengan Biro Humas pengelola gedung, apalagi dibayar untuk promosi gedung hehehe… Cuma sekedar kasih referensi aja, sebelum cek TKP πŸ™‚

Selain foto-foto suasana gedung, gw juga upload foto mesjid di kawasan gedung (tempat diselenggarakannya akad nikah), namanya Mesjid Benteng At Taqwa, termasuk suasana di dalam gedung setelah di dekorasi untuk acara resepsi.

Enjoy! πŸ™‚

This slideshow requires JavaScript.

Pada tanggal 29 April kemarin, kantor gw mengadakan serangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Kartini yang diperingati pada setiap tanggal 21 April. Pencetus acaranya adalah para anggota peserta Dharma Wanita di kantor gw. Gak ngerti juga kenapa pelaksanaannya molor jadi seminggu kemudian, mungkin berhubungan dengan proses persiapan acara atau panitia mencari waktu yang lebih lowong supaya tidak terlalu mengganggu jam kerja (yah, memang sih hari Jumat kemarin ini waktunya lebih santai dibanding jumat-jumat lainnya)Β  πŸ™‚

Acaranya lumayan ramai, walaupun tempatnya terbatas dan hampir gak bisa menampung jumlah peserta yang hadir.Karena isi ruangan penuh, kapasitas AC jadi gak mencukupi. Dinginnya jadi gak nendang. Apalagi ditambah dengan tamu tanpa undangan kaya’ gw yang mengharapkan dapat snack/makan-makan gratis hehehe… Kalau panitia dan para peserta yang berpartisipasi di acara Hari Kartini pada dandang kinclong pake kebaya+kain+high heels, dandanan make up lengkap+konde, gw dan beberapa temen yang juga ikutan ngintip cukup pakai seragam rutin tiap Jumat: batik πŸ™‚

Macam-macam kegiatan yang diadakan. Ada lomba merangkai bunga. Para peserta, masing-masing tim terdiri dari 2 (dua) orang, diberi kesempatan hanya 15 (limabelas) menit untuk merangkai bunga potong kedalam vas yang sudah disediakan. Gw gak terlalu paham soal jenis-jenis bunga yang disediakan panitia, tapi ntar diupload deh foto-fotonya. Hasil kreasi para peserta juga bagus-bagus semua, dan gak disangka-sangka, bagian gw yang menjadi pemenang lomba merangkai bunga!Yeaaaahhh…!! \m/ Walaupun sejujurnya menurut gw ada rangkaian bunga yang lebih bagus lagi dan lebih layak menjadi pemenang, but hey… I’m not the judge here *angkat bahu

Selain piala, pemenang juga dapat hadiah sepasang panci anti lengket ^^’ (merek Maxim kalo gak salah). Denger-denger hasil kreasi merangkai bunga dari masing-masing peserta juga dilelang dengan kisaran harga mulai Rp.100ribu sampai Rp300ribu. Lumayaaaannnn…Β  πŸ˜€

Setelah acara merangkai bunga, dilanjutkan dengan acara cerdas-cermat/cepat-tepat. Ternyata selama acara berlangsung, ada juri-juri tersembunyi yang memberikan penilaian langsung kepada peserta yang mengenakan kebaya nasional (dan berdandan habis-habisan).Β  Too bad, gw gak ngikutin acara sampai selesai. Suasana makin rame, makin gerah^^’ jadi gw dan temen gw mabur keluar, gak nonton acaranya sampai selesai. Kami gak tau (gak berminat cari tau juga ^^’) siapa yang menjadi pemenang lomba cerdas-cermat/cepat-tepat dan lomba berbusana. Kami pergi jalan-jalan, membebaskan diri dari hawa AC dan menikmati suasana di luar ruangan sampai jam istirahat kantor selesai hehehe… πŸ™‚

Foto-foto acara Hari Kartini di kantor:

This slideshow requires JavaScript.

Hari Jumat berlalu dengan cepat (as I always expected), Sabtu-Minggu datang menghampiri πŸ™‚

Gak ada yang luar biasa dengan weekend kali ini, just spent the whole two days at home. Kalau hari Sabtu lebih parah, I spent most of my Saturday in my bedroom. Just sleeping, then browsing internet like read manga online , news online, posting blog, then back to sleep again.Β  Pas hari Minggu baru “bergerak”, melakukan kegiatan rutin seperti beberes kamar, nyapu rumah, metikin buah mangga arum manis yang ada di depan rumah. Karena pohonnya lumayan tinggi, jadi ngambilnya pake kursi dan bambu. Lumayan laahhh… dapet 10 (sepuluh) buah. Panen, euyyy… πŸ™‚ Sekarang lagi diperam dalam kardus supaya cepat matang. Kalau sudah lumayan matang, bisaΒ  dibikin jus mangga nih! hehehe…

Setelah panen mangga, leyeh-leyeh bentar, baru ngelanjutin kerjaan rutin tiap weekend alias nyetrika sambil nonton DVD. Agenda pertama nonton Wild Hogs dulu. Walau film ini tergolong film lama, tapi masih highly recommended buat ditonton deh! Asli lucu banget. Tentang sekumpulan pria yang tengah mengalami krisis paruh baya dan memutuskan untuk bertualang menuju pantai Pasifik-California naik moge. Puas ketawa ngangkak lewat aksi konyol Travolta dkk, gw beralih ke The Other Guys. Ok, jujur gw ketipu dengan trailer-nya. Idenya sih bagus, tentang sepak terjang 2 (dua) polisi behind the desk menjadi polisi super hero. Tapi ternyata filmnya jadi so-so aja. Bahkan kematian Dwayne Johnson & Samuel L. Jackson disitu aneh banget. Lucu yang dipaksakan. Bukan kesan funny-LOL yang didapat tapi funny-silly ^^’ Tambahan gw jadi makin cape’ ngeliat Mark Wahlberg yang kerjanya marah-maraaaahhh… mulu *rolling eyes

Yaaahhh, akhirnya selesai juga nonton The Other Guys itu (gak terlalu nyimak, lebih konsen nyetrika). Lalu acara nyetrika dilanjutin dengan The Jonesses. Berbeda dengan 2 (dua) film sebelumnya yang bernuansa comedy-adventure-action, film yang ini drama bangeettt… dengan nuansa komedi satir (sindiran-sindiran terselubung). Ide ceritanya KEREN. Keluarga Jones a.k.a The Jonesses bukanlah keluarga yang sebenarnya. They’re not in the real husband-wife-daughter-son’ relationship. Mereka berempat berkumpul semata-mata karena bisnis yang mereka geluti: Marketing. They’re selling images. SEGALA (segalanya! mulai dari yang gede-gede kaya’ perabotan rumah sampai sushi beku!) yang ada pada diri mereka memiliki nilai jual. Istilah kerennya: stealth marketer. Yang berperan sebagai “Daddy” menjual man-gadget seperti stick golf, kacamata hitam, dll. “Mommy” memperkenalkan imagenya sebagai modern-mom sehingga tanpa disadari para ibu-ibu tetangga mulai mengikuti gayanya dan membeli produk-produk yang dipakai si Mommy. Kedua anak mereka “Daughter” & “Son” juga punya pangsa pasar di kalangan remaja πŸ™‚

Cuma gw gak nonton film ni sampe selese. DVD-nya rusak pas ceritanya masih ditengah-tengah (mulai ada konflik diantara mereka berempat). YAAAHHHH… Penonton ke-ce-wa! >_< Kapan-kapan gw lanjutin deh nonton film tu. Kali aja nonton di laptop lebih lancar πŸ™‚ Tadinya mau lanjutin lagi nonton Goin The Distance-nya Drew Barrymore & Justin Long tapi dah gak mood lagi. Beberapa minggu yang lalu sempet nonton DVD ini, tapi gak sampe selese. Setelah itu dibawa ke Padang pas liburan kemaren, niatnya mau ditonton bareng sama suami tapi akhirnya gak ketonton juga… terlupakan begitu saja di dalam tas ransel hehehe…

Selesai nyetrika, nonton DVD, mandi dan beberes pakaian yang mau dipakai ngantor besok, gw mulai lanjutin bikin konsep postingan blog lagi. Disela-sela itu, nyambi bikin jus wortel hehehe… (sebagian didinginkan di dalam kulkas buat dibawa ngantor besok pagi). Gw pe-de aja bikinnya, hasil observasi -curi lihat- pas tukang jus di kantin basement lagi beraksi ngerjain pesanan. Bikinnya lumayan simpel kok.

Caranya: Wortel (kalau bisa wortel impor yang warnanya lebih merah &lebih banyak airnya dibanding wortel lokal) dipotong kecil-kecil, masukkan air gula & es batu, blender sampai halus. Setelah itu saring ke dalam wadah yang sudah disiapkan dan buang ampasnya. Supaya rasanya lebih segar, bisa dicampur dengan air perasan jeruk pada saat diblender atau setelah disaring. Tapi kalau gak dicampur air perasan jeruk rasanya juga dah lumayan enak kok, (menurut gw πŸ™‚ ). Bisa juga dikasih susu kental manis putih sesuai selera.

Setelah bikin jus Terong Belanda, trus sekarang Jus Wortel (dan besok-besok bikin jus Mangga kalau udah matang), jadi makin bersemangat nih buat bikin jus-jus buah lainnya. Kalau dipikir-pikir, dengan modal sekian bisa membuat jus buah yang sesuai selera dijamin gak rugi deh! Sering kan, kita pesen jus di restoran, dah bayar mahal-mahal, yang disajikan gak sebanding. Kadang encer, kadang kemanisan gara-gara lebih banyak gula daripada buahnya atau rasanya jadi aneh. >__<Β  Kalau bikin sendiri, selain lebih hemat (cuma ngeluarin modal buat beli bahan baku aja), soal rasa juga lebih puas.

Kalo jus Terong Belanda dan Jus Wortel lebih awet, walaupun ditaro di dalam kulkas semalaman rasanya gak berubah. Beda dengan jus Tomat. Setelah dibuat harus langsung diminum, kalau gak tampilan dan rasanyajadi rusak. Jus Apel juga begitu. Makanya gw pengen cari buah yang awet, dibikin jus malamnya, trus besok pagi dibawa ke kantor sebagai teman sarapan (buat sarapan aja, kalau disimpan buat makan siang gak jamin deh!) ^^’

Gw juga mulai browsing tentang cara membuat milkshake, buat proyek beverages berikutnya. Mudah-mudahan bisa terealisir deh πŸ™‚

Minggu, 1 Mei 2011… Yeah, right… Today is MayDay, atau dikenal sebagai Hari Buruh. Di tv lumayan banyak berita tentang peringatan Hari Buruh ini. Untung peringatannya bertepatan dengan hari Minggu, jadi tempat-tempat yang menjadi sasaran unjuk rasa gak tumpang tindih dengan aktifitas kerja sehari-hari. Potensi rusuh jadi lebih bisa diminimalisir. Orang-orang yang mau have fun, menikmati hari minggu-nya bisa cari alternatif lain. Like me: stay at home all day hehehe…

Kali ini gw mo lanjutin posting-an blog yang sebelumnya. Liburan di Padang.

Begitulah, gw sampe rumah Padang sekitar jam 22.00-an WIB. Tadinya mau mampir ke rumah tante&om dulu buat antar oleh-oleh, tapi berhubung sampe kota Padangnya sudah malam banget (bandara Minangkabau ada di luar kota Padang, kira-kira butuh waktu tempuh hampir 1 jam dari bandara ke kota Padang by car). Alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan mertua, kakak ipar dll sambil menikmati oleh-oleh, kamipun beristirahat.

Tapi, lewat tengah malam kami mendapat berita dukacita. Adik laki-laki dari Papa (pihak mertua laki-laki) telah berpulang ke Rahmatullah. Berita itu datang mendadak begitu saja. Kena serangan jantung katanya. Innalillaahi wa innailaihi rajiuunn… Suami, Papa, dan lainnya bergegas kerumah duka malam itu juga. Yang perempuan (including me) stayed home. Besok pagi baru kami bersama-sama pergi ke rumah duka dan mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir. Kalau gw cuma di rumah duka aja, gak ikut mengantar ke pemakaman. Area pemakamannya di daerah perbukitan. Walaupun lokasinya gak terlalu jauh dari rumah duka, I’m not so sure I can make it. The weather is sooo… HOT. Inilah akibatnya kalau badan dah biasa kena AC kantor setiap hari, Kena panas matahari terik sebentar langsung bawaannya pengen tepar. Lemesssss… >_<‘

Almarhum dimandikan di rumah duka, kemudian seusai sholat Jumat baru dimakamkan. Jujur, sampai usia yang sekarang ini, baru 3x gw pergi melayat dan melihat langsung almarhum/ah yang sudah terbaring kaku di atas dipan yaitu: Almarhumah nenek (dari pihak Ayah), Paman dari pihak keluarga Ibu (itu juga gw dipaksa pergi buat nemenin Ibu) dan sekarang adik Papa. Really, I don’t like funeral >_<‘ Selama ini kalau ada saudara yang meninggal, biasanya Ibu & Ayah yang pergi melayat. I prefer stay home. Seperti halnya beberapa waktu sebelum hari pernikahan gw, salah satu kakak Ayah meninggal dunia. It also happened suddenly. Pada hari itu, gw dan keluarga besar sedang meninjau gedung resepsi di Jakarta dan pada saat kita belum lama sampai ke rumah di Bogor, langsung ada telepon yang mengabarkan berita duka itu. Malam itu juga Ayah & Ibu balik lagi ke Jakarta, malam-malam cari taksi karena sudah gak ada lagi kereta tujuan Jakarta. Again, I stayed at home. He was my favorite uncle among the others. I don’t wanna ruined my memory about him, wanna remember him as he was alive. Gak tega rasanya melihat langsung dan menyadari beliau dah gak ada lagi… (Setelah Ayah & Ibu pergi ke Jakarta buat melayat, gw nelpon suami -waktu itu masih calon- dan menangis sejadi-jadinya) ^^’

Balik ke tema awal…

So far acara liburan berjalan lancar, Alhamdulillaahh… Gw dan suami bisa menyempatkan diri untuk menginap di rumah tante & om untuk semalam. Si tante sih, maunya kita bisa menginap lebih lama, tapi berhubung masa liburan yang pendek, rasanya gak memungkinkan. ^^’Β  But I really have a GREAT time there. I’m so happy spending time together with him. Mulai dari hal-hal yang sederhana seperti nonton tv berdua (Kami nonton Mr Bean in Holiday yang ditayangin di tv. Sumpah gw gak tega ngeliat kesialan-kesialan yang di alami Mr. Bean selama dia pergi liburan, walopun ketawa ngangkak juga khususnya di adegan dia lip sync jadi penyanyi opera. Bagian itu KEREN BANGET!!) πŸ˜€Β  :D, Ngadu suit untuk nentuin siapa yang kalah disuruh nutup pintu, sampai pergi jalan berdua naik motor menyusuri daerah pantai Padang di malam hari dan ditraktir makan Pizza Hut hehehe… Jauh-jauh ke Padang ujung-ujungnya kok makan di Pizza Hut? πŸ˜‰

Soal makan di Pizza Hut itu dalam rangka acara selamatan karena suami dah resmi menjadi PNS πŸ™‚ Tadinya kan suami yang rencananya yang mau datang ke Jakarta dan pilihan traktirannya di Pizza Hut (lumayan dah menahun gak ada makan disana), tapi akhirnya malah gw yang ke Padang. Ya traktirannya tetap pizza, gak berubah hehehe… Sebelum menyantap pizza, gw diminta memberikan semacam kata-kata sambutan dulu, padahal garpu dan pisau dah in action nih! Bahkan baru inget buat foto-foto pas makanan dah mau abis πŸ˜‰

Selamat atas peresmiannya menjadi PNS ya, sayang… Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya… Semoga kita berdua juga dimudahkan untuk bisa segera berkumpul bersama dan menjadi keluarga yang utuh. Amin3x

Ya, Allah, karuniakanlah pada kami kecintaanMu dan kecintaan orang yang cintanya bermanfaat bagi kami. Ya Allah, jadikan apapun yang kami cintai dan telah Engkau karuniakan pada kami sebagai kekuatan bagi kami untuk dapat melakukan sesuatu yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah apapun yang kami cintai dan telah Engkau jauhkan dari kami sebagai kesempatan bagi kami untuk bisa melakukan sesuatu yang Engkau cintai (HR Tirmidzi)*

Ya Allah, sungguh kami berlindung padaMu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau karuniakan, sirnanya kesehatan dariMu, datangnya kesengsaraan dariMu, dan dari segala kemurkaanMu (HR Muslim)*

Ya Allah, tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan hal yang sulit, bila Engkau menghendaki menjadi mudah (HR Ibnu Sunni)*

*Sumber: Doa-doa Istri untuk Suami (Penulis Abu Ma’aris, penerbit Shahih)

Hari Minggu, 24 April 2011, siap-siap mau berangkat ke Jakarta lagi. But surprise! Ternyata pagi-pagi suami ngajak pergi jalan ke pantai Padang dulu πŸ™‚ Sebelum-sebelumnya suami sering bilang gak mau ke pantai, gw kira acara ke pantainya ya yang pas jalan-jalan malam itu aja πŸ™‚ Pantai Padang di pagi hari is awesome. Kita sempat foto-foto dulu dan makan sate sebelum balik ke rumah ^^v

This slideshow requires JavaScript.

Sebelum berangkat ke bandara Minangkabau, kita mampir dulu pamitan ke rumah tante & om. Trus mampir makan siang di rumah makan di jalan by pass menuju bandaraΒ  (gulai ikannya enak banget!!). Sampai di bandara sekitar jam 12.30 dan jam 13-an pesawat take off menuju bandara Soetta (jadwalnya sih jam 12.45 WIB). Alhamdulillah perjalanan pulang berjalan lancar. Sampe bandara Soetta, gak terlalu lama nunggu langsung dapat bus DAMRI jurusan Gambir. Pas dah di Gambirpun ada Pakuan dan jam 6 sore dah sampai Bogor. Di penerbangan kali ini gak ada tas yang nimpa kepala lagi hehehe… ^^v

Menjelang akhir bulan…

Kamis, 28 April 2011

Hari ini sedang tidak bersemangat 😦 Rasanya kondisi badan tidak enak dan maunya rebahaaaannn… aja. Gak peduli deh kalau seandainya ketiduran di meja lagi seperti kemaren ^^’ Padahal semalam dah tidur dari jam 9 malam, kebangun jam 4 pagi buat sholat Isya trus tidur lagi sampai jam 5 lewat. Niatnya mau puasa Senin-Kamis, but I’m not in the mood to do that today.

Sebenarnya sudah dari kemaren (Rabu, 27 April 2011) ngerasa gak enak badan kaya’ gini. Malas bergerak, mata selalu ngerasa beraaattt… banget. Untung kemaren lagi gak ada agenda rapat. Pekerjaan juga dah kelar. Suasana kantor juga lumayan tenang dan tau-tau ketiduran begitu aja hehehe… Di kereta dalam perjalanan pulang kerumah juga tidur-tidur ayam, padahal ada novel The Book of Lost Thing yang menanti “jatah” buat dibaca. Dah lebih dari 3 (tiga) hari ada di dalam tas. Biasanya kalau ada novel, sangat jarang gw anggurin selama itu.

Sampai-sampai suami nelpon buat ngingetin sholat-pun, antara sadar-gak sadar nerimanya. I even not really remembered in what time he called and what I’ve said to him last nite. Tau-tau kebangun dah jam 4 menjelang subuh dah inget belum Isya ^^’. Sudah tidur selama itu, tapi rasa badan masih belum seger juga. Di keretapun tidur lumayan nyenyak walaupun duduk di bangku lipat dan bersandar di pintu kereta yang tertutup (baru terbuka kalau dah di stasiun Manggarai, Gondangdia, Gambir dan Kota). Today… i really-really-really not in the mood to do anything. I can’t wait to go home soon at 5pm, lock myself in the bedroom for a whole night.

I know it’s not good at all, being gloomy all day. Believe me, I’ll try to cheer up my self. Have chit-chat with my co-worker & friend via gtalk (but its only for a very short time). Then I go to basement to buy carrot-orange juice for refreshment . But even the juice-can already empty, my mood hasn’t back yet… *sigh

Sebenernya gw males banget buat posting blog hari ini, mo cerita apa ya bagusnya? ^^’

Well, too upgrade my mood, I think its better to share you about my vacation in Padang couple days ago? How about that? πŸ™‚


Sabtu, 30 April 2011

Gak terasa…ternyata sudah seminggu liburan itu berlalu >_<‘ (I want more…). Gw berangkat ke Padang naik pesawat Lion Air jam 19.45 WIB. Berhubung besok adalah long weekend, takut macet di jalan, gw cabut keluar kantor jam 4 sore. Normalnya jam pulang kantor kan jam 5, but I don’t wanna take a risk. Better comes early than be late trus ketinggalan pesawat, secara pesawat jam 19.45 WIB itu adalah pesawat ke Padang yang terakhir. Berabe kalau telat… sayang tiketnya pula… Lebih dari setengah juta melayang sia-sia…^_^

Alhamdulillah, perjalanan menuju bandara Soetta lumayan lancar. Waktu menunjukkan pukul 16.05 WIB di absen fingerprint. Naik ojek kebut ke pul DAMRI di stasiun Gambir. Lucky! sampai sana masih ada busnya. Tinggal 1 (satu) dan dah siap-siap mo berangkat. Gw bahkan gak sempet beli minuman di mini market dan enggak kebagian tempat duduk pula… terpaksa ngemper beralas koran di dekat pintu bus di samping supir hehehe… ^^’ Fffiuuhhh… gak kebayang kalau gw baru keluar kantor jam17.00-an, soalnya temen kantor yang mau balik ke Surabaya cerita kalau sepulang kantor dia ke pul DAMRI Gambir, tapi gak ada bus sama sekali sehingga terpaksa naik taksi ke bandara 😦

Perjalanan dari Gambir ke bandara Soetta lumayan lancar. Memang sedikit macet disana-sini, tapi gw sendiri gak terlalu was-was karena macetnya gak termasuk dalam kategori PARAH. Pas mau masuk gerbang Bandara baru mulai keliatan crowded, berhubung banyak mobil pribadi penjemput/pengantar penumpang yang parkir ditepi jalan sampai-sampai ada patroli bandara yang berkeliling memberi peringatan supaya mobil diparkir pada tempat yang telah disediakan atau akan dikenai sanksi (ban mobil dikunci). Tapi bisa jadi para pemilik mobil memang kesulitan mencari tempat parkir kosong karena memang padat banget! Sepanjang yang gw lihat memang banyak mobil berderet-deret di parkiran. Beginilah suasana bandara di akhir pekan πŸ™‚ Sekedar saran, sebaiknya kalau tidak membawa barang banyak (masih bisa ditenteng & tidak membutuhkan jasa carrier), lebih baik memanfaatkan kendaraan umum ke bandara. Gak perlu lah bawa mobil segala trus di”inap”kan di parkiran, apalagi kalau lagi peak season. Kasian ma yang lain yang juga butuh tempat parkir (no comment deh kalau ada yang kasi tanggapan: “kan gw bayar ini…”) Β πŸ™‚

Sampe bandara jam 17.50 WIB. Mampir ke counter Roti Boy dulu buat beli cemilan (atau makan malam?), check in, trus langsung menuju ruang tunggu. Seperti yang dah diduga sebelumnya, ra-meeeee…. Ternyata ada flight yang delayed. Harusnya pesawat yang ke Palembang dah berangkat dari 2 (dua) jam yang lalu. Waaaahhh!!! Dah mulai was-was nih! Jangan-jangan flight ke Padang juga kena imbasnya… >_< Saking ramenya ruang tunggu, gw ke lantai bawah aja buat sholat Magrib dan Isya (engga’ di jama’). Sama aja ramenya, tapi ini jauh lebih baik daripada duduk diruang tunggu yg berisik, atau di koridor luar yang full asap rokok 😦 Β Paling gak di lantai bawah lebih tenang karena di mushola kan gak boleh berisik hehehe… (paling banter cuma suara bunyi air kran orang yang lagi wudhu atau suara imam sholat magrib berjamaah)

Selesai sholat Magrib, gw duduk-dudk aja di tangga sambil baca koran menunggu waktu Isya sekitar jam19.05an. Suasana dah mulai sepi karena yang dah kelar magriban kebanyakan pada balik ke ruang tunggu semua. Pas jam menunjukkan jam 19an, gw ambil wudhu lagi siap-siap mo sholat Isya. Petugas bersih-bersih disana bilang dah masuk jam Isya dan gw liat beberapa orang dah mulai turun ke bawah lagi buat ambil wudhu. Nah, pas di tahhiyat akhir, sayup-sayup gw denger panggilan buat penumpang tujuan Padang. Panik dong gw, buru-buru salam dan beres-beres mukena+ngangkut ransel&bungkusan oleh-oleh, lari-lari naik tangga ke atas/ke ruang tunggu (padahal niatnya abis isya mau dandan dulu^^’) sambil bertanya-tanya dalam hati. Waduh, kenapa nih? Kalau delayed kan mustinya pengumuman permohonan maaf, bukan panggilan. Masak sih pesawatnya berangkat lebih awal??? Kalau delayed/cancelled gw sering denger, nah kalau berangkat lebih awal?? Masuk akal gak seehhhh??? Beneran deh, kalau sempet ketinggalan pesawat gara-gara berangkat lebih awal dari jadwal, dijamin gw bakal ngamuk sejadi-jadinya πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Setelah konfirm sama petugas, gw disuruh turun kebawah (bukan tangga ke bawah menuju mushola, ini lain lagi), dan ternyata ada bus Lion Air yang menunggu. Mungkin karena ada sesuatu hal, pesawat gak bisa mendarat dulu di terminal 1B, jadi penumpang dialihin ke terminal lainnya (kalau cuma pindah gate sih biasanya penumpang disuruh jalan kaki aja). Dah naik pesawat, barang-barang dah tersimpan aman di bagasi atas, dah sms kabarin suami, mom&dad, tante di Padang kalau pesawatnya mau take off, matiin HP (ini penting! gw pernah nemuin kasus ada penumpang yang gak matiin hpnya pas pesawat dah take off. Minta dihajar tu orang! *geleng-geleng kepala)

Pesawat berangkat jam 8-an, molor 15 menit dari jadwal semula jam 19.45. Naik pesawatnya aja yang duluan, berangkatnya tetep aja molor. Tapi not bad lah, daripada delay 2 jam kaya’ ke Palembang πŸ™‚ Berhubung ini bukan pertama kalinya gw naik pesawat malam, I choose to sleep instead of looking the night view outsideΒ dan baru kebangun pas ada pengumuman dari kabin kalau sebentar lagi pesawatnya mau mendarat di Bandara Minangkabau. Lumayanlah bisa tidur sekitar 1jam-an hehehe… πŸ™‚

Sampe Padang sekitar jam 10malam dan suami dah stand by di depan pintu keluar… So glad to see him standing next to me and feel his lips on my forehead…

Honey, i’m home… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Di dalam Pakuan itu…

Seperti yang pernah gw singgung di posting-an sebelumnya, berikut gambar-gambar yang gw upload tentang suasana kereta Pakuan di gerbong khusus perempuan πŸ™‚

Beginilah suasana di gerbong khusus wanita. Kadang rameeeee…bgt (lebih rame drpd yang di foto) bahkan bisa sepi juga πŸ™‚ “Cobaan” lainnya yang harus dihadapi oleh para penumpang kereta Pakuan/Ekspress/Ekonomi AC adalah para pelempar batu. Entah apa niat mereka ngelakuin itu 😦 Batu yang dilemparpun bisa seukuran kepalan tangan dan dah makan korban. Kaca di pintu kereta pecah dan kaca (dari bahan semacam fiber) itu ngelukain penumpang yang kebetulan berdiri dekat pintu >_< Makanya setiap naik kereta, harus dibiasakan untuk menurunkan tirai jendela, jadi efeknya bisa diminimalisir. Biasanya lemparan batu itu sering terjadi di kawasan Depok menuju Citayam dan Bojonggede. Kadang-kadang di daerah UI-Pondok Cina juga ada, tapi jarang…

Si pelempar batu ni juga doyan sama kereta ekonomi biasa, cuman karena body kereta ni lebih kokoh dan tangguh, efeknya gak terlalu berasa ^^’ Pernah ngobrol-ngobrol sama petugas pemeriksa karcis ngebahas soal ini. Ternyata pernah ada yang ketangkap dan guess what? Pelakunya masih anak-anak/remaja tanggung 😦

Udah hari Selasa, 26 April 2011 aja (gak sabar nunggu gajian hehehe…), hampir seminggu ini gak ada posting blog. Maklum lah, lagi long weekend, dan gw menghabiskan waktu liburan 3 (tiga) hari kemaren di Padang. Berhubung tanggal 22 April tanggal merah, gw memutuskan ke Padang to see my husband and families there… Keputusan ke Padang itu termasuk keputusan yang impulsif, mendadak, jadi gak kebagian tiket promo deh… ^^’ Plan A-nya kan bulan ini suami yang datang ke Jakarta, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, jadilah gw yang cabut ke Padang. Pas moment peak season pula, jadi harga tiket gila-gilaan, walo gak separah pas Lebaran or Natalan. Normalnya harga tiket pp Jakarta-Padang-Jakarta sekitar 800ribuan, 900 ribuan dah terhitung mahal! Nah gw beli tiket kemaren ni pp hampir tembus di level 1,5 juta! (pake level-levelan segala, kaya’ IHSG-Bursa Efek aja hehehe…). Kemaren juga pas pulang ngantor juga sempat cerita-cerita dengan temen yang kampungnya di Padang juga. Dia bahkan dah beli tiket buat Lebaran bulan Agustus depan dan harga tiket pp 1,9 juta! Walaaahhh… yang dah beli tiket jauh-jauh bulan (gak jauh-jauh hari lagi namanya tu!) dapat harga segitu, gimana yang beli 1 bulan s/d 1 minggu sebelumnya ya?? ^^’

Yaaaahhh… begitulah resiko menjalani long-distance marriage… Kata orang: cintaku berat di ongkos! πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Tapi not ALL about the money, right?? At that time, what I’m really thinking is… I just wanna see my husband and spent quality times together. Tentu saja dengan kalkulasi biaya pengeluaran yang terukur πŸ™‚ Manajemen rumah tangga itu PENTING. Sekarang ini sebisa mungkin gw menghindari dorongan impulsif untuk berbelanja, terutama buku. Untung ada perpustakaan di kantor (lihat blog sebelumnya) dan mulai menetapkan pos-pos belanja standar/rutin setiap bulannya supaya gak kebablasan πŸ™‚

How’s my weekend?? Awesome! Dengan jatah libur hanya 3 (tiga) hari, I think we both REALLY-REALLY have a great time! I’ll tell you how’s my vacation next timeΒ  ‘coz today… I wanna share about something else. Sesuai dengan judul posting kali ini, gw mau cerita tentang keseharian gw setiap berangkat dan pulang kantor. Naik kereta.

Sejak masih tinggal di Depok, gw dah akrab dengan angkutan yang satu ini. Apalagi waktu Lebaran dan pergi beli sepatu di Pasar Baru, pasti kami naik kereta. Saudara-saudara memang banyak yang tinggal di Jakarta, jadi setiap Lebaran atau ada acara keluarga, pastilah kami naik kereta dari Depok ke Jakarta. Hal itu terus berlanjut sampai kami pindah ke Bogor. Trus, entah kenapa Ibu dan Ayah kalau tiap mau belanja sepatu buat Lebaran, selalu mengajak kami ke Pasar Baru. Hal yang aneh menurut gw waktu itu, karena di Depok kan juga ada toko sepatu. Mungkin di Pasar Baru toko sepatunya berderet-deret sepanjang jalan, jadi punya banyak pilihan ^_^’

Dari SMP, SMA (Kuliah off naik kereta) sampai jadi karyawan seperti sekarang, rasanya keseharian gw gak lepas dari kereta. Mulai dari harga tiket Rp700,-Β  sampai Rp11.000,-, mulai bentuk karcis dari bahan kaya’ kertas karton/daur ulang, sampai ada rencana pengadaan tiket elektronik, masiiihhhh… aja setia naik kereta. Walaupun kereta lagi lancar, atau TROUBLE (penting gw bikin dalam huruf italic dan bold) gara-gara kerusakan sinyal, kerusakan pantograph, kereta mogok, bus kota nyelonong jalur perlintasan, bunuh diri loncat ke rel pas kereta mo lewat, atau mati kesetrum sampe gosong gara-gara duduk di atas gerbong, plus rawan copet & jambret, tapi teteeeppp… aja gw keukeuh naik kereta.

Alasannya: naik bus macet, lelet, banyak ngetemnya, dan kalau bukan bus AC, bau asap rokoknya gak ketulungan >_<. Kalau kereta, lebih cepat (apalagi kalau naik kereta Pakuan) dan harga lebih ekonomis (dibandingkan gonta-ganti naik bis/angkot dengan tujuan sama). Apalagi sekarang sudah ada Pakuan/Ekspress yang steril dari pedagang asongan, pengamen, pengemis dan asap rokok. Rasanya jauh lebih nyaman. Mungkin gara-gara monopoli jalur kereta Jabodetabek ini, rasanya si pengelola jadi lebih sewenang-wenang deh! Dalam 1 (satu) minggu selalu rutin ada trouble, kadang dikasih pengumuman, tapi sering juga para penumpang dibiarin tau sendiri (Pokoknya kalau di stasiun situasinya crowded banget, penumpang bejubel, atau pas di dalam kereta, keretanya stuck, diam ditempat -bukan di stasiun pula- lebih dari 30 menit, dah jelas situasi lagi gak beres!)

Rekor gw pulang telat gara-gara kereta trouble: Pulang kantor naik kereta jam 7 malam, sampe rumah jam 11 malam! ‘Set daaahhh… disangka jarak Jakarta-Bogor sama kayak naik kereta Jakarta-Bandung, kali 😦 Kalau pas berangkat ngantor naik Pakuan jam 06.00 dari Bogor, sampe Jakarta jam 10an siang! (Normalnya sampe kantor tuh jam 7.10) Kalau gak inget potongan tunjangan yang super gede bagi karyawan yang gak masuk kantor tanpa keterangan a.k.a bolos, rasanya pengen pulang aja deh! (Well, gak masuk dengan keterangan (mis. sakit dengan surat dokter) tetep dipotong juga sih *angkat bahu). Biasanya kalo pagi-pagi lagi gak beres, paling jadinya telat 5-11 menit. Pernah juga telat 1 menit, di mesin fingerprint menunjukkan jam 07.31! Miris banget deeehhh… padahal dah lari-lari turun tangga stasiun & nyuruh ojek langganan buat ngebut T_T waktu itu jumlah potongan yang telat 1 (satu) menit sama yang telat 3 (tiga) jam. Tapi mulai awal tahun ini treatmentnya dah beda sih… πŸ™‚

Waktu berangkat ngantor dan sampe jam 10an itu, asli suntuk banget 😦 di tengah-tengah perjalanan mikir mo cari alternatif lain buat ke kantor juga percuma, dah jelas bakal telat juga. Akhirnya pas sampe stasiun Gambir gw langsung menuju kantor Kepala Stasiun, minta surat keterangan resmi bahwa kereta memang sedang bermasalah. Yah, gw memang bukan satu-satunya karyawan yang menggunakan jasa kereta jabodetabek, jadi dah pasti yang lainnya telat juga (ada beberapa karyawan di gedung & lantai yang sama juga tinggal di kawasan Bogor). Tapi gw butuh bukti otentik/tertulis yang menyatakan bahwa keterlambatan ini bukan karena alasan yang mengada-ngada. Apalagi telatnya kebangetan begitu >_<‘

Makanya gw suka kesal… gara-gara kereta bermasalah, gw telat sampe kantor. Otomatis tunjangan jadi dipotong. Okelah kalau dipotong gara-gara kelalaian pribadi, misalnya bangun kesiangan dan ketinggalan kereta, jadinya telat masuk kantor. Resiko tanggung sendiri. Nah, kalau telat ke kantor yang sertamerta bukan kesalahan kita pribadi? Patut disyukuri kalau dapat atasan yang mengerti situasi. Kalau engga? Kredibilitas kita sebagai karyawan jadi dipertanyakan kan? Tambah di”makan” deh!Β  Have they EVER considered about that?

Perkembangan bagusnya sih, sekarang di kereta Pakuan/Ekspress dan Ekonomi AC sudah ada gerbong khusus wanita. Dari total 8 (delapan) gerbong, ada 2 (dua) gerbong yang dikhususkan bagi penumpang wanita yang terletak di gerbong Nomor 1 dan Nomor 8 (gerbong paling depan dan paling belakang).

Gw menyambut gembira dengan adanya gerbong khusus wanita ini (walau pelaksanaannya belum maksimal). Soalnya selain rawan jambret-copet, transportasi umum termasuk kereta KRL ini rawan pelecehan seksual (gak cuma di busway aja). Apalagi kalau kereta lagi penuh-penuhnya, terutama pas jam berangkat & pulang kantor, harus siap-siap berantisipasi dengan tangan-tangan jahil 😦

Waspadalah! Waspadalaaaaaaaahh! *bang napi mode ON

Sejak gerbong khusus wanita ini mulai diresmikan, gw selalu naik di gerbong kereta itu. Lumayan seru juga, kalau ada bapak-bapak/mas-mas/om-om yang nyasar di gerbong tu, para penghuninya langsung kompakan deh nyorakin ^o^’ (heran deh, padahal di luar gerbong dan di dalam gerbong banyak bertebaran tulisan “khusus wanita”, tapi pada gak ngeh semua kali ya?:) Tapi ada yang lucu juga. Pernah kami diamin aja pas ada laki-laki yang salah masuk gerbong, trus si mas-mas itu celingak-celinguk dengan mimik heran, kok ini isi kereta perempuan semua. Ada beberapa orang yang cekikikan sampe si mas tu langsung sadar and ngeloyor pindah ke gerbong sebelah hehehe…

Sayang sekali kekompakan itu gak keliatan kalau dah urusan “jatah” duduk di kursi, terutama di bagian “kursi khusus/prioritas” yang ditujukan bagi wanita hamil, orang cacat, ibu yang gendong bayi dan manula. Hal itu bisa gw lihat langsung tadi pagi pas mau berangkat ngantor. Padahal sama-sama perempuan, tapi kok hatinya gak tergerak sama sekali untuk memberikan tempat duduk pas ada wanita hamil yang berdiri di depan dia ya? Dia juga salah kok, duduk di kursi prioritas yang bukan haknya, secara dia gak termasuk dalam golongan 4 orang tadi (hamil, cacat, bawa bayi & manula). Penumpang yang lain sih cuma bisik-bisik dan nyindir halus, tapi si dia gak gerak-gerak juga. Gak tahan, akhirnya gw tegor langsung dia sambil nunjuk-nunjuk gambar dibelakangnya yang menandakan bahwa kursi yang didudukinnya itu kursi prioritas. Masak gak bisa lihat jelas sih orang yang berdiri di depan dia tu lagi hamil besar? Kalau ada apa-apa karena kelamaan berdiri mang dia mau tanggung jawab apa?? Awalnya sih dia nunjuk-nunjuk orang yang duduk disebelahnya yang juga gak hamil, tapi orang yang ditunjuk tu dah tidur dan mukanya ditutupin pashmina. Mana bisa muka ketutup begitu sadar/ngeliat ada yang hamil??

Beberapa penumpang yang duduk di bangku lipat menawarkan si ibu hamil untuk duduk di bangku lipatnya. Tapi, please deh… bangku lipat itu kan pendek, kaya dingklik di dapur gitu. Bayangin ajalah sendiri kalo orang hamil disuruh duduk di situ! BT ngeliat tingkah dia, tambah gw ketusin sampe akhirnya dia mau berdiri. Bodo’ ah kalo dia ngeliatin dengan tatapan gak suka. Gw cuekin aja. Mending nabung tidur deh sampe Jakarta. Lumayan kan tidur 1 (satu) jam. Heran… sama-sama perempuan kok gak peka. Coba kalau dia digituin pas lagi hamil, biar tau gimana rasanya!

Kalau gw tiap naik kereta memang selalu menghindari bagian kursi khusus/prioritas itu. Kalau naik kereta gak kebagian tempat duduk, ya gw mendingan duduk di kursi lipat atau ngemper koran di lantai kereta. Tapi liat sikon lantai keretanya juga sih… Kalo jorok banget atau becek, mending berdiri aja. Tapi setiap berangkat-pulang kantor, gw rutin bawa kursi lipat πŸ™‚ Kecuali kalau isi gerbong bener-bener sepi, baru deh duduk sesuka hati, dijamin gak ada yang larang.

Di postingan berikutnya ntar gw upload foto-foto suasana gerbong khusus wanita deh πŸ™‚

Segini dulu postingan untuk hari ini. Have a nice day! πŸ™‚

El Classico…

El Classico, sebuah istilah yang ditujukan bagi “pertarungan” 2 klub Spanyol: Real Madrid dan Barcelona. Kali ini mereka akan bertemu di ajang Copa Del Rey (Bakal ditayangin di TV One, Kamis, 21 April 2011 jam 02.00 WIB) setelah terakhir kalinya bertemu di kompetisi La Liga (Barca-Madrid: 5-0 dan 1-1). Yah, gw sih memang gak segitu hobinya nonton bola. Masa-masa itu sudah lewat laaaahhh… Waktu SMA memang seneng banget , sampe bela-belain secara rutin beli tabloid Bola (bagi-bagi pos anggaran beli komik πŸ™‚ ) dan rutin nonton Liga Itali. Tambahan ada 2 (dua) temen juga -cewek- yang juga seneng nonton bola dan tergila-gila dengan Filippo Inzaghi+Raul Gonzales. Lumayan seneng juga sih ada cs-nya… Soalnya gw gak pernah diskusi bola sama temen-temen cowok. Pada umumnya justru mereka yang mandang aneh, mereka dah terlanjur beranggapan: “Ah, cewek kalo suka nonton bola paling gara-gara ngeliatin pemainnya yang cakep-cakep. Apalagi Liga Eropa”. Tapi ya gw cuek aja. Really, guys… I can’t blame you for that πŸ™‚

Jadi kesimpulanya: ok, kita sama-sama suka bola, tapi itu gak membuat kita jadi dekat kan?^_^’Β  dan tetep aja temen-temen sekolah taunya gw tu manga freak, not soccer fans hehehe…

Gak ada yang influence gw untuk suka bola, nor my dad or my brother. Mereka berdua kadang-kadang suka nonton bola, tapi justru bukan dari mereka asal-muasal gw suka nonton bola. Waktu itu pertandingan bola yang pertama kali gw tonton adalah Liga Inggris. Lupa, waktu itu Manchester United versus klub mana, but then I am amazed… I saw Eric Cantona with his Bruce Lee’s flying kick kearah penonton!! \m/ Sejak itulah gw mulai suka nonton bola… *motivasi aneh πŸ˜€

Tapi setelah itu gw lebih suka nonton Liga Itali dibanding Liga Inggris. Menurut pendapat (pribadi) gw, Liga Inggris -waktu itu- jarang banget aksi dribble bola… kebanyakan kasih umpan lambung terus, bosen ngeliatnya. Beda sama Liga Itali yang sering nunjukin skill individual masing-masing pemain… But, hey! ini pendapat pribadi gw lhooo… Tambahan dah bertahun-tahun ini dah gak ngikutin perkembangan sepak bola di Eropa, jadi gak tau deh bagaimana sekarang. Nonton Piala Dunia aja dah gak seantusias dulu (Waktu Piala Dunia Korea-Jepang sih nonton). Faktor usia mungkin turut mempengaruhi, atau karena dah ada rutinitas yang padat, jadi lebih memilih TI-DUR. Kalau dulu kan, masih sekolah, kuliah, masih dalam masa-masa no worries, jadi energi masih berlebih hehehe…

Dengan alasan itu pula, gw positif untuk tidak nonton pertandingan Barcelona vs Real Madrid nanti malam. Walaupun penasaran juga bagaimana Jose Mourinho menyiapkan taktik untuk membalas kekalahan telak 5-0 dipertemuan sebelumnya. Plus dia dah mulai melancarkan taktik perang psikologis seperti waktu masih melatih di Inter Milan, khas Mou. Waktu awal-awal melatih Real Madrid, dia masih “kalem” soalnya ^^’ This is what I like from him -but I’m not his fans- πŸ™‚

Lagipula kalo gak nonton, besoknya bisa browsing liat hasil liputan pertandingan plus para bapak-bapak di kantor pasti bakalan heboh juga ngebahas soal itu. I bet Barca gonna win (again) this time -I Like Barca but not Bieber, tapiΒ  kemungkinan besar gak menang mudah seperti skor 5-0 kemaren. At least skor seri kayak di kompetisi La Liga (16 April 2011). Terlepas dari adanya komentar pro kontra dengan gaya pelatihannya, I think Mou is fast learner. Kemaren kalah telak 5-0, hari ini seri 1-1, maka bisa jadi besok dia menang kan? πŸ™‚

Walaaahhh… malah ngebahas bola disini?^^’

Yap! cukuplah untuk postingan hari ini… c u next time πŸ™‚

Cuaca hari ini mendung…

I’m so sleepy^^’

Cuaca mendung di luarΒ  + AC yang membekukan tulang + suasana kantor yang cenderung tenang dari biasanya benar-benar mendukung buat tidur… Tapi tidur di ruangan bener-bener gak nyaman, meski dah mengantuk sangat. Walaupun pernah beberapa kali tertidur di atas meja (itupun karena bener-bener dah ga tahan lagi), rasanya gak nyaman. Bangun-bangun malah tambah pusing karena tidur sambil menelungkup beralas bantal (bantal yang dibeli waktu bazaar kantor. Liat blog-blog awal deh πŸ™‚ ), yang ada leher jadi sakit ^^’

So, this is what I am doing while I feel so sleepy: posting blog! Write down anything that across in my mind, penting gak penting… gak masalah. It’s my blog anyway, jadi suka-suka aja mo nulis tentang apa hehehe… Duduk yang tegak dengan kaki bersila di atas kursi, dagu diganjal bantal supaya sejajar dengan screen, mata puppy eyes (maksudnya setengah mengantuk) menatap komputer dan jari-jaripun melompat kaku di atas keyboard komputer diselingin acara menguap sekali-kali πŸ™‚

Berbeda dengan hari Jumat, hari Senin (18 April 2011) berjalan cukup smooth hehehe… Senin pagi diawali dengan peristiwa kecelakaan kecil di depan kantor. Ada mobil Jazz dan Xenia saling menyerempet sampai kaca spion si Xenia copot dan kelindas roda sampai hancur berkeping-keping dan serpihannya terbang kemana-mana. Yang bikin ngeri bukan kejadian saling meyerempet (sampe sisi body mobilnya pada baret-baret & penyok), tapi pas serpihan kaca spion tu terbang kemana-mana. Pasalnya, pas kejadian itu gw ada dibelakang mereka (naik ojek). Gw sampe merunduk, berlindung di balik badan supir ojek sambil ngelindungin muka pake tangan. Kalo kena mata kan bahaya, boss!!

Buru-buru gw minta ojek menepi, toh pintu gerbang kantor (khusus pejalan kaki) gak terlalu jauh. Pas lagi jalan tetep gw peratiin situasi pasca tabrakan (tepat gak sih disebut tabrakan?) itu. Si pengemudi saling teriak satu sama lainnya. Sama satpam penjaga gerbang, kedua mobil tu disuruh masuk dulu ke dalam parkiran kantor supaya tidak menghambat arus lalu lintas yang memang sudah padat. Kalau jam-jam masuk & pulang kantor, jalanan di depan memang luar biasa ruwet. Segala jenis kendaraan hilir mudik disana. Mulai dari Trans Jakarta, Metromini, dan Mikrolet yang suka ngetem/berenti nyaris di tengah jalan. Belum lagi Taksi, Bajaj, Ojek dan kendaraan pribadi. Dari kabar terakhir yang diterima, salah satu pemilik mobil itu adalah pegawai kantor gw juga dan permasalahannya diselesaikan di kantor polisi yang ada disebelah kantor. Biasanya sih, suka ada polisi yang patroli, tapi pas kejadian itu gak ada kelihatan sama sekali ^^’

Pagi yang luar biasa kan? Bahkan ada 2 (dua) orang temen kantor gw yang bela-belain buat update situasi terkini dari kejadian tu. Setelah absen, mereka berdua langsung ngibrit ke arah mobil Xenia & Jazz itu pergi. Penasaran katanya… πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Kalau gw pribadi sih langsung menuju ruangan, ntar tinggal tanya-tanya aja ma mereka gimana perkembangan terbaru (info soal penyelesaian di kantor polisi juga taunya dari mereka) hehehe… *gak mau repot

Disela-sela jam kantor setelah jam istirahat, gw sempetin pergi ke perpustakaan buat balikin/perpanjang masa peminjaman/pinjam baru lagi. Buku yang gw balikin “Jose Maurinho”, dan “101 Pemikir Bisnis Dunia”. Yang diperpanjang “Six Wives of Henry VIII” (butuh kemauan keras buat nyelesaian baca buku yang ini. What on earth am I thinking when I borrowed this book?^^’), trus pinjam yang baru: “American Islam” oleh Paul M. Barret dan novel “Jill & Jill” oleh Karen Yampolsky (Hey! bacaan iseng-iseng itu penting juga lhoo…)

Trus pas balik dari perpustakaan, mendadak dapet sms dari adek gw kalo di Gramedia Matraman lagi ada diskon buku gede-gedean!! Buku impor yang range harganya kisaran 300-500ribuan jadi 100ribuan, buku-buku terjemaahan atau buku non-impor yang biasanya dibandrol dengan harga 50-200ribuan bisa jadi 10ribu!! Bahkan buku yang hard cover jadi 20-25ribu! Tadinya gw sih ogah pergi, karena berhubung hari Kamis (21 April 2011) mo berangkat ke Padang, maksudnya sih pos belanja buku mau dihemat aja. Tapi karena dah lama banget gak ketemuan and ngobrol-ngobrol bareng (berhubung dia sibuk kuliah, jadi jarang pulang ke Bogor), ya sudahlah… Jam 17.00 gw langsung cabut ke Gramedia Matraman (nebeng motor temen kantor untuk menghindari kemacetan, trus lanjut naik angkot di depan FKUI-Salemba).

I really have a great time there…

We’re talking about home situation, my works situation, a bit of his relationship etc etc πŸ™‚ sambil makan malam di Es Teller 77 di basement Gramedia. Puas ngobrol, kita balik lagi ke atas buat ambil buku-buku yang dah kita sisihin sebelumnya, trus bayar ke kasir (jalan ke kasir ambil jalan memutar sambil cucimata liatin buku-buku yang gak diskon).

The books that I (and my brother) bought:

  1. French Women Don’t Get Fat (Diet a la Perancis) oleh Mireille Guiliano, Rp10.000,-
  2. Kumpulan Kisah Klasih Dinasti Ming oleh Feng Menglong, Berkumpulnya Kembali Naga dan Harimau, hard cover, Rp25.000,-
  3. Lies at the Altar (Mempertahankan Janji Pernikahan) oleh Dr. Robin L. Smith, Rp20.000,-
  4. Mars & Venus, in the Bedroom oleh John Gray Phd, Rp10.000,-
  5. Mars &Venus, together forever oleh John Gray Phd, Rp10.000,-
  6. Kamus Ungkapan Inggris-Indonesia oleh Joseph J. Sullivan & Hadi Podo, hard cover, Rp20.000,-
  7. Pramudya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosial, harga di bawah Rp10.000,-*
  8. Panduan Belajar di Luar Negeri, idem*

Berhubung buku nomor 7 dan nomor 8 dibawa langsung sama adek gw ke kost-an dia (sisanya dibawa pulang kerumah), jadi gw lupa liatin berapa harganya. Kalau di struknya sih tertulis kisaran Rp7.000,- sampe Rp10.000,-

Yesterday was so FUN! Kapan lagi bisa beli 8 (delapan) buku dengan modal hanya kisaran 100ribuan (lebih dikit)?? v^^v Sebenernya buku-buku impor juga banyak yang diskon, dari harga 300-500ribuan jadi 100ribuan. Cuma… Yah, me and my economical priciple: kalau dengan 100ribu bisa beli 8 (delapan) buku, kenapa musti habisin uang 100ribu untuk 1 (satu) buku? hehehe… (Kalau versi suami lain lagi: kenapa musti beli buku?^^’)

Trus buku yang bikin ngiler itu Kumpulan Kisah Klasih Dinasti Ming oleh Feng Menglong. Ternyata masih ada 3 (tiga) seri lagi with beautiful Chinese painting hard cover (again, it’s only Rp25.000,-!!). Dah nyaris kalap aja pengen beli keempat-empatnya. My brother say that I am an impulsive buyer hehehe… Kalau berhubungan dengan buku sih, bisa jadi πŸ˜‰ Akhirnya disaranin untuk beli 1 (satu) buah dulu, kalau bagus ceritanya baru beli sisanya. Mudah-mudahan sampe bulan-bulan berikutnya masih ada diskon deh!

Sampe rumah jam 10 malam (Alhamdulillah masih keburu kereta Ekonomi AC tujuan Bogor^^’). Setelah ngebongkar belanjaan dan beberes, akhirnya bisa tidur dengan tenang… πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

Monday comes…

So, how’s your weekend? ‘hope you enjoyed your free time, get along with family and friends. Mine? my weekend wasn’t bad, spent most of weekend -Saturday & Sunday- by sleeping. What a quality times! hehehe…^^’ Especially on Saturday, I didn’t really remembered what am I doing at that time but SLEEPING. When I woke up, I just doing regular things like take a bath, have breakfast+lunch (same time), daily pray, browsing internet (still I haven’t posting anything for this blog), then fell asleep (again). Maybe I was too tired to do anything, since the last 2 (two) days -Thursday & Friday-really such ***** days (note: *can’t find the right phrase to describe the whole situation).

Thursday (Kamis, 14 April 2011)

Mom’s back. Berhubung Ibu baru pulang dari Padang, pasti bakalan banyak tambahan bawaan selain koper. Padahal sebelumnya dah ngirim paket 2 (dua) kardus via TIKI ke kantor gw (Kalo pakai alamat rumah, takutnya pas paket datang pas lagi gak ada orang di rumah. Repot lagi urusannya musti telpon-telpon kantor TIKI buat konfirmasi). And guess what?Β  Selain koper dan tas, ibu bawa tambahan 2 (dua) kardus lagi + 2 keranjang/kantong plastik. Whoaaa… I didn’t expect that much, karena pas jemput Ibu, gw juga bawa kardus paket TIKI 1 (satu buah),maksudnya sih nyicil, jadi besok tinggal bawa sisanya. Ternyata oh ternyata… dengan barang segitu banyak (including my personal stuff), dan dibawa oleh HANYA oleh 2 (dua) orang saja… Rempong bener daaahhh!! >__< But we can make it! *kinda proud of herself ^^v

Mana pesawat yang dinaikin ibu pake acara delay segala. Estimasi jam5an bisa ketemuan di Gambir & pulang bareng naik Pakuan Bogor, eh akhirnya malah naik Pakuan jam 19.15. Untung masih keburu (walaupun ngosh-ngosan juga bawa barang ke lantai 2, mana eskalator lt.2 gak berfungsi pula!). Sampe rumah jam 8an malam, masak air buat mandi, mandi dll trus tidur. Bangun pagi badan sakit-sakit. Gak sempet masak-masak nyiapin bekal buat dibawa ke kantor 😦

Friday (Jumat, 15 April 2011)

Pagi-pagi badan masih berasa remuk. Pegal sangaaaattt!! Badan pegal, mood jadi ikutan jelek. Pergi sarapan di kantin basement, menunya mengecewakan. Beli nasi bungkus pake telor balado, kerang+sayur, dikasinya dikit banget. Mana cabenya asin! >_<‘ Jadi gini ceritanya: di tempat gw beli nasi, ada 2 (dua) orang penunggunya, sebut aja Ny.X dan Ny.Z. Gw biasa beli nasi sama Ny.X karena dia porsinya lebih banyak dibanding Ny.Z. Pokoknya dengan nominal yang sama, porsi versi mereka berdua gak imbang lah! Gw sih maunya dilayanin sama Ny.X, tapi nasib apes bener deh kebagian sama yang satu lagi 😦 Pas balik buat makan diruangan, bener kan feeling gw… Nasi dikit sih gak masalah, nah lauknya ikutan dikit pula (gw bahkan bisa ngitung ada berapa buah kerang yang ada dalam piring saking dikitnya). Gak sepadan antara porsi nasi, lauk dan jumlah uang yang gw bayar… AAARRRGGHH… Trus pas beli jus, mintanya jus wortel hangat, bukan yang suam-suam kuku! >_<

Sarapan sambil ngedumel di telpon (pas suami lagi nelp, jadilah dia objek untuk menumpahkan segala kekesalan hehehe…), akhirnya habis juga sih… Mungkin karena sambil nelpon, jadi gak berasa makanannya dah habis aja πŸ™‚ Abis sarapan minum Neurobion sebelum pergi rapat. Really, pegal-pegalnya gak nahan banget 😦 Pas jam makan siang, menunya so-so, gak separah sarapan lah pokoknya. Dan waktupun berlalu…

Jam 17.00, waktunya pulang.

Sebelumnya dah janjian sama 2 (dua) temen gw (we’ve known each other since we’re in junior high) ketemuan di daerah Depok. Mereka tinggal di Depok, dan gw dulu juga -dari SD sampe SMA- tinggal di Depok. It’s a regular after-work’s meeting, we’ve met once a week or twice a week sometimes… But since I got married, especially after mom pulang kampung for a month, it’s so hard to meet ’em all. The meeting’s plan always suspended, so when I got news that they’re available, i feel excited. Well, at least my Friday wasn’t that bad, I could met my best buddies in the end of these not-so-good-Friday.

But again, adaaaa…lagi masalah! Kereta trouble!! (again-and-again-and again). Biasanya kalau naik Depok Ekspress dari Jakarta-Depok cuma makan waktu 1/2 jam. Kalau naik kereta jam 18.00, sampe Depok jam 18.30, or at least 18.40an. Nah iniiii… baru sampe Depok jam20.00an!! Rasanya mau pulang aja, tapi sama aja karena keretanya cuma berenti sampai Depok. Kalau mo pulang harus nunggu kereta lagi dari Depok menuju Bogor… Fffiuuhhh… sia-sia aja rasanya kalau langsung pulang begitu aja.

Untunglah temen-temen mau nungguin gw sampe di tempat janjian. Kita makan bareng, ngobrol ngalor-ngidul mulai soal Super Junior sampe isu terkini tentang kelakuan nyeleneh anggota DPR (I’m not gonna talk about politics here, silahkan cari sendiri link-link terkait). Well, mungkin kami ini memang termasuk tipe orang yang santai, easy going, too busy with our own, tapi giliran diskusi yang “berat”, ternyata bisa juga ya… hahahaha… πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€

Setelah puas ngobrol ngalor-ngidul, pulang naik kereta jurusan Bogor (Ekonomi AC) yang penuhnya amit-amit! Bahkan gerbong khusus perempuan “terkontaminasi” saking penuhnya. Alhamdulillah, sampai juga dirumah dengan selamat dan langsung tepar ditempat tidur (dsempetin buat mandi&sholat dulu sih…)

Saturday (Sabtu, 16 April 2011)

As I told you before, gw tidur seharian… hibernasi πŸ™‚

Monday (Minggu, 17 April 2011)

Hmmm… baru deh hari ini beres-beres rumah, itu juga mulainya jam 3 sore πŸ™‚ Beresin kamar, nyapu, ngepel, trus bikin jus Terong Belanda. Ini salah satu isi kardus bawaan Ibu selain Marqisa dan berbagai macam keripik khas Sumatera Barat. Terong Belanda jelas beda dengan sayur Terong. Setelah gw browsing beberapa link, Terong Belanda (Cyphomandra betacea) tu mengandung kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin A dan Vitamin C, baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Waahh, jadi semakin termotivasi buat minum jus ini nih… Tambahan di Jakarta jarang banget nemuin buah Terong Belanda ini. Sekalinya ada, rasanya gak puas, lebih banyak airnya daripada buahnya. Encer. Mahalnya aja yang dapet ^^’

Rasa buahnya asam manis. Segar. Kalau pas ada menu ini di resto/rumah makan, silahkan dicoba deh… Gw dah pernah juga nyobain jus Buah Naga, tapi memang lebih suka jus Terong Belanda. Jus Buah Naga rasa manisnya aneehhh… (walaupun ada beberapa orang yang bilang enak, tapi mungkin ini kembali ke soal selera kali ya… atau yang bikin jus-nya kebanyakan kasih gula? πŸ™‚ ) Berhubung ibu bawa Terong Belanda lumayan banyak, jadi kita pesta jus deh… Rasanya memang lebih puas bikin sendiri.

Jus Terong Belanda a la gw: Kupas kulit buahnya terlebih dahulu (9 buah), potong-potong dan masukkan ke dalam blender. Campur dengan 2 cangkir air gula dan es batu, tambahkan susu kental putih sesuai selera. Blender sampai halus. Tuangkan ke cangkir (porsi 3 cangkir), tambahkan susu kental lagi sesuai selera. (Cat: kadang ada biji buah yang tidak hancur sewaktu di-blender, jadi sebelum dituang ke cangkir bisa disaring dulu).

Beda lagi dengan sayur Terong (Solanum melongena L). Walaupun mengandung zat gizi dan baik untuk kesehatan, bagi perempuan yang hendak merencanakan kehamilan, untuk sementara waktu sebaiknya menghindari sayuran ini (terutama dari jenis terong susu) karena mengandung senyawa solasodin yang dapat mencegah kehamilan. Sedangkan bagi laki-laki buah ini baik dikonsumsi karena mengandung afrodisiak dan dapat membantu menyembuhkan lemah syahwat. Jadi kesimpulannya, berdasarkan hasil penelitian (pada tikus), zat pada terong itu dapat melemahkan kesuburan, namun tidak melemahkan libido πŸ™‚

Sekian info seputar per-terongan hari ini… Semoga bermanfaat πŸ™‚

Setelah juice party, saatnya beberes, siap-siap buat menyambut hari Senin…

Happy Monday, everyone πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚