Memang susah untuk bisa konsisten… Well, konsisten disini artinya bisa posting blog secara teratur, tapi nyatanya dalam kurun waktu 6 (enam) hari kebelakang, Iย wrote nothing. Memang ada pekerjaan yang musti diprioritaskan sih (Finally, I’ve papers that worthed to do. The last one totally sucks and I halfhearted to finish them). Selain itu, gw sedang berusaha nyelesain baca novel The Book of Lost Thing yang dipinjem diperpustakaan beberapa waktu lalu. Besok (Senin, 9 Mei 2011) batas waktu pengembaliannya. Ffhiiuuhh… kayaknya kemampuan gw untuk membaca dah menurun deh. Buku dengan tebal 471 (empat ratus tujuh puluh satu) halaman, butuh lebih dari 5 (lima) hari baru selese! Padahal biasanya 2 (dua) hari juga kelar. Entahlah… Niatnya mau dibaca pas perjalanan berangkat dan pulang kantor, tapi baru baca beberapa halaman bawaannya pengen tidur (dan sudah bisa ditebak, Iย choose “sleep” of course). ๐Ÿ™‚

Bukunya sendiri sih gak membosankan, translatenya juga bagus (sering ‘kan, nemu buku-buku terjemaahan tapi hasilnya sucks, malah mendingan baca buku yang pake versi aslinya -Inggris- dibanding baca yang sudah diterjemaahin). Bagi yang mau baca juga, I just want you to know: This book is not for CHILDREN. If you’re under 15, I suggest to find another book. Even the character -David- still a child, but you’ll find the Red-riding Hood, Snow White and the Seven Dwarfs, Sleeping Beauty, and the Knights totally DIFFERENT ever since. Jangan ketipu dengan cover buku yang kesannya kekanak-kanakan, karena penggambaran adegan yang sadis bener-bener gamblang diceritain disini. I still shock myself until now… Tapi gw sendiri gak tega untuk gak nerusin baca. Penasaran bagaimana David bisa survive di negeri dongeng yang Alice (in wonderland)-pun mungkin bakal memilih mati daripada lama-lama tinggal disana.

So, inti ceritanya begini:

Dengan latar belakang kota London, menjelang serangan Jerman pada masa Perang Dunia II, David harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya meninggal dunia karena sakit, dan ayahnya menikah lagi. Ibu tirinya bukanlah orang jahat, tapi memang David masih sulit menerima kenyataan bahwa bagi ayahnya, hidup berdua saja dengan David tidaklah cukup. Ditambah dengan kehadiran Georgie, adik tirinya. David yang hobi membaca (lebih suka mengurung diri dikamar, membaca buku-buku yang dia & ibunya sukai dibanding bersosialisasi dengan ibu & adik tirinya), suatu ketika mendengar suara mendiang ibunya memanggil-manggil dan sampailah dia ke ceruk di pohon besar, terperosok jatuh ke dalamnya -bertepatan dengan bunyi ledakan pesawat tentara Jerman yang jatuh dibelakangnya- dan voila! he’s already in “wonderland”. Mulai dari sini ceritanya dimulai. David harus menempuh perjalanan yang berat (dan harus berpikir keras kalau gak mau mati dimangsa) untuk menemui Raja supaya bisa kembali pulang kerumahnya. Berikut potongan adegan-adegan yang ada di novel ini, then you’ll know the reasons why this book is not for children.

Cerita si Tudung Merah (Red Riding hood)

“… diulurkannya tangannya dan disentuhnya kepala serigala itu. Dibelainya bulu-bulu serigala dan ditenangkannya binatang itu. Dan serigala melihat betapa indah kedua mata si gadis (yang memandang kepadanya), betapa lembut kedua tangannya (yang membelai-belainya), dan betapa merah merekah bibirnya (bisa untuk menciumnya). Si gadis mencondongkan badan dan mengecup si serigala. Kemudian dilepaskannya mantel merahnya…” Dari cerita ini muncullah kaum Louph, semacam werewolf yang berambisi untuk membunuh Raja dan menjadi penguasa disana.

(Mirip) cerita Hansel & Gretel

“…Lalu dia menambahkan kayu ke dalam api, dan perlahan- lahan si perempuan tua mulai terpanggang, dan dia menjerit-jerit dan meratap-ratap dan mengancam akan menyiksa si anak perempuan dengan berbagai siksaan yang palings eram.ย  Begitu panas oven itu, sehingga lemak di tubuhnya mulai meleleh, mengeluarkan bau busuk luar biasa dan membuat mual si anak perempuan. Tetapi nenek tua itu masih meronta-ronta, bahkan ketika kulitnya terkelupas dari dagingnya, dan dagingnya terlepas dari tulang-tulangnya….”

Cerita si Snow White dan 7 Kurcaci

“Kalau begitu, kau ini apa? Jangan bilang kau cuma salah satu teman mereka yang memboooooosankan, yang datang kemari buat mengoceh tentang para buruh dan penindasan. Aku sudah memperingatkan mereka: jangan lagi membicarakan revolusi, sampai aku sudah selesai minum teh.”

Bagian sadis lainnya:

“David membuang muka setelah melihat tusukan pertama itu, tangannya menutup mulutnya dan matanya dipejamkan rapat-rapat. Ketika dia sudah mulai berani melihat lagi, kepala si gadis sudah dipenggal dari tubuh kijangnya dan si pemburu membawanya dengan mencengkeram rambutnya, darah kehitaman menetes-netes dari lehernya ke tanah…”

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga karakter troll, harpy, ada cerita mirip Beauty and The Beast (hanya saja yang menjadi Beauty adalah seorang ksatria dan The Beast adalah perempuan yang berwajah macan kumbang. Believe me, this is not a happy-ending story), dan Sleeping Beauty yang ternyata wanita vampir ^__^. Pokoknya kacau deh! Yang mau baca silahkan cari bukunya, yang gak mau ya gak papa… ๐Ÿ™‚ Pokoknya novel The Book of Lost Thing dah selesai dibaca. Mudah-mudahan hari ini ada kesempatan buat sneak out ke perpustakaan. Mau pinjam lagi, padahal sih buku-buku yang di beli di Gramedia belum disentuh sama sekali. I’m such greedy ^^’ hehehe…

Speaking about my beverages projects, I made it!! b^o^d Dalam waktu 1 (satu) minggu ini gw bikin cappucino-milkshake, choco-banana milkshake, jus mangga dan semalam bikin strawberry milk-shake. Bener-bener bikin ketagihan. Sayang, karena penyajiannya sederhana (cuma dituang ke cangkir, gak pake hiasan-hiasan seperti di restoran dan langsung habis diminum atau disimpan di botol minuman), jadi gak difoto dan di-upload disini ๐Ÿ™‚ Di kulkas juga ada tomat merah, kemungkinan malam ni mo bikin jus tomat (kalau gak kemalaman sampai rumah ^^’). Waaahhhhh… kalau udah ketagihan seperti ini, musti ada stok buah segar selalu di dalam kulkas \m/

Cappucino milkshake a la gw:

Siapin bahan berupa 2 (dua) bungkus cappucino torabika (atau merek lainnya juga boleh), 2 (dua) kotak susu cair frisian-flag low-fat rasa vanilla/putih @200 ml, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok makan susu kental manis putih sebagai pengganti gula, dan es batu. Campur semua bahan dan blender sampai halus. tuang ke gelas. Bisa dibubuhkan chocolate granule di atasnya. Ready to serve.

Choco-banana milkshake:

2 (dua) kotak susu cairย  frisian-flag low fat rasa coklat, 2 (dua) buah pisang, potong-potong, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok susu kental manis putih sebagai pengganti gula dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Jus Mangga:

2 (dua) buah mangga yang sudah dikupas dan dipotong-potong, 2 cangkir air gula, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Strawberry Milkshake:

18 (delapan belas) butir strawberry yang sudah dicuci bersih dan dipotong-potong, 2 cangkir gelas susu putih cair, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus dan sajikan.

Mudah kan? dan bikin ketagihan!! I’m hardly wait to make another juices tonight or tomorrow๐Ÿ™‚

Hmmm… selain beverages project, dalam kurun waktu seminggu ini gw juga menghabiskan waktu buat nonton DVD (pas weekend). Kebetulan hari Jumat kemaren (6 Mei 2011) ada mas-mas yang dateng ke kantor nawarin dagangan DVD. Lumayan kan, dengan harga Rp5000,- (lima ribu rupiah), gw gak perlu jauh-jauh dan panas-panas hunting DVD ke Glodok walaupun si mas gak bawa banyak-banyak. Jadi pilihannya terbatas ^^’

Mumpung adek gw lagi pulang kerumah buat perbaikan gizi (biasa, anak ngekost), jadi kita nonton bareng-bareng di ruang tengah. Pertama kita nonton Gulliver’s Travel. Lumayan menghibur, komediย  khas Jack Black cukup menjadi jaminan buat ketawa ngangkak ngeliat aksi konyol Mr. Jack dan para liliput. Setelah puas ketawa-ketawa gak jelas, kita beralih ke genre yang lain: romantic comedy film, yaitu From Prada to Nada. Huuuhhhhfffttt… Boring! Katanya ini film adalah versi latin (kedua tokoh ceweknya adalah keturunan Mexico) dari novel Jane Austen: Sense and Sensibility. Tapi, walaupun boring, entah bagaimana kami bisa bertahan untuk nonton film ini sampai selesai ^^’ Meski jalan ceritanya “begitu-begitu aja”, tapi dari penggambaran setting cerita cukup terlihat kesenjangan sosial yang ada di daerah California. Mereka yang tadinya tinggal di kawasan mewah di Beverly Hills, terpaksa pindah ke kawasan imigran -sekali dua kali ada latar belakang suara tembakan yang katanya perang antar geng- dimana bibi mereka tinggal. Cerita baru mulai “terbangun” menjelang 1/2 (setengah jam) akhir, cukup berbobot sih… Walaupun gw masih gak ngerti komedi dibagian mananya ni film. Romantic sih iya. Lumayan.

Sense and Sensibility selese, kita coba beralih ke Confucius yang diperanin sama Chow Yun Fat. Wedeeeewwww… gak sampe 15 (lima belas) menit langsung gw ganti. Walaupun gambarnya bagus, tapi translate-nya hancur lebur!! Karena pake bahasa mandarin, dah pasti gak ngerti ceritanya kalo gak ada subtittle ^^’

Akhirnya tatapan mata beralih ke Just Wright, film komedi romantis-nya Queen Latifah. Sebenernya gak pengen-pengen banget nonton film ni sih, tapi kalo baca review di sampul DVD-nya:

“Just Wright is the latest rom-com starring Queen Latifah, and it is not bad considering some of the awful work she’s done in the past (Last Holiday, Bringing Down The House). It is sweet and charming, with a decent enough story to make it worth watching. There are a few funny parts, but I didn’t really laugh out loud once. It kept my interest and I found my self rooting for Latifah’s character throughout the movie”

And, you know what? I LIKE THIS MOVIE. So down to earth, simple story tapi gak membosankan. Latifah as Leslie Wright really have a strong character , independent woman’s type yang bisa kita temui di jaman modern ini. Berbeda dengan stereotype film yang tokoh utamanya harus berwajah cantik dan punya body model Victoria’s Secret, I prefer this one. Ceritanya lebih berbobot dibanding tipe rom-com sejenis. We all know Latifah is not a model like that, but I kinda like her smile and attitudes. That’s make her outstanding.

Leslie Wright bekerja sebagai physioterapist, punya mobil bobrok-penyok dibagian pintu depan-, disela-sela waktu senggangnya dipakai buat merenovasi rumah yang kadang-kadang dibantu sama ayahnya (tapi kebanyakan justru si ayah malah bikin tambah rusak ^^’). Kencannya gak terlalu lancar karena kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa Leslie terlalu cool, terlalu mengerti cowok sampai-sampai mereka berasa lagi hang-out sama temen cowok, bukan nge-date *rolling eyes

Leslie penggemar NBA’s game dan suatu hari dia ketemu pemain NBA Scott McKnight di gas station. She’s a huge fan and when she start to like him as a man, dah keburu ditelikung sama temen baiknya sendiri (yang juga nebeng tinggal di rumah Leslie). Tapi pada saat McKnight terluka dan terancam gak bisa berkarier lagi di NBA, Leslie yang mendampingi dan memberi semangat supaya McKnight bisa comeback lagi. Then he realize that Wright is the right ones… ๐Ÿ™‚ย  ๐Ÿ™‚ย  ๐Ÿ™‚

Masih romantic comedy movie, gw lanjut nonton No String Attached (Ashton Kutcher, Natalie Portman). Tapi ni film gw tonton ndiri di laptop sambil leyeh-leyeh di tempat tidur. Lumayan lucu sih, cerita tentang sex-buddies and their rules, but I think Get Wright is much better. Gw gak keberatan buat nonton film itu sekali lagi. Cerita yang sederhana dan down to earth belum tentu membosankan ‘kan? ๐Ÿ˜‰

Advertisements