Archive for May, 2011


Dear Enemy

Nope, this post is not about enemy or dedicates to them. Not at all.

“Dear Enemy” is a novel, written by Jean Webster. Know her? Yep, she’s the author ofΒ  Daddy Long Legs, tells about an orphan girl, Judy Abbot and her letters to her secret guardian. This classical novel is classified as young adult literature or even children literature, but definitely not a fairy tale like Snow White, Cinderella etc yang segalanya bergantung pada magic. Sama halnya dengan Anne of Green Gables karangan Lucy Maud Montgomery atau Little Women karangan Louisa May Alcott, novel-novel ini bercerita tentang para wanita dengan latar belakang dimulainya era emansipasi wanita, masa-masa para wanita mulai diberikan kesempatan untuk menikmati pendidikan dan memiliki status sosial seperti halnya laki-laki. A time when women start to expressed their thoughts and their independence tanpa melupakan sisi feminitas mereka.

Novel ini gw baca sebelum “menyentuh” Palace of Illusions, jadi harusnya sih gw bikin review novel ni dulu baru Palace, ya gak?^_^ dan malah sebelumnya gw dah kelar baca Life of Pi. Jadi terbalik nih urutannya hehehe… Tapi ya sutralah, review (sekilas info) tentang buku-buku yang sudah gw baca akan dipaparkan pada posting selanjutnya, dah masuk waiting list kok πŸ™‚

Dear enemy merupakan sequel dari Daddy Long Legs. Meskipun dibilang sequel, ceritanya sama sekali bukan tentang kelanjutan hubungan Judy Abbot dan Jarvis Pendleton setelah menikah seperti kisah Anne of Green Gables, tapi menceritakan tentang sepak terjang Sallie McBride, sahabat Judy semasa kuliah sekaligus seorang sosialita kelas menengah-atas yang ditantang oleh sahabatnya (dan darah panas Irlandia-nya terpancing) untuk mengurus Panti Asuhan John Grier, tempat Judy dibesarkan. Dan petualangan Sallie di John Grier-pun dimulai…

Penceritaan dalam novel ini berbeda dengan novel lainnya yang kita kenal secara umum. Disini kita melihat serpak terjang Sallie sebagai new superintendent yang totally blind akan pengelolaan panti asuhan melalui surat-suratnya kepada Judy (dan Jarvis sebagai ketua dewan pengelola panti asuhan), Gordon Hallock (seorang politisi dan tunangan Sallie), dan Robin McRae, seorang dokter yang bertanggungjawab atas kesehatan 113 (seratus tiga belas) anak penghuni John Grier (surat kepadanya-lah Sallie selalu mengawalinya dengan “Dear Enemy…” saking seringnya mereka berbeda pendapat). Yap, kita bisa mengetahui petualangan Sallie hanya melalui surat-suratnya. Interesting way indeed, tapi sayangnya penceritaannya hanya dari satu sisi saja, yaitu dari surat-surat Sallie semata. Kita hanya bisa mengira-ngira apa isi surat balasan dari Judi (dan Jarvis), Gordon dan McRae melalui surat-surat Sallie untuk mereka selanjutnya.

Cerita yang sederhana, tapi cukup menghibur bagi yang suka bacaan genre semacam ini.

Ngomong-ngomong soal sederhana, gw kan juga pinjem novel “I don’t Care”. Daripada novel, lebih cocok sebagai kumpulan cerita pendek sih… Nah, sebelum pinjam novel ni dari perpustakaan, gw bolak-balik halaman didalamnya dulu, pengen tahu sekilas, sebenernya ini buku cerita tentang apa sih? πŸ™‚ Pas gw nemu cerita yang lumayan menarik:

MATI

“Sudah…?”

“Baru beberapa menit yang lalu… Cukup tenang…!” jawab Kasim datar.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun…!”

Udah. Cuman segitu aja ceritanya. Dibilang cerita sederhana juga gak pas kali yaa… ini sih bener-bener pas disebut CERITA PENDEK! πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Waktu baca bagian itu, asli gw (nahan) ketawa di perpustakaan (padahal kan cerita tentang ada yang meninggal, kok malah ketawa… hehehe…). Cuman sayang, pas gw baca cerpen-cerpen lainnya, gw ngerasa gak terlalu sreg dengan penceritaanya. Mungkin karena bukan genreΒ  bacaan gw kali yaa… ^^

Nah, cerita “I don’t Care” yang benar-benar pendek (141 halaman ) ini berbanding terbalik dengan The Glass Palace. Akan gw ceritain pada posting-an selanjutnya…

Have a nice day, everyone πŸ™‚

 

 

Advertisements

Palace of Illusions

This book is Amazing! Begitulah kira-kira kesan gw setelah membaca novel karangan Divakaruni ini. Benar-benar orisinal dan sungguh gw terkaget-kaget dengan penggambaran kisah epik Mahabrata yang terkenal di dalamnya. So intimate (bukan intim dalam pengertian negatif ya). Selama ini kalo gw membaca atau menonton kisah Mahabrata (dulu pernah ditayangin di TPI, waktu itu masih SD malah^^) kita sekedar jadi penonton aja. Tapi di novel ini, penceritaan (dan alihbahasanya) bisa membuat kita merasa berada di dalamnya, meski tetap peran kita adalah sebagai penonton yang menyaksikan takdir bergulir di dalamnya, tak mampu untuk merubahnya… Tapi, sebelum membaca posting-an gw lebih lanjut, I just wanna tell you, ini bukan tentang mengkritisi isi buku/novel, tapi bagaimana kesan-kesan gw sebagai penikmat buku saat membaca Palace of Illusions ini.

Novel ini menceritakan tentang kisah Mahabrata dari sudut pandang tokoh wanita yang paling berpengaruh dalam kisah ini: Dropadi. Menurut gw justru kisah ini merupakan kisah perjalanan hidup Dropadi, mulai dari asal-mula kemunculannya dari dalam api (bersama-sama dengan kakaknya Drestadyumna), sampai menjelang kematiannya di daerah pegunungan Himalaya saat menjalani ritual mahaprasthan menuju nirwana. Kisah Mahabrata yang sudah kita kenal sebelumnya lewat tivi atau komik (termasuk para tokoh Pandawa-Kurawa) hanya menjadi pelengkap.

Pada saat awal-awal membaca novel ini, pikiran gw otomatis selalu tertuju padaΒ  para tokoh yang pernah gw tonton di serial tvΒ  (Inget banget dulu pas jam istirahatΒ  dibela-belain pulang kerumah buat nonton serial ini. Untung rumahnya deket dari sekolah, jalan kaki gak sampe 5Β  (lima) menit hehehe…), berusaha keras mengingat wajah, karakter masing-masing beserta jalan ceritanya sambil membanding-bandingkan bagaimana penceritaan di buku ini. Pokoknya dulu kesimpulan gw tuh, Pandawa=baik, Kurawa=jahat. Tapi ternyata “kenyataan” yang diceritakan oleh Dropadi tidaklah sesimpel itu. Bahkan Duryudana-pun sebenarnya bisa menjadi tokoh yang baik. Dia bisa dikatakan sebagai produk salah asuhan, dan saat segalanya dirasa sudah terlambat, there’s no way to turn around ^^

I found it so hard to compare the both version:Β  from the TV series and the novel ones, the TV’s stories comes blurry and blended in my mind then I said “forget it!”. Lupakan cerita versi di TV itu, lupakan kalau sebelumnya pernah membaca komik-komik Mahabrata, lupakan siapa itu Arjuna, Yudhistira, Bima, klan Kurawa dan lain-lain. Gw memulai dari awal lagi, seakan-akan gw belum pernah mengenal kisah ini sebelumnya (Sumpe deh… waktu baca lembar-lembar awal novel ni, pikiran gw langsung otomatis ngebayangin adegan-adegan yang ada di versi tv, walau cuma sepotong-sepotong tetep aja annoying ^^’)

Kisah ini full efek domino, dari tragedi yang satu muncul tragedi lainnya. Perbuatan, sumpah dan kutukan satu orang bisa berimbas pada orang lain, bahkan sampai ke anak cucu. Dropadi (dan kakaknya)-pun terlahir melalui api persembahan Prabu Drupada sebagai bentuk permohonan kepada para dewa demi membalas dendam kepada sahabat sekaligus musuhnya: Drona. Sang kakak terlahir dengan mengemban takdir sebagai alat balas dendam sang ayah, dan sang adik yang pada awalnya dianggap sebagai “pelengkap” ternyata punya takdirnya sendiri.

Dropadi adalah putri kerajaan yang cerdas, minatnya yang tidak lazim pada pelajaran-pelajaran sang kakak (misalnya tentang kenegaraan) menimbulkan kekhawatiran sang ayah. Para guru banyak mengeluhkan sikap Dropadi yang terlalu ikut campur saat kakaiknya sedang belajar (Dropadi sering kasih “contekan” malah^^’). Pada awalnya, sebagai putri, Dropadi kurang percaya diri dikarenakan warna kulitnya yang gelap. Tapi sahabatnya Krishna -yang juga berkulit gelap- membesarkan hatinya. Krishna sering memanggil Dropadi: Krishnaa (bentuk feminim dari kata Krishna) dan berkata:

“Masalah hanya menjadi masalah kalau kau percaya itu masalah. Dan sering orang melihatmu seperti kau melihat dirimu sendiri”.

Ibarat kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu, dari kata-kata itulah Dropadi perlahan-lahan berubah menjadi Putri Panchala yang mengagumkan πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Hal yang bikin gw amazed saat baca novel ini adalah the fact that Dropadi memendam perasaan pada Karna (begitu pula sebaliknya), perasaan yang muncul sebelum Arjuna memenangkan sayembara yang diadakan oleh Raja Panchala dengan hadiah sang putri untuk dijadikan istri si pemenang. Awalnya, Karna-lah yang berhak menang, akan tetapi karena Karna (sudah diberi gelar Raja Angga oleh Duryudana) bukanlah kaum ksatriya, para pangeran, dan asal-usulnya tidak jelas, kemenangannya dianggap tidak sah. Awalnya, Karna tidak bersedia mundur, dan demi menghindarkan pertumpahan darah antara Karna dan Drestadyumna -jelas kakaknya yang akan kalah- Dropadi terpaksa mengucapkan kata-kata yang menimbulkan benih-benih dendam demi menyelamatkan nyawa kakaknya. Akhirnya, Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dia teringat dengan kata-kata bijak: “istri yang menyimpan dalam hatinya pikiran penuh hasrat terhadap laki-laki yang bukan suaminya, sama tidak setianya seperti perempuan yang tidur dengan laki-laki semacam itu”, but still… deep in her heart, she couldn’t forget about him.

I’ve become more exciting to read this book after I found out about their feeling for each other dan selalu penasaran dengan kelanjutan kisah mereka berdua. Ada beberapa scene mereka berdua yang bikin gw terharu sekaligus sedihhh… T__T

Hal-hal lainnya yang bikin gw amazed juga dalam novel ini:

  1. Seperti yang dah gw singgung sebelumnya, Dropadi menjadi istri dari Pandawa bersaudara, dengan pengaturan tiap tahun suaminya berganti: tahun pertama dengan Yudhistira, tahun kedua dengan Bima, dilanjutkan dengan Arjuna, Nakula dan Sadewa pada tahun-tahun berikutnya dan terus berulang menurut urutan kelahiran para suami. Dari tiap-tiap suami, Dropadi dikaruniai seorang anak.
  2. Diantara kelima saudara Pandawa, Bima-lah yang paling mencintai Dropadi setulus hati. Sayang, Dropadi tidak bisa membalas perasaannya dengan kapasitas yang sama. Dropadi menyayangi, menghormati suami-suaminya, dan menjalankan tugasnya sebagai istri dan ratu Indraprashta dengan baik, berusaha keras mengenyampingkan perasaannya terhadap Karna. Mungkin Dropadi mencari sosok Karna dalam diri Arjuna mengingat mereka berdua ada kemiripan (sama-sama jago panah), but seems it didn’t work well ^^’
  3. Ibunda para Pandawa, Kunti, well… dia memang ibu yang sangat dihormati oleh putra-putranya, akan tetapi, dari sudut pandang Dropadi, dia adalah ibu mertua yang “sulit” ^^’
  4. Yudhistira yang dikenal bijaksana dan sebagai panutan adik-adiknya, juga bisa bersikap sinis (cuma Dropadi dan kakaknya yang mengetahui hal ini) πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ *I really like this one
  5. Dropadi gemar mengamuk dan melontarkan kata-kata tajam. Intensitasnya makin tinggi saat dia mengetahui para suaminya menikah lagi (tujuan sebenarnya dia mengamuk adalah supaya para Pandawa tetap menaruh hormat yang sehat & para istri muda menjadi sungkan padanya^^’) dan saat dia kehilangan Indraprashta gara-gara Yudhistira kalah bermain dadu melawan Sangkuni
  6. Karna adalah saudara tertua dari Pandawa. Karena kecerobohan Kunti, Karna terlanjur hadir di dunia dan dia dibuang ke sungai. Pada akhirnya Karna mati ditangan Arjuna tanpa mengetahui kalau Karna adalah kakaknya, sedangkan Karna yang sudah mengetahui hal tersebut dari Kunti, memilih untuk tetap setia di pihak Kurawa. Tepat sebelum anak panah Arjuna mengenai sasarannya, Karna tersenyum.

Yahhh… sekian dulu postingan gw tentang novel ini. Mudah-mudahan tidak bosan bacanya hehehe… πŸ˜‰Β  πŸ˜‰Β  πŸ˜‰

Melanjutkan postingan sebelumnya, gw upload foto-foto selama kita karaokean πŸ™‚

Wonder GIRLSWonder Girls – Nobody

Super Junior Sorry-SorrySuper Junior, Sorry-Sorry

Suasana di luar sebelum “ngamar” πŸ™‚

Well, cuti yang diumumkan pemerintah secara mendadak, menjelang jam pulang kantor pada tanggal 13 Mei 2011 benar-benar bikin tensi naik! Gimana gak bikin sebel, coba… (yakin dah! gw bukan satu-satunya yang juga merasakan hal yang sama), seumur-umur baru kali ini ngalamin hal semacam ini. Kok bisa?? Bukannya cuti tahunan itu seharusnya sudah diatur sebelum pergantian tahun? Kalau tanggal 16 Mei kemaren dianggap libur biasa tanpa potong cuti tahunan sih gak papa, nah kalau ternyata gara-gara libur tanggal 16 Mei itu jatah cuti tahunan juga dikurangin? Rugi bandaaaarrrr…. >_<

Yang gw sesalin, kenapa kasih pengumumannya mepet sekali? Setelah denger berita cuti bersama di tv, langsung cek website info penerbangan dan seperti yang dah diduga sebelumnya, harga tiket langsung meroket. Sedih bangeeettt… 😦 Padahal seminggu yang lalu gw cek, harga tiket masih dalam batas normal. Jadilah momen cuti kali ini terbuang sia-sia, gak bisa ketemuan sama suami. Suami juga lagi gak bisa ke Jakarta karena waktunya mepet sama acara pelantikan di kantornya. hiks… Mungkin bagi orang-orang yang berada dalam keluarga”utuh” (baca: suami-istri berada dalam satu rumah) bisa menganggap ini berkah, nah bagi orang-orang yang menjalani long-distance marriage kayak gw gimana coba? Yang ada juga kita manyun! hehehe…

Sebenernya sisa cuti tahunan gw tinggal 3 (tiga) hari untuk tahun ini karena sebelumnya dah kepake buat acara married dan mendoa bulan Januari dan Maret kemaren. Rencananya sisa 3 (tiga) hari itu mau dipakai buat cuti di awal-awal bulan Ramadhan. Gw pengen mencoba menjalani ibadah puasa Ramadhan untuk pertamakalinya bersama suami. Tapi, yah… angan-angan tinggallah angan-angan. Berhubung tanggal 16 Mei dijadikan cuti bersama dan tanggal 3 Juni juga samimawon, sisa cuti gw untuk tahun ini tinggal 1 (satu) hari. Nah, di tempat gw ada kebijakan kalau setiap pengambilan cuti minimal sebanyak 3 (tiga) hari, jadi yaahhh… gak bisa puasa bareng deh intinya 😦

Nah, yang bikin BT pas baca komen-komen dari pembaca seputar artikel cuti mendadak ini (tiap baca artikel -apapun- sering gw baca komen-komennya). Mostly malah pada nyindir-nyindir PNS gitulah -keluar dari konteks berita- bilang jadi PNS tu enak, banyak cutinya, kerja dikit tapi duit mengalir terus, kalo mo jadi PNS tinggal bayar puluhan juta selesai urusan. Well, for your info ya, gw gak tau bagaimana dengan instansi yang lain, tapi yang pasti uang yang gw keluarkan untuk menjadi pegawai negeri sebatas biaya transpor naik angkutan umum untuk mengikuti tes (sebanyak 5 tahap dengan lokasi tes yang berbeda-beda di setiap tahapnya) dan biaya mengurus kelengkapan berkas (kartu kuning, surat keterangan berkelakuan baik, surat keterangan bebas narkoba/psikotropika, legalisir ijazah dan transkrip nilai, dan surat keterangan sehat di puskesmas/rumah sakit pemerintah. Walaupun ngurusnya ribet-bet, tapi berani jamin, biayanya gak sampai puluhan juta rupiah.

Dan gw gak happy dengan keputusan cuti bersama yang mendadak ini, jadi jangan bilang “enak”. Seandainya kemaren ini ada kebijakan tentative, yang mau cuti silahkan, yang gak cuti silahkan masuk kantor seperti biasa tanpa potong cuti tahunan, I’ll be gladly choose the second option. Tapi ternyata gak ada kebijakan semacam itu, ya sudahlah… mo marah-marah percuma. Toh gak ada yang peduli juga ^^’

Besoknya, Sabtu, 14 Mei 2011, seharian gw diluar menghadiri 2 (dua) kondangan. Harusnya sih 3 (tiga), tapi yang terakhir gw gak dateng berhubung hujan deras banget 😦 Karena pegel-pegel seharian pake sandal hak tinggi, besoknya (Minggu, 15 Juni 2011) gw tepar di tempat tidur. Se-ha-ri-an!! Bangun cuman buat makan, sholat, dan ke kamar mandi. Tambahan, mengingat besoknya masih libur (yang dipaksakan) bikin mood yang memang lagi gak bagus jadi tambah gak karuan 😦

Then, a friend sent me text bilang: “Jadi karaokean ga?” Hohoho… baru deh mood gw lumayan membaik. Berhubung 2 (dua) temen gw masih kerja hari Senin, akhirnya kita berempat (formasi lengkap) putuskan buat karaokean besoknya (pas tanggal merah, jadi semuanya libur) di Nav-Rumah Karaoke di Margo City, Depok. It was FUN!! Walaupun rame, tapi kita masih bisa booking tempat dan nyanyi-nyanyi heboh selama 2 (jam) pooll!! \m/ Lagu Barat, Indonesia, Korea, Jepang, campurbaur jadi satu. Sebenernya kalau text lagu Korea dan Jepang pakai huruf latin, gw yakin deh karaokeannya bakalan lagu-lagu Korea-Jepang semua πŸ˜€

Jadi, lagu-lagu yang kita nyanyiin kurang lebih selama 2 (dua) jam – daftar lagu tidak berurutan- adalah:

  1. Amayadori, Mayumi Itsuwa. Syukurlah… walaupun lagu Jepang, tapi text-nya huruf latin. 2 (dua) temen gw yang nyanyi lagu ini. Me and another one sibuk milih-milih lagu hehehe… Pas nyanyi lagu ini termasuk lancar jaya lah. Sayang di tempat karaoke-ni gak ada score-nya kayak di Inul Vista. Tapi gw lebih suka karaokean disini karena screen buat pencarian lagu dan buat nyanyi dibedain, yang cari-cari lagu sibuk sendiri, dan yang nyanyi bisa lanjut terus πŸ™‚
  2. Nobody, Wonder Girls. I like this song!! But the way we sang that song was truly disaster!! Hahahaha… Sebelumnya gw sempet nyeletuk: “Kalau kalian milih lagu-lagu Korea buat dinyanyiin dan ternyata teks-nya pake hurufΒ  Han Geul gimana?” Nah, ternyata celetukan gw terbukti benar dan alhasil gw disorakin sama temen-temen gw. “Yah Meeee… loe sih pake ngomong-ngomong segalaaa… kejadian deh!!” Tambah ngangkak gw. Kita berempat memang lumayan suka lagu-lagu Korea, tapi totally blind sama penulisan & tata bahasanya… Hancur lebur deh tu lagu sama kita-kita. Bagian yang kita nyanyiin cuma pas ada Bahasa Inggrisnya doang πŸ™‚
  3. Gak kapok dengan bencana Nobody, Wonder Girls, kita malah lanjut dengan Sorry-sorry, Super Junior!. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Ada text latinnya sih diatas text Hang Geul, tapi kecil-kecil, jadi akhirnya kita cuma nonton video klipnya, terpesona dengan wajah personelnya yang manis-manis dan koreografi tarinya yang keren \m/ Favorit gw adalah Kyuhyun. Beberapa waktu yang lalu dia pernah kecelakaan (lagi) dan yang pertama kali terlintas di benak gw adalah: “eh, muka dia gak papa kan?” ^^’
  4. Can’t take my eyes off of you, Muse. Kayaknya ni lagu dah jadi anthem gw! hehehe…
  5. Against All Odds (Take a Look at Me Now), Phil Collins. I miss this song… Jadilah gw duet lagu ini dengan (lumayan) syahdu… hehehe…
  6. 100 Years, Five for Fighting. Yang nyanyi? gw (duet) lagi πŸ™‚
  7. Accidentaly in Love, Counting Crows, lagu yang fun tapi lumayan bikin nafas ngos-ngosan hehehe…
  8. Couple songs from The Beatles
  9. Rossa, Yovie n Nuno (gak tau judulnya)
  10. Westlife & Backstreet Boys, nyari lagu-lagu yang aman dan gak susah dinyanyiin πŸ™‚
  11. Always be My Baby, David Cook
  12. I love You, Saigon Kick
  13. Unbreak My Heart, Tony Braxton… the finale dengan penghayatan tingkat tinggi lah! hehehe…

Sebenernya masih ada beberapa lagu lagi yang kita nyanyiin, dengan ukuran 2 (jam) pasti lebih dari 13 (tiga belas) lagu yang kita nyanyiin sampai kerongkongan kering banget rasanya ^_^’ But it was a great time, dan mudah-mudahan dilain waktu bisa karaokean lagi πŸ™‚

What across in my mind right now is this place: Harau. Located in Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh, West Sumatera, this place surely kind of place that you must see while visiting West Sumatra, Indonesia. I’ve been there once and I really enjoyed the view and waterfalls (the water so cold! >_<). Pertama kalinya gw kesana di ajak sama suami (waktu itu masih calon hehehe…), waktu itu penasaran denger cerita-cerita from him and friends tentang Harau. Kayaknya seru nih. Jadi penasaran, pengen liat sendiri kayak gimana sih Harau itu? πŸ˜€

Moment-nya pas gw lagi pulang kampung ke Payakumbuh, jadi kita menyempatkan waktu buat jalan-jalan sebentar kesana. Alhamdulillah cuaca waktu itu lumayan cerah (pas mau pulang baru agak mendung dan gerimis dikit πŸ™‚ ), jadi kita keliling daerah Harau by motorcycle. Selain keliling naik motor, kita juga menelusuri jalan setapak buat melihat air terjun. Ada banyak air terjun disana, dan untuk menuju air terjun yang satu ke yang lainnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. We took pictures, watch people (mostly children) playing near waterfalls, and sightseeing. Di sepanjang jalan setapak ada yang jual tanaman Kantong Semar. Sempat terpikir mau beli tanaman ini sebagai oleh-oleh buat temen kantor (dia penggemar tanaman yang aneh-aneh), tapi gak jadi. Takut ntar gak lolos pemeriksaan di bandara. Kan sayang… dah dibeli dan repot-repot dibawa dari Payakumbuh ke Padang, tapi gak sampai ke Jakarta ^^’.

Sekedar tips bagi yang berminat, bawa bekal sendiri yaaa… bawa makanan, minuman, snack dll (please jangan buang sampah sembarangan juga ^^’). Disana ada booth jajanan yang jualan mi gelas/mi rebus, kopi, dan softdrink, tapi sepanjang yang gw tau gak ada rumah makan disana. I’m worried with the expired dates also, so we didn’t bought drinks and foods there, purely enjoyed the view πŸ™‚ Sebenarnya, setelah menikah, me and my husband punya rencana untuk mengunjungi Harau lagi, tapi gak pake acara menginap di cottage setempat, soalnya kalau malam hari sepiiiiiii… banget! Suami bilang, kalau pergi nginap rame-rame, rombongan, bolehlah… tempatnya juga cocok buat outbound. Tapi kalau cuma berdua aja, mendingan menginap di kota Payakumbuh aja. Malah serem kalau berdua aja disana hehehe… Tapi yah, rencana tinggallah rencana. Setelah menikah, waktu cuti terpakai buat mengunjungi sanak saudara, baik dari pihak gw maupun suami, memperkenalkan diri sebagai keluarga baru atau dikenal dengan istilah manjalang. Gak terasa waktu cuti dah habis and we must back to work >_<. Mudah-mudahan di lain waktu, kita berdua punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Harau lagi (dan tempat-tempat wisata lainnya yang belum sempat dikunjungi). Amiiiiiinnnn… (_o_)

This slideshow requires JavaScript.


Thursday, May 12th 2011.

Around 10 AM

Hhhhhhhhh… so TIRED in these two days (bodily and mentally) >_< got meeting in the hotel near office -Thank God!- for a whole two days (10-11 May 2011): office, go to meeting point, then back to office, PLUS work environment pulling out my nerves even more. To make it completed, my feet stuck with high heels. I wish I could wore sandals during meeting, but in such formal event, it’s inappropriate, right? (I don’t have the flat ones though…) But, honestly, go out from office for 2 (two) days a row, meet people outside and observed, has become a good distraction for me, walaupun sekarang badan gw rasanya remuk (dan perasaan gw malah tambah gak keru-keruan). Pengen tiduuuuuuuurrr… >_< (semalam belum puas!). Biasanya sih selalu bilang “pengen cepet-cepet weekend“, tapi kalau mengingat hari Sabtu besok (14 Mei 2011) agenda dah “padat”, gak bisa leyeh-leyeh kayak biasanya… Yaaahh… ^^’

Well, for your info, for next Saturday, I must attend 3 (three) weddings at the same day!! (baru ngebayanginnya aja dah tepar duluan). Pagi jam 08.00-11.00 menghadiri acara nikah & resepsi sepupu (sodara dari pihak Ayah) di Jakarta, abis tu balik lagi kerumah Bogor buat kondangan kerumahnya pak RT. Abis magrib balik lagi ke Jakarta karena ada kondangan juga (sodara dari pihak Ibu). Ketiga-tiganya musti didatengin. Gak enak ‘kan, ketiga-tiganya dateng pas acara akad/resepsi gw, masak pas mereka punya hajat gw gak dateng? ^^’

01.25 PM

interlude : See? I’m definitely exhausted, akhirnya ketiduran di meja. se-jam ada kali tidur nelungkup di atas meja. Bangun-bangun leher pegel 😦

03.22 PM

Baru balik dari perpustakaan, cari selingan setelah beli jajanan di koperasi kantor (Roti coklat-keju, pocari sweat & 2 kotak susu coklat). Sebelumnya, awal minggu ini sempet ke perpustakaan juga sih, “merampok” 4 (empat) buku (all of them are novels):

  1. Fortunata, Ria N. Badaria, Gramedia-Metropop
  2. Facebook on Love, Ifa Avianty, Lingkar Pena
  3. Pulling Princes, Calipso Chronicles, Tyne O’Connel, Gramedia
  4. Life of Pi, Yann Martel, Gramedia

Dalam waktu 3 (tiga) hari gw bisa nyelesain 2 (buku), Fortunata & Facebook on Love. Ternyata yang Pulling Princes pernah gw baca somewhere, gak inget pinjem punya siapa, jadi gw pass. Kesan gw tentang novel Fortunata, biasa, bener-bener flat. Bacaan buat killing times aja. Walaupun sama-sama berada dibawah naungan genre metropop, Project in Pink lebih mendingan ceritanya.

Fortunata adalah cerita tentang cewek yang terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa kuliah gara-gara kakaknya menghamili sang pacar dan alhasil biaya kuliahnya terpaksa dipakai buat biaya kakaknya yang married by accident itu. Si cewek ini (gw lupa nama tokohnya) mengklaim dirinya sendiri sebagai cewek yang selalu dirundung kesialan, mulai dari manajer tempat kerjanya di resto fast food yang super galak, gaji minim yang bikin dia musti super irit ngatur anggaran (tempat kerja dan kost-annya deket, jadi gak tambah pusing sama biaya transpor), ditinggal kawin pacarnya, pacar yang berikutnya juga ternyata selingkuh. Tapi dihari-hari penuh kesialannya itu dia ditemenin sama hantu cowok ganteng whom secretly love her

Kalau Facebook on Love (gw pinjem buku ini ngeliat penerbitnya: Lingkar Pena. Sepertinya cukup menjanjikan πŸ™‚ ) ceritanya tentang hubungan cewek dan cowok (again, gw gak inget nama tokohnya) yang saling mengenal lewat fesbuk. Mereka saling “serang” di group yang mereka join in, trus entah bagaimana they ended as bossemployee (yang cowok yang jadi boss). Tau-tau si cowok nemu anak (baby) kembar, dan karena sama-sama dah kadung cinta sama si kembar, they committed to get married meski si cowok masih belum melupakan cinta pertamanya yang nota bene istri orang, while the girl secretly fall in love with him. Gak sampai situ aja. Hubungan si cinta pertama dan si cowok ternyata menghasilkan anak diluar nikah, dan dia ingin si cowok balik lagi saat si cewek (sang istri) lagi hamil pula. Beeuugggghhhh… pas baca awal-awal bab ni novel sih masih ketawa-ketiwi, kirain bacaan ringan (leluconnya dodol abis), eh ternyata sama ribetnya kayak sinetron. Si cinta pertama akhirnya bunuh diri, si cowok dikabarin meninggal karena kecelakaan pesawat, tapi ceritanya happy ending kok πŸ™‚

Pulling Princes, cerita tentang cewek ABG dari Los Angeles yang disekolahin sama orangtuanya (dua-duanya berprofesi sebagai script writer) di sekolah aristokrat yang isinya cewek-cewek bangsawan semua. Dengan aksen bicara yang aneh (menurut orang Inggris) plus hobi main anggar (menurut para cewek itu enggak banget!) jadilah dia the freak among others. Temen satu-satunya adalah gothic-girl yang demen memakai atribut warna hitam. Yah, inti ceritanya adalah sepak terjang si cewek aneh untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang didominasi para putri dan berebutan pangeran ^^’

Friday, May 13th 2011

10.44 WIB

Wuihhhh…baru sadar gw sekarang tuh pas banget tanggalannya: Friday 13th! Bisa kebetulan gini yak? ^_^ Berhubung gw gak demen yang horor-horor, silahkan cari sendiri info yang terkait dengan mitos-mitos (dan film) seputar hari Jumat tanggal 13. Gw mo lanjut postingan yang sebelumnya (sambil ngemil Happytos punya tetangga πŸ™‚ )

Pokoknya 3 buku (Fortunata, Facebook on Love dan Pulling Princes) dah dibalikin dan pinjam 3 (tiga) buku lagi:

  1. Kumpulan Cerpen, I don’t Care, Rayni N. Massardi, Gramedia
  2. The Palace of Illusions, Istana Khayalan, Chitra Banerjee-Diva Karuni, Gramedia
  3. The Glass Palace, Istana Kaca, Amitav Ghosh, Hikmah

Kalau ditambah sama Life of Pi, maka gw pinjem 3 (tiga) novel yang ber”aroma” India semua. Wow! It’s totally coincidence πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚ Kalau dah selese bacanya, ntar gw posting lagi resume ceritanya hehehe… Sekarang sih lagi nerusin baca Life of Pi. Lumayan lah, dah banyak stok bacaan jadi ada alasan buat enggak beli koran. Kalau mo tetep update berita, cukup browsing di internet. Tapi, berhubung status gw tergolong newlyweds, daripada berita (yang akhir-akhir ni semakin gak mutu), gw jadi lebih banyak browsing situs-situs bertema marriage-life dan nemu blog yang khusus posting about things youΒ  realize after you get married. So Refreshing!! I really like this one. Two thumbs up for the blogger πŸ™‚

Memang susah untuk bisa konsisten… Well, konsisten disini artinya bisa posting blog secara teratur, tapi nyatanya dalam kurun waktu 6 (enam) hari kebelakang, IΒ wrote nothing. Memang ada pekerjaan yang musti diprioritaskan sih (Finally, I’ve papers that worthed to do. The last one totally sucks and I halfhearted to finish them). Selain itu, gw sedang berusaha nyelesain baca novel The Book of Lost Thing yang dipinjem diperpustakaan beberapa waktu lalu. Besok (Senin, 9 Mei 2011) batas waktu pengembaliannya. Ffhiiuuhh… kayaknya kemampuan gw untuk membaca dah menurun deh. Buku dengan tebal 471 (empat ratus tujuh puluh satu) halaman, butuh lebih dari 5 (lima) hari baru selese! Padahal biasanya 2 (dua) hari juga kelar. Entahlah… Niatnya mau dibaca pas perjalanan berangkat dan pulang kantor, tapi baru baca beberapa halaman bawaannya pengen tidur (dan sudah bisa ditebak, IΒ choose “sleep” of course). πŸ™‚

Bukunya sendiri sih gak membosankan, translatenya juga bagus (sering ‘kan, nemu buku-buku terjemaahan tapi hasilnya sucks, malah mendingan baca buku yang pake versi aslinya -Inggris- dibanding baca yang sudah diterjemaahin). Bagi yang mau baca juga, I just want you to know: This book is not for CHILDREN. If you’re under 15, I suggest to find another book. Even the character -David- still a child, but you’ll find the Red-riding Hood, Snow White and the Seven Dwarfs, Sleeping Beauty, and the Knights totally DIFFERENT ever since. Jangan ketipu dengan cover buku yang kesannya kekanak-kanakan, karena penggambaran adegan yang sadis bener-bener gamblang diceritain disini. I still shock myself until now… Tapi gw sendiri gak tega untuk gak nerusin baca. Penasaran bagaimana David bisa survive di negeri dongeng yang Alice (in wonderland)-pun mungkin bakal memilih mati daripada lama-lama tinggal disana.

So, inti ceritanya begini:

Dengan latar belakang kota London, menjelang serangan Jerman pada masa Perang Dunia II, David harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya meninggal dunia karena sakit, dan ayahnya menikah lagi. Ibu tirinya bukanlah orang jahat, tapi memang David masih sulit menerima kenyataan bahwa bagi ayahnya, hidup berdua saja dengan David tidaklah cukup. Ditambah dengan kehadiran Georgie, adik tirinya. David yang hobi membaca (lebih suka mengurung diri dikamar, membaca buku-buku yang dia & ibunya sukai dibanding bersosialisasi dengan ibu & adik tirinya), suatu ketika mendengar suara mendiang ibunya memanggil-manggil dan sampailah dia ke ceruk di pohon besar, terperosok jatuh ke dalamnya -bertepatan dengan bunyi ledakan pesawat tentara Jerman yang jatuh dibelakangnya- dan voila! he’s already in “wonderland”. Mulai dari sini ceritanya dimulai. David harus menempuh perjalanan yang berat (dan harus berpikir keras kalau gak mau mati dimangsa) untuk menemui Raja supaya bisa kembali pulang kerumahnya. Berikut potongan adegan-adegan yang ada di novel ini, then you’ll know the reasons why this book is not for children.

Cerita si Tudung Merah (Red Riding hood)

“… diulurkannya tangannya dan disentuhnya kepala serigala itu. Dibelainya bulu-bulu serigala dan ditenangkannya binatang itu. Dan serigala melihat betapa indah kedua mata si gadis (yang memandang kepadanya), betapa lembut kedua tangannya (yang membelai-belainya), dan betapa merah merekah bibirnya (bisa untuk menciumnya). Si gadis mencondongkan badan dan mengecup si serigala. Kemudian dilepaskannya mantel merahnya…” Dari cerita ini muncullah kaum Louph, semacam werewolf yang berambisi untuk membunuh Raja dan menjadi penguasa disana.

(Mirip) cerita Hansel & Gretel

“…Lalu dia menambahkan kayu ke dalam api, dan perlahan- lahan si perempuan tua mulai terpanggang, dan dia menjerit-jerit dan meratap-ratap dan mengancam akan menyiksa si anak perempuan dengan berbagai siksaan yang palings eram.Β  Begitu panas oven itu, sehingga lemak di tubuhnya mulai meleleh, mengeluarkan bau busuk luar biasa dan membuat mual si anak perempuan. Tetapi nenek tua itu masih meronta-ronta, bahkan ketika kulitnya terkelupas dari dagingnya, dan dagingnya terlepas dari tulang-tulangnya….”

Cerita si Snow White dan 7 Kurcaci

“Kalau begitu, kau ini apa? Jangan bilang kau cuma salah satu teman mereka yang memboooooosankan, yang datang kemari buat mengoceh tentang para buruh dan penindasan. Aku sudah memperingatkan mereka: jangan lagi membicarakan revolusi, sampai aku sudah selesai minum teh.”

Bagian sadis lainnya:

“David membuang muka setelah melihat tusukan pertama itu, tangannya menutup mulutnya dan matanya dipejamkan rapat-rapat. Ketika dia sudah mulai berani melihat lagi, kepala si gadis sudah dipenggal dari tubuh kijangnya dan si pemburu membawanya dengan mencengkeram rambutnya, darah kehitaman menetes-netes dari lehernya ke tanah…”

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga karakter troll, harpy, ada cerita mirip Beauty and The Beast (hanya saja yang menjadi Beauty adalah seorang ksatria dan The Beast adalah perempuan yang berwajah macan kumbang. Believe me, this is not a happy-ending story), dan Sleeping Beauty yang ternyata wanita vampir ^__^. Pokoknya kacau deh! Yang mau baca silahkan cari bukunya, yang gak mau ya gak papa… πŸ™‚ Pokoknya novel The Book of Lost Thing dah selesai dibaca. Mudah-mudahan hari ini ada kesempatan buat sneak out ke perpustakaan. Mau pinjam lagi, padahal sih buku-buku yang di beli di Gramedia belum disentuh sama sekali. I’m such greedy ^^’ hehehe…

Speaking about my beverages projects, I made it!! b^o^d Dalam waktu 1 (satu) minggu ini gw bikin cappucino-milkshake, choco-banana milkshake, jus mangga dan semalam bikin strawberry milk-shake. Bener-bener bikin ketagihan. Sayang, karena penyajiannya sederhana (cuma dituang ke cangkir, gak pake hiasan-hiasan seperti di restoran dan langsung habis diminum atau disimpan di botol minuman), jadi gak difoto dan di-upload disini πŸ™‚ Di kulkas juga ada tomat merah, kemungkinan malam ni mo bikin jus tomat (kalau gak kemalaman sampai rumah ^^’). Waaahhhhh… kalau udah ketagihan seperti ini, musti ada stok buah segar selalu di dalam kulkas \m/

Cappucino milkshake a la gw:

Siapin bahan berupa 2 (dua) bungkus cappucino torabika (atau merek lainnya juga boleh), 2 (dua) kotak susu cair frisian-flag low-fat rasa vanilla/putih @200 ml, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok makan susu kental manis putih sebagai pengganti gula, dan es batu. Campur semua bahan dan blender sampai halus. tuang ke gelas. Bisa dibubuhkan chocolate granule di atasnya. Ready to serve.

Choco-banana milkshake:

2 (dua) kotak susu cairΒ  frisian-flag low fat rasa coklat, 2 (dua) buah pisang, potong-potong, 1/2 (setengah) bungkus coklat bubuk Cadbury, 2-3 (dua sampai tiga) sendok susu kental manis putih sebagai pengganti gula dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Jus Mangga:

2 (dua) buah mangga yang sudah dikupas dan dipotong-potong, 2 cangkir air gula, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus. Sajikan.

Strawberry Milkshake:

18 (delapan belas) butir strawberry yang sudah dicuci bersih dan dipotong-potong, 2 cangkir gelas susu putih cair, dan es batu. Campur semua bahan, blender sampai halus dan sajikan.

Mudah kan? dan bikin ketagihan!! I’m hardly wait to make another juices tonight or tomorrowπŸ™‚

Hmmm… selain beverages project, dalam kurun waktu seminggu ini gw juga menghabiskan waktu buat nonton DVD (pas weekend). Kebetulan hari Jumat kemaren (6 Mei 2011) ada mas-mas yang dateng ke kantor nawarin dagangan DVD. Lumayan kan, dengan harga Rp5000,- (lima ribu rupiah), gw gak perlu jauh-jauh dan panas-panas hunting DVD ke Glodok walaupun si mas gak bawa banyak-banyak. Jadi pilihannya terbatas ^^’

Mumpung adek gw lagi pulang kerumah buat perbaikan gizi (biasa, anak ngekost), jadi kita nonton bareng-bareng di ruang tengah. Pertama kita nonton Gulliver’s Travel. Lumayan menghibur, komediΒ  khas Jack Black cukup menjadi jaminan buat ketawa ngangkak ngeliat aksi konyol Mr. Jack dan para liliput. Setelah puas ketawa-ketawa gak jelas, kita beralih ke genre yang lain: romantic comedy film, yaitu From Prada to Nada. Huuuhhhhfffttt… Boring! Katanya ini film adalah versi latin (kedua tokoh ceweknya adalah keturunan Mexico) dari novel Jane Austen: Sense and Sensibility. Tapi, walaupun boring, entah bagaimana kami bisa bertahan untuk nonton film ini sampai selesai ^^’ Meski jalan ceritanya “begitu-begitu aja”, tapi dari penggambaran setting cerita cukup terlihat kesenjangan sosial yang ada di daerah California. Mereka yang tadinya tinggal di kawasan mewah di Beverly Hills, terpaksa pindah ke kawasan imigran -sekali dua kali ada latar belakang suara tembakan yang katanya perang antar geng- dimana bibi mereka tinggal. Cerita baru mulai “terbangun” menjelang 1/2 (setengah jam) akhir, cukup berbobot sih… Walaupun gw masih gak ngerti komedi dibagian mananya ni film. Romantic sih iya. Lumayan.

Sense and Sensibility selese, kita coba beralih ke Confucius yang diperanin sama Chow Yun Fat. Wedeeeewwww… gak sampe 15 (lima belas) menit langsung gw ganti. Walaupun gambarnya bagus, tapi translate-nya hancur lebur!! Karena pake bahasa mandarin, dah pasti gak ngerti ceritanya kalo gak ada subtittle ^^’

Akhirnya tatapan mata beralih ke Just Wright, film komedi romantis-nya Queen Latifah. Sebenernya gak pengen-pengen banget nonton film ni sih, tapi kalo baca review di sampul DVD-nya:

“Just Wright is the latest rom-com starring Queen Latifah, and it is not bad considering some of the awful work she’s done in the past (Last Holiday, Bringing Down The House). It is sweet and charming, with a decent enough story to make it worth watching. There are a few funny parts, but I didn’t really laugh out loud once. It kept my interest and I found my self rooting for Latifah’s character throughout the movie”

And, you know what? I LIKE THIS MOVIE. So down to earth, simple story tapi gak membosankan. Latifah as Leslie Wright really have a strong character , independent woman’s type yang bisa kita temui di jaman modern ini. Berbeda dengan stereotype film yang tokoh utamanya harus berwajah cantik dan punya body model Victoria’s Secret, I prefer this one. Ceritanya lebih berbobot dibanding tipe rom-com sejenis. We all know Latifah is not a model like that, but I kinda like her smile and attitudes. That’s make her outstanding.

Leslie Wright bekerja sebagai physioterapist, punya mobil bobrok-penyok dibagian pintu depan-, disela-sela waktu senggangnya dipakai buat merenovasi rumah yang kadang-kadang dibantu sama ayahnya (tapi kebanyakan justru si ayah malah bikin tambah rusak ^^’). Kencannya gak terlalu lancar karena kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa Leslie terlalu cool, terlalu mengerti cowok sampai-sampai mereka berasa lagi hang-out sama temen cowok, bukan nge-date *rolling eyes

Leslie penggemar NBA’s game dan suatu hari dia ketemu pemain NBA Scott McKnight di gas station. She’s a huge fan and when she start to like him as a man, dah keburu ditelikung sama temen baiknya sendiri (yang juga nebeng tinggal di rumah Leslie). Tapi pada saat McKnight terluka dan terancam gak bisa berkarier lagi di NBA, Leslie yang mendampingi dan memberi semangat supaya McKnight bisa comeback lagi. Then he realize that Wright is the right ones… πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

Masih romantic comedy movie, gw lanjut nonton No String Attached (Ashton Kutcher, Natalie Portman). Tapi ni film gw tonton ndiri di laptop sambil leyeh-leyeh di tempat tidur. Lumayan lucu sih, cerita tentang sex-buddies and their rules, but I think Get Wright is much better. Gw gak keberatan buat nonton film itu sekali lagi. Cerita yang sederhana dan down to earth belum tentu membosankan ‘kan? πŸ˜‰

Bagi pasangan yang ada rencana mau menikah tahun ini, atau tahun-tahun berikutnya tapi masih bingung cari gedung, gw upload nih, foto-foto di Gedung Graha Zeni, Direktorat Zeni TNI-AD, Jl. Ksatrian II Matraman Jakarta Timur. Oppsss… I just trying to help you, guys… Sekedar bantuin ngebandingin dengan gedung-gedung resepsi lainnya (dengan pertimbangan lokasi, budget, kapasitas tamu yang akan diundang, faktor keamanan/kenyamanan dll). Decision all yours. Gak ada hubungan apapun dengan Biro Humas pengelola gedung, apalagi dibayar untuk promosi gedung hehehe… Cuma sekedar kasih referensi aja, sebelum cek TKP πŸ™‚

Selain foto-foto suasana gedung, gw juga upload foto mesjid di kawasan gedung (tempat diselenggarakannya akad nikah), namanya Mesjid Benteng At Taqwa, termasuk suasana di dalam gedung setelah di dekorasi untuk acara resepsi.

Enjoy! πŸ™‚

This slideshow requires JavaScript.

Pada tanggal 29 April kemarin, kantor gw mengadakan serangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Kartini yang diperingati pada setiap tanggal 21 April. Pencetus acaranya adalah para anggota peserta Dharma Wanita di kantor gw. Gak ngerti juga kenapa pelaksanaannya molor jadi seminggu kemudian, mungkin berhubungan dengan proses persiapan acara atau panitia mencari waktu yang lebih lowong supaya tidak terlalu mengganggu jam kerja (yah, memang sih hari Jumat kemarin ini waktunya lebih santai dibanding jumat-jumat lainnya)Β  πŸ™‚

Acaranya lumayan ramai, walaupun tempatnya terbatas dan hampir gak bisa menampung jumlah peserta yang hadir.Karena isi ruangan penuh, kapasitas AC jadi gak mencukupi. Dinginnya jadi gak nendang. Apalagi ditambah dengan tamu tanpa undangan kaya’ gw yang mengharapkan dapat snack/makan-makan gratis hehehe… Kalau panitia dan para peserta yang berpartisipasi di acara Hari Kartini pada dandang kinclong pake kebaya+kain+high heels, dandanan make up lengkap+konde, gw dan beberapa temen yang juga ikutan ngintip cukup pakai seragam rutin tiap Jumat: batik πŸ™‚

Macam-macam kegiatan yang diadakan. Ada lomba merangkai bunga. Para peserta, masing-masing tim terdiri dari 2 (dua) orang, diberi kesempatan hanya 15 (limabelas) menit untuk merangkai bunga potong kedalam vas yang sudah disediakan. Gw gak terlalu paham soal jenis-jenis bunga yang disediakan panitia, tapi ntar diupload deh foto-fotonya. Hasil kreasi para peserta juga bagus-bagus semua, dan gak disangka-sangka, bagian gw yang menjadi pemenang lomba merangkai bunga!Yeaaaahhh…!! \m/ Walaupun sejujurnya menurut gw ada rangkaian bunga yang lebih bagus lagi dan lebih layak menjadi pemenang, but hey… I’m not the judge here *angkat bahu

Selain piala, pemenang juga dapat hadiah sepasang panci anti lengket ^^’ (merek Maxim kalo gak salah). Denger-denger hasil kreasi merangkai bunga dari masing-masing peserta juga dilelang dengan kisaran harga mulai Rp.100ribu sampai Rp300ribu. Lumayaaaannnn…Β  πŸ˜€

Setelah acara merangkai bunga, dilanjutkan dengan acara cerdas-cermat/cepat-tepat. Ternyata selama acara berlangsung, ada juri-juri tersembunyi yang memberikan penilaian langsung kepada peserta yang mengenakan kebaya nasional (dan berdandan habis-habisan).Β  Too bad, gw gak ngikutin acara sampai selesai. Suasana makin rame, makin gerah^^’ jadi gw dan temen gw mabur keluar, gak nonton acaranya sampai selesai. Kami gak tau (gak berminat cari tau juga ^^’) siapa yang menjadi pemenang lomba cerdas-cermat/cepat-tepat dan lomba berbusana. Kami pergi jalan-jalan, membebaskan diri dari hawa AC dan menikmati suasana di luar ruangan sampai jam istirahat kantor selesai hehehe… πŸ™‚

Foto-foto acara Hari Kartini di kantor:

This slideshow requires JavaScript.

Hari Jumat berlalu dengan cepat (as I always expected), Sabtu-Minggu datang menghampiri πŸ™‚

Gak ada yang luar biasa dengan weekend kali ini, just spent the whole two days at home. Kalau hari Sabtu lebih parah, I spent most of my Saturday in my bedroom. Just sleeping, then browsing internet like read manga online , news online, posting blog, then back to sleep again.Β  Pas hari Minggu baru “bergerak”, melakukan kegiatan rutin seperti beberes kamar, nyapu rumah, metikin buah mangga arum manis yang ada di depan rumah. Karena pohonnya lumayan tinggi, jadi ngambilnya pake kursi dan bambu. Lumayan laahhh… dapet 10 (sepuluh) buah. Panen, euyyy… πŸ™‚ Sekarang lagi diperam dalam kardus supaya cepat matang. Kalau sudah lumayan matang, bisaΒ  dibikin jus mangga nih! hehehe…

Setelah panen mangga, leyeh-leyeh bentar, baru ngelanjutin kerjaan rutin tiap weekend alias nyetrika sambil nonton DVD. Agenda pertama nonton Wild Hogs dulu. Walau film ini tergolong film lama, tapi masih highly recommended buat ditonton deh! Asli lucu banget. Tentang sekumpulan pria yang tengah mengalami krisis paruh baya dan memutuskan untuk bertualang menuju pantai Pasifik-California naik moge. Puas ketawa ngangkak lewat aksi konyol Travolta dkk, gw beralih ke The Other Guys. Ok, jujur gw ketipu dengan trailer-nya. Idenya sih bagus, tentang sepak terjang 2 (dua) polisi behind the desk menjadi polisi super hero. Tapi ternyata filmnya jadi so-so aja. Bahkan kematian Dwayne Johnson & Samuel L. Jackson disitu aneh banget. Lucu yang dipaksakan. Bukan kesan funny-LOL yang didapat tapi funny-silly ^^’ Tambahan gw jadi makin cape’ ngeliat Mark Wahlberg yang kerjanya marah-maraaaahhh… mulu *rolling eyes

Yaaahhh, akhirnya selesai juga nonton The Other Guys itu (gak terlalu nyimak, lebih konsen nyetrika). Lalu acara nyetrika dilanjutin dengan The Jonesses. Berbeda dengan 2 (dua) film sebelumnya yang bernuansa comedy-adventure-action, film yang ini drama bangeettt… dengan nuansa komedi satir (sindiran-sindiran terselubung). Ide ceritanya KEREN. Keluarga Jones a.k.a The Jonesses bukanlah keluarga yang sebenarnya. They’re not in the real husband-wife-daughter-son’ relationship. Mereka berempat berkumpul semata-mata karena bisnis yang mereka geluti: Marketing. They’re selling images. SEGALA (segalanya! mulai dari yang gede-gede kaya’ perabotan rumah sampai sushi beku!) yang ada pada diri mereka memiliki nilai jual. Istilah kerennya: stealth marketer. Yang berperan sebagai “Daddy” menjual man-gadget seperti stick golf, kacamata hitam, dll. “Mommy” memperkenalkan imagenya sebagai modern-mom sehingga tanpa disadari para ibu-ibu tetangga mulai mengikuti gayanya dan membeli produk-produk yang dipakai si Mommy. Kedua anak mereka “Daughter” & “Son” juga punya pangsa pasar di kalangan remaja πŸ™‚

Cuma gw gak nonton film ni sampe selese. DVD-nya rusak pas ceritanya masih ditengah-tengah (mulai ada konflik diantara mereka berempat). YAAAHHHH… Penonton ke-ce-wa! >_< Kapan-kapan gw lanjutin deh nonton film tu. Kali aja nonton di laptop lebih lancar πŸ™‚ Tadinya mau lanjutin lagi nonton Goin The Distance-nya Drew Barrymore & Justin Long tapi dah gak mood lagi. Beberapa minggu yang lalu sempet nonton DVD ini, tapi gak sampe selese. Setelah itu dibawa ke Padang pas liburan kemaren, niatnya mau ditonton bareng sama suami tapi akhirnya gak ketonton juga… terlupakan begitu saja di dalam tas ransel hehehe…

Selesai nyetrika, nonton DVD, mandi dan beberes pakaian yang mau dipakai ngantor besok, gw mulai lanjutin bikin konsep postingan blog lagi. Disela-sela itu, nyambi bikin jus wortel hehehe… (sebagian didinginkan di dalam kulkas buat dibawa ngantor besok pagi). Gw pe-de aja bikinnya, hasil observasi -curi lihat- pas tukang jus di kantin basement lagi beraksi ngerjain pesanan. Bikinnya lumayan simpel kok.

Caranya: Wortel (kalau bisa wortel impor yang warnanya lebih merah &lebih banyak airnya dibanding wortel lokal) dipotong kecil-kecil, masukkan air gula & es batu, blender sampai halus. Setelah itu saring ke dalam wadah yang sudah disiapkan dan buang ampasnya. Supaya rasanya lebih segar, bisa dicampur dengan air perasan jeruk pada saat diblender atau setelah disaring. Tapi kalau gak dicampur air perasan jeruk rasanya juga dah lumayan enak kok, (menurut gw πŸ™‚ ). Bisa juga dikasih susu kental manis putih sesuai selera.

Setelah bikin jus Terong Belanda, trus sekarang Jus Wortel (dan besok-besok bikin jus Mangga kalau udah matang), jadi makin bersemangat nih buat bikin jus-jus buah lainnya. Kalau dipikir-pikir, dengan modal sekian bisa membuat jus buah yang sesuai selera dijamin gak rugi deh! Sering kan, kita pesen jus di restoran, dah bayar mahal-mahal, yang disajikan gak sebanding. Kadang encer, kadang kemanisan gara-gara lebih banyak gula daripada buahnya atau rasanya jadi aneh. >__<Β  Kalau bikin sendiri, selain lebih hemat (cuma ngeluarin modal buat beli bahan baku aja), soal rasa juga lebih puas.

Kalo jus Terong Belanda dan Jus Wortel lebih awet, walaupun ditaro di dalam kulkas semalaman rasanya gak berubah. Beda dengan jus Tomat. Setelah dibuat harus langsung diminum, kalau gak tampilan dan rasanyajadi rusak. Jus Apel juga begitu. Makanya gw pengen cari buah yang awet, dibikin jus malamnya, trus besok pagi dibawa ke kantor sebagai teman sarapan (buat sarapan aja, kalau disimpan buat makan siang gak jamin deh!) ^^’

Gw juga mulai browsing tentang cara membuat milkshake, buat proyek beverages berikutnya. Mudah-mudahan bisa terealisir deh πŸ™‚

Minggu, 1 Mei 2011… Yeah, right… Today is MayDay, atau dikenal sebagai Hari Buruh. Di tv lumayan banyak berita tentang peringatan Hari Buruh ini. Untung peringatannya bertepatan dengan hari Minggu, jadi tempat-tempat yang menjadi sasaran unjuk rasa gak tumpang tindih dengan aktifitas kerja sehari-hari. Potensi rusuh jadi lebih bisa diminimalisir. Orang-orang yang mau have fun, menikmati hari minggu-nya bisa cari alternatif lain. Like me: stay at home all day hehehe…

Kali ini gw mo lanjutin posting-an blog yang sebelumnya. Liburan di Padang.

Begitulah, gw sampe rumah Padang sekitar jam 22.00-an WIB. Tadinya mau mampir ke rumah tante&om dulu buat antar oleh-oleh, tapi berhubung sampe kota Padangnya sudah malam banget (bandara Minangkabau ada di luar kota Padang, kira-kira butuh waktu tempuh hampir 1 jam dari bandara ke kota Padang by car). Alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan mertua, kakak ipar dll sambil menikmati oleh-oleh, kamipun beristirahat.

Tapi, lewat tengah malam kami mendapat berita dukacita. Adik laki-laki dari Papa (pihak mertua laki-laki) telah berpulang ke Rahmatullah. Berita itu datang mendadak begitu saja. Kena serangan jantung katanya. Innalillaahi wa innailaihi rajiuunn… Suami, Papa, dan lainnya bergegas kerumah duka malam itu juga. Yang perempuan (including me) stayed home. Besok pagi baru kami bersama-sama pergi ke rumah duka dan mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir. Kalau gw cuma di rumah duka aja, gak ikut mengantar ke pemakaman. Area pemakamannya di daerah perbukitan. Walaupun lokasinya gak terlalu jauh dari rumah duka, I’m not so sure I can make it. The weather is sooo… HOT. Inilah akibatnya kalau badan dah biasa kena AC kantor setiap hari, Kena panas matahari terik sebentar langsung bawaannya pengen tepar. Lemesssss… >_<‘

Almarhum dimandikan di rumah duka, kemudian seusai sholat Jumat baru dimakamkan. Jujur, sampai usia yang sekarang ini, baru 3x gw pergi melayat dan melihat langsung almarhum/ah yang sudah terbaring kaku di atas dipan yaitu: Almarhumah nenek (dari pihak Ayah), Paman dari pihak keluarga Ibu (itu juga gw dipaksa pergi buat nemenin Ibu) dan sekarang adik Papa. Really, I don’t like funeral >_<‘ Selama ini kalau ada saudara yang meninggal, biasanya Ibu & Ayah yang pergi melayat. I prefer stay home. Seperti halnya beberapa waktu sebelum hari pernikahan gw, salah satu kakak Ayah meninggal dunia. It also happened suddenly. Pada hari itu, gw dan keluarga besar sedang meninjau gedung resepsi di Jakarta dan pada saat kita belum lama sampai ke rumah di Bogor, langsung ada telepon yang mengabarkan berita duka itu. Malam itu juga Ayah & Ibu balik lagi ke Jakarta, malam-malam cari taksi karena sudah gak ada lagi kereta tujuan Jakarta. Again, I stayed at home. He was my favorite uncle among the others. I don’t wanna ruined my memory about him, wanna remember him as he was alive. Gak tega rasanya melihat langsung dan menyadari beliau dah gak ada lagi… (Setelah Ayah & Ibu pergi ke Jakarta buat melayat, gw nelpon suami -waktu itu masih calon- dan menangis sejadi-jadinya) ^^’

Balik ke tema awal…

So far acara liburan berjalan lancar, Alhamdulillaahh… Gw dan suami bisa menyempatkan diri untuk menginap di rumah tante & om untuk semalam. Si tante sih, maunya kita bisa menginap lebih lama, tapi berhubung masa liburan yang pendek, rasanya gak memungkinkan. ^^’Β  But I really have a GREAT time there. I’m so happy spending time together with him. Mulai dari hal-hal yang sederhana seperti nonton tv berdua (Kami nonton Mr Bean in Holiday yang ditayangin di tv. Sumpah gw gak tega ngeliat kesialan-kesialan yang di alami Mr. Bean selama dia pergi liburan, walopun ketawa ngangkak juga khususnya di adegan dia lip sync jadi penyanyi opera. Bagian itu KEREN BANGET!!) πŸ˜€Β  :D, Ngadu suit untuk nentuin siapa yang kalah disuruh nutup pintu, sampai pergi jalan berdua naik motor menyusuri daerah pantai Padang di malam hari dan ditraktir makan Pizza Hut hehehe… Jauh-jauh ke Padang ujung-ujungnya kok makan di Pizza Hut? πŸ˜‰

Soal makan di Pizza Hut itu dalam rangka acara selamatan karena suami dah resmi menjadi PNS πŸ™‚ Tadinya kan suami yang rencananya yang mau datang ke Jakarta dan pilihan traktirannya di Pizza Hut (lumayan dah menahun gak ada makan disana), tapi akhirnya malah gw yang ke Padang. Ya traktirannya tetap pizza, gak berubah hehehe… Sebelum menyantap pizza, gw diminta memberikan semacam kata-kata sambutan dulu, padahal garpu dan pisau dah in action nih! Bahkan baru inget buat foto-foto pas makanan dah mau abis πŸ˜‰

Selamat atas peresmiannya menjadi PNS ya, sayang… Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya… Semoga kita berdua juga dimudahkan untuk bisa segera berkumpul bersama dan menjadi keluarga yang utuh. Amin3x

Ya, Allah, karuniakanlah pada kami kecintaanMu dan kecintaan orang yang cintanya bermanfaat bagi kami. Ya Allah, jadikan apapun yang kami cintai dan telah Engkau karuniakan pada kami sebagai kekuatan bagi kami untuk dapat melakukan sesuatu yang Engkau cintai. Ya Allah, jadikanlah apapun yang kami cintai dan telah Engkau jauhkan dari kami sebagai kesempatan bagi kami untuk bisa melakukan sesuatu yang Engkau cintai (HR Tirmidzi)*

Ya Allah, sungguh kami berlindung padaMu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau karuniakan, sirnanya kesehatan dariMu, datangnya kesengsaraan dariMu, dan dari segala kemurkaanMu (HR Muslim)*

Ya Allah, tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan hal yang sulit, bila Engkau menghendaki menjadi mudah (HR Ibnu Sunni)*

*Sumber: Doa-doa Istri untuk Suami (Penulis Abu Ma’aris, penerbit Shahih)

Hari Minggu, 24 April 2011, siap-siap mau berangkat ke Jakarta lagi. But surprise! Ternyata pagi-pagi suami ngajak pergi jalan ke pantai Padang dulu πŸ™‚ Sebelum-sebelumnya suami sering bilang gak mau ke pantai, gw kira acara ke pantainya ya yang pas jalan-jalan malam itu aja πŸ™‚ Pantai Padang di pagi hari is awesome. Kita sempat foto-foto dulu dan makan sate sebelum balik ke rumah ^^v

This slideshow requires JavaScript.

Sebelum berangkat ke bandara Minangkabau, kita mampir dulu pamitan ke rumah tante & om. Trus mampir makan siang di rumah makan di jalan by pass menuju bandaraΒ  (gulai ikannya enak banget!!). Sampai di bandara sekitar jam 12.30 dan jam 13-an pesawat take off menuju bandara Soetta (jadwalnya sih jam 12.45 WIB). Alhamdulillah perjalanan pulang berjalan lancar. Sampe bandara Soetta, gak terlalu lama nunggu langsung dapat bus DAMRI jurusan Gambir. Pas dah di Gambirpun ada Pakuan dan jam 6 sore dah sampai Bogor. Di penerbangan kali ini gak ada tas yang nimpa kepala lagi hehehe… ^^v