Udah hari Selasa, 26 April 2011 aja (gak sabar nunggu gajian hehehe…), hampir seminggu ini gak ada posting blog. Maklum lah, lagi long weekend, dan gw menghabiskan waktu liburan 3 (tiga) hari kemaren di Padang. Berhubung tanggal 22 April tanggal merah, gw memutuskan ke Padang to see my husband and families there… Keputusan ke Padang itu termasuk keputusan yang impulsif, mendadak, jadi gak kebagian tiket promo deh… ^^’ Plan A-nya kan bulan ini suami yang datang ke Jakarta, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, jadilah gw yang cabut ke Padang. Pas moment peak season pula, jadi harga tiket gila-gilaan, walo gak separah pas Lebaran or Natalan. Normalnya harga tiket pp Jakarta-Padang-Jakarta sekitar 800ribuan, 900 ribuan dah terhitung mahal! Nah gw beli tiket kemaren ni pp hampir tembus di level 1,5 juta! (pake level-levelan segala, kaya’ IHSG-Bursa Efek aja hehehe…). Kemaren juga pas pulang ngantor juga sempat cerita-cerita dengan temen yang kampungnya di Padang juga. Dia bahkan dah beli tiket buat Lebaran bulan Agustus depan dan harga tiket pp 1,9 juta! Walaaahhh… yang dah beli tiket jauh-jauh bulan (gak jauh-jauh hari lagi namanya tu!) dapat harga segitu, gimana yang beli 1 bulan s/d 1 minggu sebelumnya ya?? ^^’

Yaaaahhh… begitulah resiko menjalani long-distance marriage… Kata orang: cintaku berat di ongkos! πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Tapi not ALL about the money, right?? At that time, what I’m really thinking is… I just wanna see my husband and spent quality times together. Tentu saja dengan kalkulasi biaya pengeluaran yang terukur πŸ™‚ Manajemen rumah tangga itu PENTING. Sekarang ini sebisa mungkin gw menghindari dorongan impulsif untuk berbelanja, terutama buku. Untung ada perpustakaan di kantor (lihat blog sebelumnya) dan mulai menetapkan pos-pos belanja standar/rutin setiap bulannya supaya gak kebablasan πŸ™‚

How’s my weekend?? Awesome! Dengan jatah libur hanya 3 (tiga) hari, I think we both REALLY-REALLY have a great time! I’ll tell you how’s my vacation next timeΒ  ‘coz today… I wanna share about something else. Sesuai dengan judul posting kali ini, gw mau cerita tentang keseharian gw setiap berangkat dan pulang kantor. Naik kereta.

Sejak masih tinggal di Depok, gw dah akrab dengan angkutan yang satu ini. Apalagi waktu Lebaran dan pergi beli sepatu di Pasar Baru, pasti kami naik kereta. Saudara-saudara memang banyak yang tinggal di Jakarta, jadi setiap Lebaran atau ada acara keluarga, pastilah kami naik kereta dari Depok ke Jakarta. Hal itu terus berlanjut sampai kami pindah ke Bogor. Trus, entah kenapa Ibu dan Ayah kalau tiap mau belanja sepatu buat Lebaran, selalu mengajak kami ke Pasar Baru. Hal yang aneh menurut gw waktu itu, karena di Depok kan juga ada toko sepatu. Mungkin di Pasar Baru toko sepatunya berderet-deret sepanjang jalan, jadi punya banyak pilihan ^_^’

Dari SMP, SMA (Kuliah off naik kereta) sampai jadi karyawan seperti sekarang, rasanya keseharian gw gak lepas dari kereta. Mulai dari harga tiket Rp700,-Β  sampai Rp11.000,-, mulai bentuk karcis dari bahan kaya’ kertas karton/daur ulang, sampai ada rencana pengadaan tiket elektronik, masiiihhhh… aja setia naik kereta. Walaupun kereta lagi lancar, atau TROUBLE (penting gw bikin dalam huruf italic dan bold) gara-gara kerusakan sinyal, kerusakan pantograph, kereta mogok, bus kota nyelonong jalur perlintasan, bunuh diri loncat ke rel pas kereta mo lewat, atau mati kesetrum sampe gosong gara-gara duduk di atas gerbong, plus rawan copet & jambret, tapi teteeeppp… aja gw keukeuh naik kereta.

Alasannya: naik bus macet, lelet, banyak ngetemnya, dan kalau bukan bus AC, bau asap rokoknya gak ketulungan >_<. Kalau kereta, lebih cepat (apalagi kalau naik kereta Pakuan) dan harga lebih ekonomis (dibandingkan gonta-ganti naik bis/angkot dengan tujuan sama). Apalagi sekarang sudah ada Pakuan/Ekspress yang steril dari pedagang asongan, pengamen, pengemis dan asap rokok. Rasanya jauh lebih nyaman. Mungkin gara-gara monopoli jalur kereta Jabodetabek ini, rasanya si pengelola jadi lebih sewenang-wenang deh! Dalam 1 (satu) minggu selalu rutin ada trouble, kadang dikasih pengumuman, tapi sering juga para penumpang dibiarin tau sendiri (Pokoknya kalau di stasiun situasinya crowded banget, penumpang bejubel, atau pas di dalam kereta, keretanya stuck, diam ditempat -bukan di stasiun pula- lebih dari 30 menit, dah jelas situasi lagi gak beres!)

Rekor gw pulang telat gara-gara kereta trouble: Pulang kantor naik kereta jam 7 malam, sampe rumah jam 11 malam! ‘Set daaahhh… disangka jarak Jakarta-Bogor sama kayak naik kereta Jakarta-Bandung, kali 😦 Kalau pas berangkat ngantor naik Pakuan jam 06.00 dari Bogor, sampe Jakarta jam 10an siang! (Normalnya sampe kantor tuh jam 7.10) Kalau gak inget potongan tunjangan yang super gede bagi karyawan yang gak masuk kantor tanpa keterangan a.k.a bolos, rasanya pengen pulang aja deh! (Well, gak masuk dengan keterangan (mis. sakit dengan surat dokter) tetep dipotong juga sih *angkat bahu). Biasanya kalo pagi-pagi lagi gak beres, paling jadinya telat 5-11 menit. Pernah juga telat 1 menit, di mesin fingerprint menunjukkan jam 07.31! Miris banget deeehhh… padahal dah lari-lari turun tangga stasiun & nyuruh ojek langganan buat ngebut T_T waktu itu jumlah potongan yang telat 1 (satu) menit sama yang telat 3 (tiga) jam. Tapi mulai awal tahun ini treatmentnya dah beda sih… πŸ™‚

Waktu berangkat ngantor dan sampe jam 10an itu, asli suntuk banget 😦 di tengah-tengah perjalanan mikir mo cari alternatif lain buat ke kantor juga percuma, dah jelas bakal telat juga. Akhirnya pas sampe stasiun Gambir gw langsung menuju kantor Kepala Stasiun, minta surat keterangan resmi bahwa kereta memang sedang bermasalah. Yah, gw memang bukan satu-satunya karyawan yang menggunakan jasa kereta jabodetabek, jadi dah pasti yang lainnya telat juga (ada beberapa karyawan di gedung & lantai yang sama juga tinggal di kawasan Bogor). Tapi gw butuh bukti otentik/tertulis yang menyatakan bahwa keterlambatan ini bukan karena alasan yang mengada-ngada. Apalagi telatnya kebangetan begitu >_<‘

Makanya gw suka kesal… gara-gara kereta bermasalah, gw telat sampe kantor. Otomatis tunjangan jadi dipotong. Okelah kalau dipotong gara-gara kelalaian pribadi, misalnya bangun kesiangan dan ketinggalan kereta, jadinya telat masuk kantor. Resiko tanggung sendiri. Nah, kalau telat ke kantor yang sertamerta bukan kesalahan kita pribadi? Patut disyukuri kalau dapat atasan yang mengerti situasi. Kalau engga? Kredibilitas kita sebagai karyawan jadi dipertanyakan kan? Tambah di”makan” deh!Β  Have they EVER considered about that?

Perkembangan bagusnya sih, sekarang di kereta Pakuan/Ekspress dan Ekonomi AC sudah ada gerbong khusus wanita. Dari total 8 (delapan) gerbong, ada 2 (dua) gerbong yang dikhususkan bagi penumpang wanita yang terletak di gerbong Nomor 1 dan Nomor 8 (gerbong paling depan dan paling belakang).

Gw menyambut gembira dengan adanya gerbong khusus wanita ini (walau pelaksanaannya belum maksimal). Soalnya selain rawan jambret-copet, transportasi umum termasuk kereta KRL ini rawan pelecehan seksual (gak cuma di busway aja). Apalagi kalau kereta lagi penuh-penuhnya, terutama pas jam berangkat & pulang kantor, harus siap-siap berantisipasi dengan tangan-tangan jahil 😦

Waspadalah! Waspadalaaaaaaaahh! *bang napi mode ON

Sejak gerbong khusus wanita ini mulai diresmikan, gw selalu naik di gerbong kereta itu. Lumayan seru juga, kalau ada bapak-bapak/mas-mas/om-om yang nyasar di gerbong tu, para penghuninya langsung kompakan deh nyorakin ^o^’ (heran deh, padahal di luar gerbong dan di dalam gerbong banyak bertebaran tulisan “khusus wanita”, tapi pada gak ngeh semua kali ya?:) Tapi ada yang lucu juga. Pernah kami diamin aja pas ada laki-laki yang salah masuk gerbong, trus si mas-mas itu celingak-celinguk dengan mimik heran, kok ini isi kereta perempuan semua. Ada beberapa orang yang cekikikan sampe si mas tu langsung sadar and ngeloyor pindah ke gerbong sebelah hehehe…

Sayang sekali kekompakan itu gak keliatan kalau dah urusan “jatah” duduk di kursi, terutama di bagian “kursi khusus/prioritas” yang ditujukan bagi wanita hamil, orang cacat, ibu yang gendong bayi dan manula. Hal itu bisa gw lihat langsung tadi pagi pas mau berangkat ngantor. Padahal sama-sama perempuan, tapi kok hatinya gak tergerak sama sekali untuk memberikan tempat duduk pas ada wanita hamil yang berdiri di depan dia ya? Dia juga salah kok, duduk di kursi prioritas yang bukan haknya, secara dia gak termasuk dalam golongan 4 orang tadi (hamil, cacat, bawa bayi & manula). Penumpang yang lain sih cuma bisik-bisik dan nyindir halus, tapi si dia gak gerak-gerak juga. Gak tahan, akhirnya gw tegor langsung dia sambil nunjuk-nunjuk gambar dibelakangnya yang menandakan bahwa kursi yang didudukinnya itu kursi prioritas. Masak gak bisa lihat jelas sih orang yang berdiri di depan dia tu lagi hamil besar? Kalau ada apa-apa karena kelamaan berdiri mang dia mau tanggung jawab apa?? Awalnya sih dia nunjuk-nunjuk orang yang duduk disebelahnya yang juga gak hamil, tapi orang yang ditunjuk tu dah tidur dan mukanya ditutupin pashmina. Mana bisa muka ketutup begitu sadar/ngeliat ada yang hamil??

Beberapa penumpang yang duduk di bangku lipat menawarkan si ibu hamil untuk duduk di bangku lipatnya. Tapi, please deh… bangku lipat itu kan pendek, kaya dingklik di dapur gitu. Bayangin ajalah sendiri kalo orang hamil disuruh duduk di situ! BT ngeliat tingkah dia, tambah gw ketusin sampe akhirnya dia mau berdiri. Bodo’ ah kalo dia ngeliatin dengan tatapan gak suka. Gw cuekin aja. Mending nabung tidur deh sampe Jakarta. Lumayan kan tidur 1 (satu) jam. Heran… sama-sama perempuan kok gak peka. Coba kalau dia digituin pas lagi hamil, biar tau gimana rasanya!

Kalau gw tiap naik kereta memang selalu menghindari bagian kursi khusus/prioritas itu. Kalau naik kereta gak kebagian tempat duduk, ya gw mendingan duduk di kursi lipat atau ngemper koran di lantai kereta. Tapi liat sikon lantai keretanya juga sih… Kalo jorok banget atau becek, mending berdiri aja. Tapi setiap berangkat-pulang kantor, gw rutin bawa kursi lipat πŸ™‚ Kecuali kalau isi gerbong bener-bener sepi, baru deh duduk sesuka hati, dijamin gak ada yang larang.

Di postingan berikutnya ntar gw upload foto-foto suasana gerbong khusus wanita deh πŸ™‚

Segini dulu postingan untuk hari ini. Have a nice day! πŸ™‚

Advertisements