Archive for April, 2011


Menjelang akhir bulan…

Kamis, 28 April 2011

Hari ini sedang tidak bersemangat 😦 Rasanya kondisi badan tidak enak dan maunya rebahaaaannn… aja. Gak peduli deh kalau seandainya ketiduran di meja lagi seperti kemaren ^^’ Padahal semalam dah tidur dari jam 9 malam, kebangun jam 4 pagi buat sholat Isya trus tidur lagi sampai jam 5 lewat. Niatnya mau puasa Senin-Kamis, but I’m not in the mood to do that today.

Sebenarnya sudah dari kemaren (Rabu, 27 April 2011) ngerasa gak enak badan kaya’ gini. Malas bergerak, mata selalu ngerasa beraaattt… banget. Untung kemaren lagi gak ada agenda rapat. Pekerjaan juga dah kelar. Suasana kantor juga lumayan tenang dan tau-tau ketiduran begitu aja hehehe… Di kereta dalam perjalanan pulang kerumah juga tidur-tidur ayam, padahal ada novel The Book of Lost Thing yang menanti “jatah” buat dibaca. Dah lebih dari 3 (tiga) hari ada di dalam tas. Biasanya kalau ada novel, sangat jarang gw anggurin selama itu.

Sampai-sampai suami nelpon buat ngingetin sholat-pun, antara sadar-gak sadar nerimanya. I even not really remembered in what time he called and what I’ve said to him last nite. Tau-tau kebangun dah jam 4 menjelang subuh dah inget belum Isya ^^’. Sudah tidur selama itu, tapi rasa badan masih belum seger juga. Di keretapun tidur lumayan nyenyak walaupun duduk di bangku lipat dan bersandar di pintu kereta yang tertutup (baru terbuka kalau dah di stasiun Manggarai, Gondangdia, Gambir dan Kota). Today… i really-really-really not in the mood to do anything. I can’t wait to go home soon at 5pm, lock myself in the bedroom for a whole night.

I know it’s not good at all, being gloomy all day. Believe me, I’ll try to cheer up my self. Have chit-chat with my co-worker & friend via gtalk (but its only for a very short time). Then I go to basement to buy carrot-orange juice for refreshment . But even the juice-can already empty, my mood hasn’t back yet… *sigh

Sebenernya gw males banget buat posting blog hari ini, mo cerita apa ya bagusnya? ^^’

Well, too upgrade my mood, I think its better to share you about my vacation in Padang couple days ago? How about that? πŸ™‚


Sabtu, 30 April 2011

Gak terasa…ternyata sudah seminggu liburan itu berlalu >_<‘ (I want more…). Gw berangkat ke Padang naik pesawat Lion Air jam 19.45 WIB. Berhubung besok adalah long weekend, takut macet di jalan, gw cabut keluar kantor jam 4 sore. Normalnya jam pulang kantor kan jam 5, but I don’t wanna take a risk. Better comes early than be late trus ketinggalan pesawat, secara pesawat jam 19.45 WIB itu adalah pesawat ke Padang yang terakhir. Berabe kalau telat… sayang tiketnya pula… Lebih dari setengah juta melayang sia-sia…^_^

Alhamdulillah, perjalanan menuju bandara Soetta lumayan lancar. Waktu menunjukkan pukul 16.05 WIB di absen fingerprint. Naik ojek kebut ke pul DAMRI di stasiun Gambir. Lucky! sampai sana masih ada busnya. Tinggal 1 (satu) dan dah siap-siap mo berangkat. Gw bahkan gak sempet beli minuman di mini market dan enggak kebagian tempat duduk pula… terpaksa ngemper beralas koran di dekat pintu bus di samping supir hehehe… ^^’ Fffiuuhhh… gak kebayang kalau gw baru keluar kantor jam17.00-an, soalnya temen kantor yang mau balik ke Surabaya cerita kalau sepulang kantor dia ke pul DAMRI Gambir, tapi gak ada bus sama sekali sehingga terpaksa naik taksi ke bandara 😦

Perjalanan dari Gambir ke bandara Soetta lumayan lancar. Memang sedikit macet disana-sini, tapi gw sendiri gak terlalu was-was karena macetnya gak termasuk dalam kategori PARAH. Pas mau masuk gerbang Bandara baru mulai keliatan crowded, berhubung banyak mobil pribadi penjemput/pengantar penumpang yang parkir ditepi jalan sampai-sampai ada patroli bandara yang berkeliling memberi peringatan supaya mobil diparkir pada tempat yang telah disediakan atau akan dikenai sanksi (ban mobil dikunci). Tapi bisa jadi para pemilik mobil memang kesulitan mencari tempat parkir kosong karena memang padat banget! Sepanjang yang gw lihat memang banyak mobil berderet-deret di parkiran. Beginilah suasana bandara di akhir pekan πŸ™‚ Sekedar saran, sebaiknya kalau tidak membawa barang banyak (masih bisa ditenteng & tidak membutuhkan jasa carrier), lebih baik memanfaatkan kendaraan umum ke bandara. Gak perlu lah bawa mobil segala trus di”inap”kan di parkiran, apalagi kalau lagi peak season. Kasian ma yang lain yang juga butuh tempat parkir (no comment deh kalau ada yang kasi tanggapan: “kan gw bayar ini…”) Β πŸ™‚

Sampe bandara jam 17.50 WIB. Mampir ke counter Roti Boy dulu buat beli cemilan (atau makan malam?), check in, trus langsung menuju ruang tunggu. Seperti yang dah diduga sebelumnya, ra-meeeee…. Ternyata ada flight yang delayed. Harusnya pesawat yang ke Palembang dah berangkat dari 2 (dua) jam yang lalu. Waaaahhh!!! Dah mulai was-was nih! Jangan-jangan flight ke Padang juga kena imbasnya… >_< Saking ramenya ruang tunggu, gw ke lantai bawah aja buat sholat Magrib dan Isya (engga’ di jama’). Sama aja ramenya, tapi ini jauh lebih baik daripada duduk diruang tunggu yg berisik, atau di koridor luar yang full asap rokok 😦 Β Paling gak di lantai bawah lebih tenang karena di mushola kan gak boleh berisik hehehe… (paling banter cuma suara bunyi air kran orang yang lagi wudhu atau suara imam sholat magrib berjamaah)

Selesai sholat Magrib, gw duduk-dudk aja di tangga sambil baca koran menunggu waktu Isya sekitar jam19.05an. Suasana dah mulai sepi karena yang dah kelar magriban kebanyakan pada balik ke ruang tunggu semua. Pas jam menunjukkan jam 19an, gw ambil wudhu lagi siap-siap mo sholat Isya. Petugas bersih-bersih disana bilang dah masuk jam Isya dan gw liat beberapa orang dah mulai turun ke bawah lagi buat ambil wudhu. Nah, pas di tahhiyat akhir, sayup-sayup gw denger panggilan buat penumpang tujuan Padang. Panik dong gw, buru-buru salam dan beres-beres mukena+ngangkut ransel&bungkusan oleh-oleh, lari-lari naik tangga ke atas/ke ruang tunggu (padahal niatnya abis isya mau dandan dulu^^’) sambil bertanya-tanya dalam hati. Waduh, kenapa nih? Kalau delayed kan mustinya pengumuman permohonan maaf, bukan panggilan. Masak sih pesawatnya berangkat lebih awal??? Kalau delayed/cancelled gw sering denger, nah kalau berangkat lebih awal?? Masuk akal gak seehhhh??? Beneran deh, kalau sempet ketinggalan pesawat gara-gara berangkat lebih awal dari jadwal, dijamin gw bakal ngamuk sejadi-jadinya πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Setelah konfirm sama petugas, gw disuruh turun kebawah (bukan tangga ke bawah menuju mushola, ini lain lagi), dan ternyata ada bus Lion Air yang menunggu. Mungkin karena ada sesuatu hal, pesawat gak bisa mendarat dulu di terminal 1B, jadi penumpang dialihin ke terminal lainnya (kalau cuma pindah gate sih biasanya penumpang disuruh jalan kaki aja). Dah naik pesawat, barang-barang dah tersimpan aman di bagasi atas, dah sms kabarin suami, mom&dad, tante di Padang kalau pesawatnya mau take off, matiin HP (ini penting! gw pernah nemuin kasus ada penumpang yang gak matiin hpnya pas pesawat dah take off. Minta dihajar tu orang! *geleng-geleng kepala)

Pesawat berangkat jam 8-an, molor 15 menit dari jadwal semula jam 19.45. Naik pesawatnya aja yang duluan, berangkatnya tetep aja molor. Tapi not bad lah, daripada delay 2 jam kaya’ ke Palembang πŸ™‚ Berhubung ini bukan pertama kalinya gw naik pesawat malam, I choose to sleep instead of looking the night view outsideΒ dan baru kebangun pas ada pengumuman dari kabin kalau sebentar lagi pesawatnya mau mendarat di Bandara Minangkabau. Lumayanlah bisa tidur sekitar 1jam-an hehehe… πŸ™‚

Sampe Padang sekitar jam 10malam dan suami dah stand by di depan pintu keluar… So glad to see him standing next to me and feel his lips on my forehead…

Honey, i’m home… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Di dalam Pakuan itu…

Seperti yang pernah gw singgung di posting-an sebelumnya, berikut gambar-gambar yang gw upload tentang suasana kereta Pakuan di gerbong khusus perempuan πŸ™‚

Beginilah suasana di gerbong khusus wanita. Kadang rameeeee…bgt (lebih rame drpd yang di foto) bahkan bisa sepi juga πŸ™‚ “Cobaan” lainnya yang harus dihadapi oleh para penumpang kereta Pakuan/Ekspress/Ekonomi AC adalah para pelempar batu. Entah apa niat mereka ngelakuin itu 😦 Batu yang dilemparpun bisa seukuran kepalan tangan dan dah makan korban. Kaca di pintu kereta pecah dan kaca (dari bahan semacam fiber) itu ngelukain penumpang yang kebetulan berdiri dekat pintu >_< Makanya setiap naik kereta, harus dibiasakan untuk menurunkan tirai jendela, jadi efeknya bisa diminimalisir. Biasanya lemparan batu itu sering terjadi di kawasan Depok menuju Citayam dan Bojonggede. Kadang-kadang di daerah UI-Pondok Cina juga ada, tapi jarang…

Si pelempar batu ni juga doyan sama kereta ekonomi biasa, cuman karena body kereta ni lebih kokoh dan tangguh, efeknya gak terlalu berasa ^^’ Pernah ngobrol-ngobrol sama petugas pemeriksa karcis ngebahas soal ini. Ternyata pernah ada yang ketangkap dan guess what? Pelakunya masih anak-anak/remaja tanggung 😦

Udah hari Selasa, 26 April 2011 aja (gak sabar nunggu gajian hehehe…), hampir seminggu ini gak ada posting blog. Maklum lah, lagi long weekend, dan gw menghabiskan waktu liburan 3 (tiga) hari kemaren di Padang. Berhubung tanggal 22 April tanggal merah, gw memutuskan ke Padang to see my husband and families there… Keputusan ke Padang itu termasuk keputusan yang impulsif, mendadak, jadi gak kebagian tiket promo deh… ^^’ Plan A-nya kan bulan ini suami yang datang ke Jakarta, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, jadilah gw yang cabut ke Padang. Pas moment peak season pula, jadi harga tiket gila-gilaan, walo gak separah pas Lebaran or Natalan. Normalnya harga tiket pp Jakarta-Padang-Jakarta sekitar 800ribuan, 900 ribuan dah terhitung mahal! Nah gw beli tiket kemaren ni pp hampir tembus di level 1,5 juta! (pake level-levelan segala, kaya’ IHSG-Bursa Efek aja hehehe…). Kemaren juga pas pulang ngantor juga sempat cerita-cerita dengan temen yang kampungnya di Padang juga. Dia bahkan dah beli tiket buat Lebaran bulan Agustus depan dan harga tiket pp 1,9 juta! Walaaahhh… yang dah beli tiket jauh-jauh bulan (gak jauh-jauh hari lagi namanya tu!) dapat harga segitu, gimana yang beli 1 bulan s/d 1 minggu sebelumnya ya?? ^^’

Yaaaahhh… begitulah resiko menjalani long-distance marriage… Kata orang: cintaku berat di ongkos! πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Tapi not ALL about the money, right?? At that time, what I’m really thinking is… I just wanna see my husband and spent quality times together. Tentu saja dengan kalkulasi biaya pengeluaran yang terukur πŸ™‚ Manajemen rumah tangga itu PENTING. Sekarang ini sebisa mungkin gw menghindari dorongan impulsif untuk berbelanja, terutama buku. Untung ada perpustakaan di kantor (lihat blog sebelumnya) dan mulai menetapkan pos-pos belanja standar/rutin setiap bulannya supaya gak kebablasan πŸ™‚

How’s my weekend?? Awesome! Dengan jatah libur hanya 3 (tiga) hari, I think we both REALLY-REALLY have a great time! I’ll tell you how’s my vacation next timeΒ  ‘coz today… I wanna share about something else. Sesuai dengan judul posting kali ini, gw mau cerita tentang keseharian gw setiap berangkat dan pulang kantor. Naik kereta.

Sejak masih tinggal di Depok, gw dah akrab dengan angkutan yang satu ini. Apalagi waktu Lebaran dan pergi beli sepatu di Pasar Baru, pasti kami naik kereta. Saudara-saudara memang banyak yang tinggal di Jakarta, jadi setiap Lebaran atau ada acara keluarga, pastilah kami naik kereta dari Depok ke Jakarta. Hal itu terus berlanjut sampai kami pindah ke Bogor. Trus, entah kenapa Ibu dan Ayah kalau tiap mau belanja sepatu buat Lebaran, selalu mengajak kami ke Pasar Baru. Hal yang aneh menurut gw waktu itu, karena di Depok kan juga ada toko sepatu. Mungkin di Pasar Baru toko sepatunya berderet-deret sepanjang jalan, jadi punya banyak pilihan ^_^’

Dari SMP, SMA (Kuliah off naik kereta) sampai jadi karyawan seperti sekarang, rasanya keseharian gw gak lepas dari kereta. Mulai dari harga tiket Rp700,-Β  sampai Rp11.000,-, mulai bentuk karcis dari bahan kaya’ kertas karton/daur ulang, sampai ada rencana pengadaan tiket elektronik, masiiihhhh… aja setia naik kereta. Walaupun kereta lagi lancar, atau TROUBLE (penting gw bikin dalam huruf italic dan bold) gara-gara kerusakan sinyal, kerusakan pantograph, kereta mogok, bus kota nyelonong jalur perlintasan, bunuh diri loncat ke rel pas kereta mo lewat, atau mati kesetrum sampe gosong gara-gara duduk di atas gerbong, plus rawan copet & jambret, tapi teteeeppp… aja gw keukeuh naik kereta.

Alasannya: naik bus macet, lelet, banyak ngetemnya, dan kalau bukan bus AC, bau asap rokoknya gak ketulungan >_<. Kalau kereta, lebih cepat (apalagi kalau naik kereta Pakuan) dan harga lebih ekonomis (dibandingkan gonta-ganti naik bis/angkot dengan tujuan sama). Apalagi sekarang sudah ada Pakuan/Ekspress yang steril dari pedagang asongan, pengamen, pengemis dan asap rokok. Rasanya jauh lebih nyaman. Mungkin gara-gara monopoli jalur kereta Jabodetabek ini, rasanya si pengelola jadi lebih sewenang-wenang deh! Dalam 1 (satu) minggu selalu rutin ada trouble, kadang dikasih pengumuman, tapi sering juga para penumpang dibiarin tau sendiri (Pokoknya kalau di stasiun situasinya crowded banget, penumpang bejubel, atau pas di dalam kereta, keretanya stuck, diam ditempat -bukan di stasiun pula- lebih dari 30 menit, dah jelas situasi lagi gak beres!)

Rekor gw pulang telat gara-gara kereta trouble: Pulang kantor naik kereta jam 7 malam, sampe rumah jam 11 malam! ‘Set daaahhh… disangka jarak Jakarta-Bogor sama kayak naik kereta Jakarta-Bandung, kali 😦 Kalau pas berangkat ngantor naik Pakuan jam 06.00 dari Bogor, sampe Jakarta jam 10an siang! (Normalnya sampe kantor tuh jam 7.10) Kalau gak inget potongan tunjangan yang super gede bagi karyawan yang gak masuk kantor tanpa keterangan a.k.a bolos, rasanya pengen pulang aja deh! (Well, gak masuk dengan keterangan (mis. sakit dengan surat dokter) tetep dipotong juga sih *angkat bahu). Biasanya kalo pagi-pagi lagi gak beres, paling jadinya telat 5-11 menit. Pernah juga telat 1 menit, di mesin fingerprint menunjukkan jam 07.31! Miris banget deeehhh… padahal dah lari-lari turun tangga stasiun & nyuruh ojek langganan buat ngebut T_T waktu itu jumlah potongan yang telat 1 (satu) menit sama yang telat 3 (tiga) jam. Tapi mulai awal tahun ini treatmentnya dah beda sih… πŸ™‚

Waktu berangkat ngantor dan sampe jam 10an itu, asli suntuk banget 😦 di tengah-tengah perjalanan mikir mo cari alternatif lain buat ke kantor juga percuma, dah jelas bakal telat juga. Akhirnya pas sampe stasiun Gambir gw langsung menuju kantor Kepala Stasiun, minta surat keterangan resmi bahwa kereta memang sedang bermasalah. Yah, gw memang bukan satu-satunya karyawan yang menggunakan jasa kereta jabodetabek, jadi dah pasti yang lainnya telat juga (ada beberapa karyawan di gedung & lantai yang sama juga tinggal di kawasan Bogor). Tapi gw butuh bukti otentik/tertulis yang menyatakan bahwa keterlambatan ini bukan karena alasan yang mengada-ngada. Apalagi telatnya kebangetan begitu >_<‘

Makanya gw suka kesal… gara-gara kereta bermasalah, gw telat sampe kantor. Otomatis tunjangan jadi dipotong. Okelah kalau dipotong gara-gara kelalaian pribadi, misalnya bangun kesiangan dan ketinggalan kereta, jadinya telat masuk kantor. Resiko tanggung sendiri. Nah, kalau telat ke kantor yang sertamerta bukan kesalahan kita pribadi? Patut disyukuri kalau dapat atasan yang mengerti situasi. Kalau engga? Kredibilitas kita sebagai karyawan jadi dipertanyakan kan? Tambah di”makan” deh!Β  Have they EVER considered about that?

Perkembangan bagusnya sih, sekarang di kereta Pakuan/Ekspress dan Ekonomi AC sudah ada gerbong khusus wanita. Dari total 8 (delapan) gerbong, ada 2 (dua) gerbong yang dikhususkan bagi penumpang wanita yang terletak di gerbong Nomor 1 dan Nomor 8 (gerbong paling depan dan paling belakang).

Gw menyambut gembira dengan adanya gerbong khusus wanita ini (walau pelaksanaannya belum maksimal). Soalnya selain rawan jambret-copet, transportasi umum termasuk kereta KRL ini rawan pelecehan seksual (gak cuma di busway aja). Apalagi kalau kereta lagi penuh-penuhnya, terutama pas jam berangkat & pulang kantor, harus siap-siap berantisipasi dengan tangan-tangan jahil 😦

Waspadalah! Waspadalaaaaaaaahh! *bang napi mode ON

Sejak gerbong khusus wanita ini mulai diresmikan, gw selalu naik di gerbong kereta itu. Lumayan seru juga, kalau ada bapak-bapak/mas-mas/om-om yang nyasar di gerbong tu, para penghuninya langsung kompakan deh nyorakin ^o^’ (heran deh, padahal di luar gerbong dan di dalam gerbong banyak bertebaran tulisan “khusus wanita”, tapi pada gak ngeh semua kali ya?:) Tapi ada yang lucu juga. Pernah kami diamin aja pas ada laki-laki yang salah masuk gerbong, trus si mas-mas itu celingak-celinguk dengan mimik heran, kok ini isi kereta perempuan semua. Ada beberapa orang yang cekikikan sampe si mas tu langsung sadar and ngeloyor pindah ke gerbong sebelah hehehe…

Sayang sekali kekompakan itu gak keliatan kalau dah urusan “jatah” duduk di kursi, terutama di bagian “kursi khusus/prioritas” yang ditujukan bagi wanita hamil, orang cacat, ibu yang gendong bayi dan manula. Hal itu bisa gw lihat langsung tadi pagi pas mau berangkat ngantor. Padahal sama-sama perempuan, tapi kok hatinya gak tergerak sama sekali untuk memberikan tempat duduk pas ada wanita hamil yang berdiri di depan dia ya? Dia juga salah kok, duduk di kursi prioritas yang bukan haknya, secara dia gak termasuk dalam golongan 4 orang tadi (hamil, cacat, bawa bayi & manula). Penumpang yang lain sih cuma bisik-bisik dan nyindir halus, tapi si dia gak gerak-gerak juga. Gak tahan, akhirnya gw tegor langsung dia sambil nunjuk-nunjuk gambar dibelakangnya yang menandakan bahwa kursi yang didudukinnya itu kursi prioritas. Masak gak bisa lihat jelas sih orang yang berdiri di depan dia tu lagi hamil besar? Kalau ada apa-apa karena kelamaan berdiri mang dia mau tanggung jawab apa?? Awalnya sih dia nunjuk-nunjuk orang yang duduk disebelahnya yang juga gak hamil, tapi orang yang ditunjuk tu dah tidur dan mukanya ditutupin pashmina. Mana bisa muka ketutup begitu sadar/ngeliat ada yang hamil??

Beberapa penumpang yang duduk di bangku lipat menawarkan si ibu hamil untuk duduk di bangku lipatnya. Tapi, please deh… bangku lipat itu kan pendek, kaya dingklik di dapur gitu. Bayangin ajalah sendiri kalo orang hamil disuruh duduk di situ! BT ngeliat tingkah dia, tambah gw ketusin sampe akhirnya dia mau berdiri. Bodo’ ah kalo dia ngeliatin dengan tatapan gak suka. Gw cuekin aja. Mending nabung tidur deh sampe Jakarta. Lumayan kan tidur 1 (satu) jam. Heran… sama-sama perempuan kok gak peka. Coba kalau dia digituin pas lagi hamil, biar tau gimana rasanya!

Kalau gw tiap naik kereta memang selalu menghindari bagian kursi khusus/prioritas itu. Kalau naik kereta gak kebagian tempat duduk, ya gw mendingan duduk di kursi lipat atau ngemper koran di lantai kereta. Tapi liat sikon lantai keretanya juga sih… Kalo jorok banget atau becek, mending berdiri aja. Tapi setiap berangkat-pulang kantor, gw rutin bawa kursi lipat πŸ™‚ Kecuali kalau isi gerbong bener-bener sepi, baru deh duduk sesuka hati, dijamin gak ada yang larang.

Di postingan berikutnya ntar gw upload foto-foto suasana gerbong khusus wanita deh πŸ™‚

Segini dulu postingan untuk hari ini. Have a nice day! πŸ™‚

El Classico…

El Classico, sebuah istilah yang ditujukan bagi “pertarungan” 2 klub Spanyol: Real Madrid dan Barcelona. Kali ini mereka akan bertemu di ajang Copa Del Rey (Bakal ditayangin di TV One, Kamis, 21 April 2011 jam 02.00 WIB) setelah terakhir kalinya bertemu di kompetisi La Liga (Barca-Madrid: 5-0 dan 1-1). Yah, gw sih memang gak segitu hobinya nonton bola. Masa-masa itu sudah lewat laaaahhh… Waktu SMA memang seneng banget , sampe bela-belain secara rutin beli tabloid Bola (bagi-bagi pos anggaran beli komik πŸ™‚ ) dan rutin nonton Liga Itali. Tambahan ada 2 (dua) temen juga -cewek- yang juga seneng nonton bola dan tergila-gila dengan Filippo Inzaghi+Raul Gonzales. Lumayan seneng juga sih ada cs-nya… Soalnya gw gak pernah diskusi bola sama temen-temen cowok. Pada umumnya justru mereka yang mandang aneh, mereka dah terlanjur beranggapan: “Ah, cewek kalo suka nonton bola paling gara-gara ngeliatin pemainnya yang cakep-cakep. Apalagi Liga Eropa”. Tapi ya gw cuek aja. Really, guys… I can’t blame you for that πŸ™‚

Jadi kesimpulanya: ok, kita sama-sama suka bola, tapi itu gak membuat kita jadi dekat kan?^_^’Β  dan tetep aja temen-temen sekolah taunya gw tu manga freak, not soccer fans hehehe…

Gak ada yang influence gw untuk suka bola, nor my dad or my brother. Mereka berdua kadang-kadang suka nonton bola, tapi justru bukan dari mereka asal-muasal gw suka nonton bola. Waktu itu pertandingan bola yang pertama kali gw tonton adalah Liga Inggris. Lupa, waktu itu Manchester United versus klub mana, but then I am amazed… I saw Eric Cantona with his Bruce Lee’s flying kick kearah penonton!! \m/ Sejak itulah gw mulai suka nonton bola… *motivasi aneh πŸ˜€

Tapi setelah itu gw lebih suka nonton Liga Itali dibanding Liga Inggris. Menurut pendapat (pribadi) gw, Liga Inggris -waktu itu- jarang banget aksi dribble bola… kebanyakan kasih umpan lambung terus, bosen ngeliatnya. Beda sama Liga Itali yang sering nunjukin skill individual masing-masing pemain… But, hey! ini pendapat pribadi gw lhooo… Tambahan dah bertahun-tahun ini dah gak ngikutin perkembangan sepak bola di Eropa, jadi gak tau deh bagaimana sekarang. Nonton Piala Dunia aja dah gak seantusias dulu (Waktu Piala Dunia Korea-Jepang sih nonton). Faktor usia mungkin turut mempengaruhi, atau karena dah ada rutinitas yang padat, jadi lebih memilih TI-DUR. Kalau dulu kan, masih sekolah, kuliah, masih dalam masa-masa no worries, jadi energi masih berlebih hehehe…

Dengan alasan itu pula, gw positif untuk tidak nonton pertandingan Barcelona vs Real Madrid nanti malam. Walaupun penasaran juga bagaimana Jose Mourinho menyiapkan taktik untuk membalas kekalahan telak 5-0 dipertemuan sebelumnya. Plus dia dah mulai melancarkan taktik perang psikologis seperti waktu masih melatih di Inter Milan, khas Mou. Waktu awal-awal melatih Real Madrid, dia masih “kalem” soalnya ^^’ This is what I like from him -but I’m not his fans- πŸ™‚

Lagipula kalo gak nonton, besoknya bisa browsing liat hasil liputan pertandingan plus para bapak-bapak di kantor pasti bakalan heboh juga ngebahas soal itu. I bet Barca gonna win (again) this time -I Like Barca but not Bieber, tapiΒ  kemungkinan besar gak menang mudah seperti skor 5-0 kemaren. At least skor seri kayak di kompetisi La Liga (16 April 2011). Terlepas dari adanya komentar pro kontra dengan gaya pelatihannya, I think Mou is fast learner. Kemaren kalah telak 5-0, hari ini seri 1-1, maka bisa jadi besok dia menang kan? πŸ™‚

Walaaahhh… malah ngebahas bola disini?^^’

Yap! cukuplah untuk postingan hari ini… c u next time πŸ™‚

Cuaca hari ini mendung…

I’m so sleepy^^’

Cuaca mendung di luarΒ  + AC yang membekukan tulang + suasana kantor yang cenderung tenang dari biasanya benar-benar mendukung buat tidur… Tapi tidur di ruangan bener-bener gak nyaman, meski dah mengantuk sangat. Walaupun pernah beberapa kali tertidur di atas meja (itupun karena bener-bener dah ga tahan lagi), rasanya gak nyaman. Bangun-bangun malah tambah pusing karena tidur sambil menelungkup beralas bantal (bantal yang dibeli waktu bazaar kantor. Liat blog-blog awal deh πŸ™‚ ), yang ada leher jadi sakit ^^’

So, this is what I am doing while I feel so sleepy: posting blog! Write down anything that across in my mind, penting gak penting… gak masalah. It’s my blog anyway, jadi suka-suka aja mo nulis tentang apa hehehe… Duduk yang tegak dengan kaki bersila di atas kursi, dagu diganjal bantal supaya sejajar dengan screen, mata puppy eyes (maksudnya setengah mengantuk) menatap komputer dan jari-jaripun melompat kaku di atas keyboard komputer diselingin acara menguap sekali-kali πŸ™‚

Berbeda dengan hari Jumat, hari Senin (18 April 2011) berjalan cukup smooth hehehe… Senin pagi diawali dengan peristiwa kecelakaan kecil di depan kantor. Ada mobil Jazz dan Xenia saling menyerempet sampai kaca spion si Xenia copot dan kelindas roda sampai hancur berkeping-keping dan serpihannya terbang kemana-mana. Yang bikin ngeri bukan kejadian saling meyerempet (sampe sisi body mobilnya pada baret-baret & penyok), tapi pas serpihan kaca spion tu terbang kemana-mana. Pasalnya, pas kejadian itu gw ada dibelakang mereka (naik ojek). Gw sampe merunduk, berlindung di balik badan supir ojek sambil ngelindungin muka pake tangan. Kalo kena mata kan bahaya, boss!!

Buru-buru gw minta ojek menepi, toh pintu gerbang kantor (khusus pejalan kaki) gak terlalu jauh. Pas lagi jalan tetep gw peratiin situasi pasca tabrakan (tepat gak sih disebut tabrakan?) itu. Si pengemudi saling teriak satu sama lainnya. Sama satpam penjaga gerbang, kedua mobil tu disuruh masuk dulu ke dalam parkiran kantor supaya tidak menghambat arus lalu lintas yang memang sudah padat. Kalau jam-jam masuk & pulang kantor, jalanan di depan memang luar biasa ruwet. Segala jenis kendaraan hilir mudik disana. Mulai dari Trans Jakarta, Metromini, dan Mikrolet yang suka ngetem/berenti nyaris di tengah jalan. Belum lagi Taksi, Bajaj, Ojek dan kendaraan pribadi. Dari kabar terakhir yang diterima, salah satu pemilik mobil itu adalah pegawai kantor gw juga dan permasalahannya diselesaikan di kantor polisi yang ada disebelah kantor. Biasanya sih, suka ada polisi yang patroli, tapi pas kejadian itu gak ada kelihatan sama sekali ^^’

Pagi yang luar biasa kan? Bahkan ada 2 (dua) orang temen kantor gw yang bela-belain buat update situasi terkini dari kejadian tu. Setelah absen, mereka berdua langsung ngibrit ke arah mobil Xenia & Jazz itu pergi. Penasaran katanya… πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€ Kalau gw pribadi sih langsung menuju ruangan, ntar tinggal tanya-tanya aja ma mereka gimana perkembangan terbaru (info soal penyelesaian di kantor polisi juga taunya dari mereka) hehehe… *gak mau repot

Disela-sela jam kantor setelah jam istirahat, gw sempetin pergi ke perpustakaan buat balikin/perpanjang masa peminjaman/pinjam baru lagi. Buku yang gw balikin “Jose Maurinho”, dan “101 Pemikir Bisnis Dunia”. Yang diperpanjang “Six Wives of Henry VIII” (butuh kemauan keras buat nyelesaian baca buku yang ini. What on earth am I thinking when I borrowed this book?^^’), trus pinjam yang baru: “American Islam” oleh Paul M. Barret dan novel “Jill & Jill” oleh Karen Yampolsky (Hey! bacaan iseng-iseng itu penting juga lhoo…)

Trus pas balik dari perpustakaan, mendadak dapet sms dari adek gw kalo di Gramedia Matraman lagi ada diskon buku gede-gedean!! Buku impor yang range harganya kisaran 300-500ribuan jadi 100ribuan, buku-buku terjemaahan atau buku non-impor yang biasanya dibandrol dengan harga 50-200ribuan bisa jadi 10ribu!! Bahkan buku yang hard cover jadi 20-25ribu! Tadinya gw sih ogah pergi, karena berhubung hari Kamis (21 April 2011) mo berangkat ke Padang, maksudnya sih pos belanja buku mau dihemat aja. Tapi karena dah lama banget gak ketemuan and ngobrol-ngobrol bareng (berhubung dia sibuk kuliah, jadi jarang pulang ke Bogor), ya sudahlah… Jam 17.00 gw langsung cabut ke Gramedia Matraman (nebeng motor temen kantor untuk menghindari kemacetan, trus lanjut naik angkot di depan FKUI-Salemba).

I really have a great time there…

We’re talking about home situation, my works situation, a bit of his relationship etc etc πŸ™‚ sambil makan malam di Es Teller 77 di basement Gramedia. Puas ngobrol, kita balik lagi ke atas buat ambil buku-buku yang dah kita sisihin sebelumnya, trus bayar ke kasir (jalan ke kasir ambil jalan memutar sambil cucimata liatin buku-buku yang gak diskon).

The books that I (and my brother) bought:

  1. French Women Don’t Get Fat (Diet a la Perancis) oleh Mireille Guiliano, Rp10.000,-
  2. Kumpulan Kisah Klasih Dinasti Ming oleh Feng Menglong, Berkumpulnya Kembali Naga dan Harimau, hard cover, Rp25.000,-
  3. Lies at the Altar (Mempertahankan Janji Pernikahan) oleh Dr. Robin L. Smith, Rp20.000,-
  4. Mars & Venus, in the Bedroom oleh John Gray Phd, Rp10.000,-
  5. Mars &Venus, together forever oleh John Gray Phd, Rp10.000,-
  6. Kamus Ungkapan Inggris-Indonesia oleh Joseph J. Sullivan & Hadi Podo, hard cover, Rp20.000,-
  7. Pramudya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosial, harga di bawah Rp10.000,-*
  8. Panduan Belajar di Luar Negeri, idem*

Berhubung buku nomor 7 dan nomor 8 dibawa langsung sama adek gw ke kost-an dia (sisanya dibawa pulang kerumah), jadi gw lupa liatin berapa harganya. Kalau di struknya sih tertulis kisaran Rp7.000,- sampe Rp10.000,-

Yesterday was so FUN! Kapan lagi bisa beli 8 (delapan) buku dengan modal hanya kisaran 100ribuan (lebih dikit)?? v^^v Sebenernya buku-buku impor juga banyak yang diskon, dari harga 300-500ribuan jadi 100ribuan. Cuma… Yah, me and my economical priciple: kalau dengan 100ribu bisa beli 8 (delapan) buku, kenapa musti habisin uang 100ribu untuk 1 (satu) buku? hehehe… (Kalau versi suami lain lagi: kenapa musti beli buku?^^’)

Trus buku yang bikin ngiler itu Kumpulan Kisah Klasih Dinasti Ming oleh Feng Menglong. Ternyata masih ada 3 (tiga) seri lagi with beautiful Chinese painting hard cover (again, it’s only Rp25.000,-!!). Dah nyaris kalap aja pengen beli keempat-empatnya. My brother say that I am an impulsive buyer hehehe… Kalau berhubungan dengan buku sih, bisa jadi πŸ˜‰ Akhirnya disaranin untuk beli 1 (satu) buah dulu, kalau bagus ceritanya baru beli sisanya. Mudah-mudahan sampe bulan-bulan berikutnya masih ada diskon deh!

Sampe rumah jam 10 malam (Alhamdulillah masih keburu kereta Ekonomi AC tujuan Bogor^^’). Setelah ngebongkar belanjaan dan beberes, akhirnya bisa tidur dengan tenang… πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

Monday comes…

So, how’s your weekend? ‘hope you enjoyed your free time, get along with family and friends. Mine? my weekend wasn’t bad, spent most of weekend -Saturday & Sunday- by sleeping. What a quality times! hehehe…^^’ Especially on Saturday, I didn’t really remembered what am I doing at that time but SLEEPING. When I woke up, I just doing regular things like take a bath, have breakfast+lunch (same time), daily pray, browsing internet (still I haven’t posting anything for this blog), then fell asleep (again). Maybe I was too tired to do anything, since the last 2 (two) days -Thursday & Friday-really such ***** days (note: *can’t find the right phrase to describe the whole situation).

Thursday (Kamis, 14 April 2011)

Mom’s back. Berhubung Ibu baru pulang dari Padang, pasti bakalan banyak tambahan bawaan selain koper. Padahal sebelumnya dah ngirim paket 2 (dua) kardus via TIKI ke kantor gw (Kalo pakai alamat rumah, takutnya pas paket datang pas lagi gak ada orang di rumah. Repot lagi urusannya musti telpon-telpon kantor TIKI buat konfirmasi). And guess what?Β  Selain koper dan tas, ibu bawa tambahan 2 (dua) kardus lagi + 2 keranjang/kantong plastik. Whoaaa… I didn’t expect that much, karena pas jemput Ibu, gw juga bawa kardus paket TIKI 1 (satu buah),maksudnya sih nyicil, jadi besok tinggal bawa sisanya. Ternyata oh ternyata… dengan barang segitu banyak (including my personal stuff), dan dibawa oleh HANYA oleh 2 (dua) orang saja… Rempong bener daaahhh!! >__< But we can make it! *kinda proud of herself ^^v

Mana pesawat yang dinaikin ibu pake acara delay segala. Estimasi jam5an bisa ketemuan di Gambir & pulang bareng naik Pakuan Bogor, eh akhirnya malah naik Pakuan jam 19.15. Untung masih keburu (walaupun ngosh-ngosan juga bawa barang ke lantai 2, mana eskalator lt.2 gak berfungsi pula!). Sampe rumah jam 8an malam, masak air buat mandi, mandi dll trus tidur. Bangun pagi badan sakit-sakit. Gak sempet masak-masak nyiapin bekal buat dibawa ke kantor 😦

Friday (Jumat, 15 April 2011)

Pagi-pagi badan masih berasa remuk. Pegal sangaaaattt!! Badan pegal, mood jadi ikutan jelek. Pergi sarapan di kantin basement, menunya mengecewakan. Beli nasi bungkus pake telor balado, kerang+sayur, dikasinya dikit banget. Mana cabenya asin! >_<‘ Jadi gini ceritanya: di tempat gw beli nasi, ada 2 (dua) orang penunggunya, sebut aja Ny.X dan Ny.Z. Gw biasa beli nasi sama Ny.X karena dia porsinya lebih banyak dibanding Ny.Z. Pokoknya dengan nominal yang sama, porsi versi mereka berdua gak imbang lah! Gw sih maunya dilayanin sama Ny.X, tapi nasib apes bener deh kebagian sama yang satu lagi 😦 Pas balik buat makan diruangan, bener kan feeling gw… Nasi dikit sih gak masalah, nah lauknya ikutan dikit pula (gw bahkan bisa ngitung ada berapa buah kerang yang ada dalam piring saking dikitnya). Gak sepadan antara porsi nasi, lauk dan jumlah uang yang gw bayar… AAARRRGGHH… Trus pas beli jus, mintanya jus wortel hangat, bukan yang suam-suam kuku! >_<

Sarapan sambil ngedumel di telpon (pas suami lagi nelp, jadilah dia objek untuk menumpahkan segala kekesalan hehehe…), akhirnya habis juga sih… Mungkin karena sambil nelpon, jadi gak berasa makanannya dah habis aja πŸ™‚ Abis sarapan minum Neurobion sebelum pergi rapat. Really, pegal-pegalnya gak nahan banget 😦 Pas jam makan siang, menunya so-so, gak separah sarapan lah pokoknya. Dan waktupun berlalu…

Jam 17.00, waktunya pulang.

Sebelumnya dah janjian sama 2 (dua) temen gw (we’ve known each other since we’re in junior high) ketemuan di daerah Depok. Mereka tinggal di Depok, dan gw dulu juga -dari SD sampe SMA- tinggal di Depok. It’s a regular after-work’s meeting, we’ve met once a week or twice a week sometimes… But since I got married, especially after mom pulang kampung for a month, it’s so hard to meet ’em all. The meeting’s plan always suspended, so when I got news that they’re available, i feel excited. Well, at least my Friday wasn’t that bad, I could met my best buddies in the end of these not-so-good-Friday.

But again, adaaaa…lagi masalah! Kereta trouble!! (again-and-again-and again). Biasanya kalau naik Depok Ekspress dari Jakarta-Depok cuma makan waktu 1/2 jam. Kalau naik kereta jam 18.00, sampe Depok jam 18.30, or at least 18.40an. Nah iniiii… baru sampe Depok jam20.00an!! Rasanya mau pulang aja, tapi sama aja karena keretanya cuma berenti sampai Depok. Kalau mo pulang harus nunggu kereta lagi dari Depok menuju Bogor… Fffiuuhhh… sia-sia aja rasanya kalau langsung pulang begitu aja.

Untunglah temen-temen mau nungguin gw sampe di tempat janjian. Kita makan bareng, ngobrol ngalor-ngidul mulai soal Super Junior sampe isu terkini tentang kelakuan nyeleneh anggota DPR (I’m not gonna talk about politics here, silahkan cari sendiri link-link terkait). Well, mungkin kami ini memang termasuk tipe orang yang santai, easy going, too busy with our own, tapi giliran diskusi yang “berat”, ternyata bisa juga ya… hahahaha… πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜€

Setelah puas ngobrol ngalor-ngidul, pulang naik kereta jurusan Bogor (Ekonomi AC) yang penuhnya amit-amit! Bahkan gerbong khusus perempuan “terkontaminasi” saking penuhnya. Alhamdulillah, sampai juga dirumah dengan selamat dan langsung tepar ditempat tidur (dsempetin buat mandi&sholat dulu sih…)

Saturday (Sabtu, 16 April 2011)

As I told you before, gw tidur seharian… hibernasi πŸ™‚

Monday (Minggu, 17 April 2011)

Hmmm… baru deh hari ini beres-beres rumah, itu juga mulainya jam 3 sore πŸ™‚ Beresin kamar, nyapu, ngepel, trus bikin jus Terong Belanda. Ini salah satu isi kardus bawaan Ibu selain Marqisa dan berbagai macam keripik khas Sumatera Barat. Terong Belanda jelas beda dengan sayur Terong. Setelah gw browsing beberapa link, Terong Belanda (Cyphomandra betacea) tu mengandung kandungan gizi yang tinggi seperti vitamin A dan Vitamin C, baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Waahh, jadi semakin termotivasi buat minum jus ini nih… Tambahan di Jakarta jarang banget nemuin buah Terong Belanda ini. Sekalinya ada, rasanya gak puas, lebih banyak airnya daripada buahnya. Encer. Mahalnya aja yang dapet ^^’

Rasa buahnya asam manis. Segar. Kalau pas ada menu ini di resto/rumah makan, silahkan dicoba deh… Gw dah pernah juga nyobain jus Buah Naga, tapi memang lebih suka jus Terong Belanda. Jus Buah Naga rasa manisnya aneehhh… (walaupun ada beberapa orang yang bilang enak, tapi mungkin ini kembali ke soal selera kali ya… atau yang bikin jus-nya kebanyakan kasih gula? πŸ™‚ ) Berhubung ibu bawa Terong Belanda lumayan banyak, jadi kita pesta jus deh… Rasanya memang lebih puas bikin sendiri.

Jus Terong Belanda a la gw: Kupas kulit buahnya terlebih dahulu (9 buah), potong-potong dan masukkan ke dalam blender. Campur dengan 2 cangkir air gula dan es batu, tambahkan susu kental putih sesuai selera. Blender sampai halus. Tuangkan ke cangkir (porsi 3 cangkir), tambahkan susu kental lagi sesuai selera. (Cat: kadang ada biji buah yang tidak hancur sewaktu di-blender, jadi sebelum dituang ke cangkir bisa disaring dulu).

Beda lagi dengan sayur Terong (Solanum melongena L). Walaupun mengandung zat gizi dan baik untuk kesehatan, bagi perempuan yang hendak merencanakan kehamilan, untuk sementara waktu sebaiknya menghindari sayuran ini (terutama dari jenis terong susu) karena mengandung senyawa solasodin yang dapat mencegah kehamilan. Sedangkan bagi laki-laki buah ini baik dikonsumsi karena mengandung afrodisiak dan dapat membantu menyembuhkan lemah syahwat. Jadi kesimpulannya, berdasarkan hasil penelitian (pada tikus), zat pada terong itu dapat melemahkan kesuburan, namun tidak melemahkan libido πŸ™‚

Sekian info seputar per-terongan hari ini… Semoga bermanfaat πŸ™‚

Setelah juice party, saatnya beberes, siap-siap buat menyambut hari Senin…

Happy Monday, everyone πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

What’s in my bag?

Tas. Penting. Apalagi buat perempuan. Butuh banget! Ukurannya juga bermacam-macam, disesuaikan dengan kebutuhan dan (tentu saja) modelnya πŸ™‚

Nope, we’re not talking about bag-fashion hereI’m totally blank about that. Walaupun blank, bukan berarti gw bener-bener cuek soal urusan tas. Paling gak, ada beberapa jenis tas yang gw punya seperti tas gemblok (ransel-dipake buat bawa laptop or buat bawa baju kalo pergi nginep 1-2hari), clutch -jadi aksesoris pas akad nikah-, tas sandang mini buat jalan-jalan (a gift from my husband :)), dan tas buat ngantor. Karena judulnya “What’s in my bag?”, jadi kita bicarakan tentang isi tas yang gw pakai sehari-hari: tas buat ngantor.

Kalau pas lagi baca majalah fashion, disitu diterangin soal bermacam-macam jenis tas komplit dengan namanya, tapi cuma inget yang clutch aja ^^’ (mungkin karena waktu itu lagi butuh). So, gw gak bisa nerangin tas kantorΒ  ni termasuk jenis yang mana, yang pasti bentuknya mirip kotak, talinya pendek (cuma bisa disandang dibahu) dan warnanya hitam+abu-abu… Modelnya sederhana, gak pake bling-bling, gak ada rumbai-rumbai, apalagi kerincingan yang kalau tasnya dibawa jalan bikin “rame” πŸ™‚

U know what? At least 1x seminggu gw mengadakan acara “bersih-bersih” tas. Gw memang punya kebiasaan memasukkan SEMUANYA ke dalam tas (I’m not shoplifter, of course!), mulai dari slip ATM, karcis kereta, sampai bekas bungkus permen. Di tas memang sengaja siapin stok permen, iseng-iseng buat di kereta sambil baca koran. Berhubung di kereta pakuan gak ada tong sampah, jadi bekas permen masuk ke dalam tas. Niatnya sih kalau dah sampe kantor atau dah balik ke rumah mau dibuang, tapi suka terlupakan begitu aja ^_^ Alhasil karcis kereta dari seminggu yang lalu masih “nginep” di dalam tas. Bahkan pernah kejadian waktu pemeriksaan karcis di atas kereta, gw ngasih karcis yang tanggal kemaren ^_^

Sebisa mungkin gw gak buang sampah di kereta, apalagi kereta Pakuan. Bungkus makanan atau botol minuman, dimasukin ke dalam tas jinjing yang biasa dibawa buat naro kursi lipat. Pas dah sampe stasiun tujuan, cari tong sampah terdekat, buang. Gak suka aja ngeliat orang yang buang sampah sembarangan di kereta, terutama di Pakuan/Ekspress. Kalau di kereta ekonomi sih, dah jadi habit penumpang juga… Agak susah kalau mau berubah. Tapi semestinya penumpang kereta Pakuan/Ekspress yang mostly punya educational background lumayan, pekerjaan mapan (kantoran) dan penampilan+dandanan kinclong lebih aware dengan kebersihan kan? Suka ngerasa miris aja ngeliat orang yang dandanannya keren, tapi self-awarenessnya kurang. Kalau dah begitu, pendidikan setinggi apapun jadi gak penting.

Yah, jadi ngomongin orang deh ^_^’. Makanya… gw kembalikan aja ke diri sendiri dulu. Orang lain ngelakuin itu, kita gak usah ikutan. Simple. Jadi, mari kita bersih-bersih isi tas sendiriΒ  πŸ™‚Β  πŸ™‚Β  πŸ™‚

Kalau udah dibersihin, baru keliatan ini tas sebenernya isinya apa aja… πŸ™‚

  1. Mukena, dari bahan parasut, jadi bisa dilipat kecil-kecil dan dimasukan ke dalam buntelan kecil juga.
  2. Dompet, hadiah pernikahan dari kakak ipar :), isinya standar lah, kaya’ ATM, KTP, Kartu diskon Dunkin-Donuts, Member card Informa, Karpeg, dan Buku Nikah. There’s no credit card there. I don’t have ’em at all. Uang juga jarang ditarok disana hehehe…
  3. Tissue.
  4. Mini cosmetics-bag: lipstik, bedak, eyeliner, blush-on, maskara… yah, make-up standar lah πŸ™‚
  5. ID Card/Nametag.
  6. Modem internet, ditaro di laci kecil dalam tas (tempat yang sama buat naro recehan buat bayar bajaj/ojek.
  7. 2 (dua) HP Nokia: N-70 dan E-71, termasuk charger & earphones.
  8. Dettol hand sanitizer.
  9. Notes kecil dan pulpen.
  10. Sikat & pasta gigi.

Kata orang (entah siapa pula yang bilang ini…), isi tasmu mencerminkan kepribadianmu. So, what do you think about my personality? πŸ™‚

101 Pemikir Bisnis di Dunia

Gak ada maksud untuk bertindak jadi agen promosi buku ini, tapi kalau ada yang berminat, (mungkin) bisa dicari di toko-toko buku seperti Gramedia, TM Bookstore & Gunung Agung, berhubung hanya 3 (tiga) toko itu aja yang sering gw kunjungin hehehe… Penerbitnya L Press, disusun oleh Oskar Raja, Ferdy Jalu dkk. Gak bermaksud mengkritik pula, tapi ada beberapa typing error dalam penulisan buku ini. Memang gak banyak, tapi gw memang merasa cukup terganggu kalau membaca naskah, artikel, koran dll trus nemu typing error. Pernah beberapa minggu yang lalu beli Tabloid Nova, dan dalam 1 tabloid itu gw nemuin lumayan banyak typing error. Ada sekitar 10-15 spot. Padahal beda artikel dah pasti beda penulis kan? Saking gemesnya gw kirim sms ke redaksi, protes soal typing error itu πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Sejak SMP sebenarnya dah akrab ma tabloid itu, dan seinget gw nyaris gak pernah ditemuin kasus typing error sebanyak itu. kalaupun ada paling cuma 1-2 spot aja.

Kok jadi ngebahas typing error pula? πŸ˜€

Mungkin karena dalam keseharian pekerjaan gw, selalu bersentuhan dengan penulisan dan koreksi typing error, dah mendarah daging kayaknya hehehe… I admitted that i’m not an expert, not a professional editor either, jadi gw gak akan mengkritisi isi/penyajian/gaya tulisan buku tersebut, cuma sekedar info typing error itu aja… Toh, blog ini juga gak luput dari kesalahan typing error dan cara penulisannya dan gw berusaha untuk mengkoreksi ulang tulisan sebelum di-posting. Kalau tetap ada yang miss, maklumin aja yaaa… πŸ˜‰

Kembali ke pembahasan buku.

Buku 101 Pemikir Bisnis Dunia ini berisi tentang profil singkat para tokoh di dalamnya. Memang tidak banyak yang diceritakan disana, rata-rata dapat “jatah” cuma 3-5 halaman. Meski singkat, paling gak gw tau sekarang tau siapa pencetus Starbucks dan BlackBerry (Kalau tentang profil pencetus Microsoft, Apple, Facebook, atau Playboy dah pada tau kan?). Berikut beberapa nama yang masuk dalam daftar buku ini:

  1. Peter F. Drucker: meski bukan pebisnis praktis, tapi dia masuk dalam list buku ini. Drucker dikenal sebagai pengarang, konsultan, dan pembicara/profesor dibidang manajemen dan ilmu sosial. Ada 39 buku yang diterbitkan dan memperkenalkan istilah “bekerja efektif” yaitu do the right things dan do the things right.
  2. Lawrence Edward (Larry Page): penemu Google (bersama-sama dengan Sergey Brin).
  3. Robert E. Kelley: kurang lebih sama seperti Drucker: penulis, konsultan manajemen senior & profesor bisnis. Bukunya yang terkenal “How to Be a Star at Work”. Buku-bukunya telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa: Jepang, Jerman, China, Spanyol, Perancis, Italia dll
  4. Mike Lazaridis, punya track record yang lumayan banyak. Pernah membuat pemutar rekaman dari Lego dan sebuah radio saat umurnya masih 5 (lima) tahun. Pernah bekerjasama dengan General Motors, menegerjakan proyek/merancang alat pembaca barcode pada pita film, memenangkan piala Oscar untuk kategori pencapaian teknologi (baru tau ada Oskar untuk kategori ini ^^’) dan yang terbaru: BlackBerry.
  5. Dale Carnegie: sukses dalam mengembangkan kursus-kursus di bidang public speaking dan mencetuskan pemikiran “dorongan lahiriah manusia adalah ingin dihargai”.
  6. Gary Klein: pendesain dan inovator sepeda alumunium, tapi lebih terkenal dengan bukunya Intuition berdasarkan hasil penelitiannya tentang “proses pengambilan keputusan dalam suatu pekerjaan yang memiliki intensitas tinggi”.
  7. Daniel Goleman: memperkenalkan konsep Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional).
  8. Stan Shih: pendiri Multitech International Corp, markasnya Acer. Dan dia mengundurkan diri dengan alasan: meski dia adalah perintis dan membangun Acer, bukan selama-lamanya akan terus memimpin perusahaan tersebut. Stan Shih memberi kesempatan kepada orang lain untuk memimpin perusahaan, terutama yang masih muda.
  9. Eccelestone Bernie: empu-nya Formula 1, termasuk bisnis penyiarannya.
  10. Winston S. Churchill: selain sebagai negarawan, ternyata dia masuk juga dalam kategori pemikir bisnis dunia πŸ™‚
  11. Sir Richard Branson: pernah ke Indonesia dan diwawancari sama Desi Anwar di Metro TV beberapa waktu yang lalu. Pada usia 17 tahun menerbitkan majalah Student, dan terkenal dengan bisnis Virgin-nya πŸ™‚
  12. Edward De Bono with His six Thinking Hats (putih=obyektif, merah=marah, hitam=hati-hati, hijau=kreatifitas, kuning=optimisme, biru=kendali organisasi).
  13. Taiichi Ohno: dinobatkan sebagai Bapak Sistem Produksi Toyota Jepang, memperkenalkan/mengembangkan sistem koordinasi dengan 2 (dua) prinsip dasar: just-in-time dan otomatisasi.
  14. Eugene V. Kaspersky dan anti-virusnya πŸ™‚
  15. John E. Warnock, awalnya bergabung dengan Xerox dan akhirnya mendirikan System Adobe (Adobe Illustrator, Adobe Photoshop dll).
  16. Phil Knight with Nike.
  17. Jeffrey P. Bezos melahirkan bisnis online Amazon.com.
  18. Frederick Wallace S.: layanan antar barang Federal Express.
  19. Howard Schultz: dari Xerox pindah ke Starbucks.
  20. Shabeer Bhatia: merancang sistem surat elektronik berbasis web yang kemudian dikenal dengan Hotmail.

Yah, demikianlah sekilas tentang 20 (duapuluh) dari 101 (seratus satu) tokoh yang ada. Untuk cari tau tentang tokoh-tokoh lainnya, silahkan cari bukunya hehehe…

Buku Ini Aku Pinjam…

Sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu tahu kalo di kantor, tepatnya di atas lobby ada perpustakaan. For free! *ini yang terpenting πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Padahal sudah 2 (dua) tahun lebih bekerja di gedung ini, tapi justru taunya dari junior yang baru masuk kantor 3 (tiga) bulan yang lalu (wadduuuhhh… bener-bener gak gaul nih, masak spot sekeren perpustakaan sampe gak tau sih?? >_<) Baru minggu lalu nyambangin perpustakaan dan daftar jadi anggota. Cukup isi biodata, gak perlu kasih pas foto, gak perlu biaya admin, gak perlu kasi fotokopi ktp atau persyaratan-persyaratan lainnya yang ngeribetin, tgal klik “ok” di komputer, resmilah gw jadi anggota perpustakaan kantor hehehe…

I finally found “sanctuary” at office. Saat suasana lagi kering kerontang -termasuk kulit gw yang selalu kering akut gara-gara kelamaan diruang berAC- gw bisa mabur pinjam buku disana. Baru 2x sih berkunjung kesana, berhubung buku-buku yang dipinjem belum selese dibaca semua dan belum jatuh tempo pengembalian. Pas pertama kali datang kesana, gw lebih banyak ngabisin waktu buat ngeliatin isi rak-rak yang disana, cari tahu buku-buku apa aja yang available disitu. Next time kalau suami lagi berkunjung ke kantor, bagusnya diajak ke perpustakaan aja kali ya… Supaya gak BT nungguin gw pulang kantor. Biasanya dia suka nunggu di lobby sampe lumutan gitu sih… hahaha… *berlebihan! πŸ™‚ Kalau ada bahan bacaan, jadi gak terlalu bosenin.

Gw suka membaca. Dari dulu (artinya dari mulai bisa membaca). Walaupun mostly yang gw baca adalah komik atau novel. Tapi biasanya gw juga rutin beli koran Media Indonesia atau tabloid Nova buat bacaan di kereta (kalau gak ketiduran… hehehe…). Atau pas di kantor buka situs berita kayak detik, kompasiana, kompas, termasuk Media Indonesia (kalau lagi gak beli koran). Bukannya gw fanatik sama koran tertentu nih, tapi kalau Media Indonesia di stasiun harganya lebih murah dibanding koran-koran lainnya πŸ™‚ Kalau online pake jaringan kantor gak bisa buka Nova, mungkin karena dah termasuk dalam kategori entertainment, bukan news lagi hehehe…

So, setelah puas melihat-lihat isi perpustakaan (jujur, ruangannya gak seluas ruangan di bagian gw, tp rasanya seneeeeeenggg… banget ngeliatnya), akhirnya gw memilih 3 (tiga) buku buat dipinjam:

  1. 101 Pemikir Bisnis Dunia. Ada beberapa tokoh yang namanya cukup familiar seperti Mark Zuckerberg (who doesn’t know him?), William Gates, Warren Buffet, Sir Richard Branson, Dale Carnegie (quotes-nya sering dipakai dan banyak menerbitkan buku-buku tentang public speaking), Mike Lazaridis (perancang alat pembaca barcode sekaligus penemu BlackBerry), dan tentu saja…Β  Hugh Hefner πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
  2. Jose Maurinho. Gak ada alasan khusus minjem buku ini, pilihan iseng aja (in english pula). Sering muncul di berita waktu masih melatih Inter Milan yang sering melancarkan “psycho-war” ke lawan-lawannya. Hasil : TREBLE-WINNER buat Inter Milan πŸ™‚
  3. The Six Wives of Henry VIII.(again, in english) Apaaaa??? Jadi Anne Boleyn bukan yang terakhir?? Dari film historical yang gw tonton, cerita tentang Henry VIII ini hanya berfokus pada 2 (dua) wanita ini aja: Katherine of Aragon dan Anne Boleyn. Ternyata ada 4 (lagi) yaitu: Jane Seymour, Anne of Cleves, Katherine Howard, dan Katherine Parr. Ada 2 (dua) orangΒ  Anne dan 3 (tiga) orang Katherine… *raised eyebrow

Batas waktu peminjaman sampai tanggal 20 Maret 2011 πŸ™‚

 

 

 

 

#masih di hari yang sama#

Gw posting 2 foto hasil masakan gw: tumis brokoli&wortel dan telor puyuh&kentang balado πŸ™‚

Memang sih hasil foto masakannya gak menarik, soalnya gw foto bener-bener fresh from the stove, masih di atas kompor, di dalam penggorengan, belum disalin ke piring :). So far, dalam jangka waktu satu bulan ini yang dah pernah gw masak:

  • rebusan brokoli (dikasi garam dikit), ini adalah masakan yang awal-awal gw bikin. Potong-potong sayur brokoli, masukin dalam air yang dah mendidih, kasi garam, aduk-aduk bentar, tiriskan (sebenarnya yang kayak gini bisa disebut “masak” gak sih?hehehe…) Biasanya gw bikin ini pagi-pagi sebelum berangkat ngantor.
  • tumis brokoli&wortel (dah naik pangkat dibanding masakan yang pertama, dan dikerjain malam sebelum tidur, paginya tinggal dihangatkan aja).
  • tumis tauge, dikasih irisan cabe merah dan tahu putih yang dipotong dadu. Kadang-kadang gak pake tahu. tergantung mood πŸ™‚ Diusahain untuk makan sayur tauge ini sekali seminggu, katanya tauge baik untuk orang yang merencanakan kehamilan. Sebenernya di basement kantor juga ada kantin yang ngejual tumis tauge. Tapi dimanapun gw makan tauge, pasti buntutnya gak dibuang. ITU yang bikin gw malas makan tauge. Mending masak sendiri, kebersihannya lebih terjamin (pastinya sebelum dimasak, buntutnya dipretelin dulu).
  • tumis buncis, kadang dicampur sama potongan tempe kadang enggak (tempenya ditumis duluan, baru masukin buncisnya). Biasanya dikasih irisan cabe hijau.
  • tumis sawi putih (yaahhh..biasalah…).
  • tumis bayam & jagung (jagungnya diserut dulu, ditumis agak lama sampai butirannya lunak, baru masukin bayam).
  • oseng kangkung pake terasi.
  • telor dadar putih (telor dikocok trus dikasi garam. Gw memang lebih suka dadar putih daripada dadar yang ada “isi” kayak daun bawang, seledri, bawang merah,bawang putih dll.
  • perkedel tempe (tempe yang dihancurin sampe halus dicampur telor plus bawang merah dll trus digoreng berbentuk bola-bola).
  • ikan gurame goreng, stok ada di freezer, kadang digoreng biasa, kadang dikasi cabe merah dan kentang.
  • telor puyuh&kentang goreng balado (sebagaimana terlihat di gambar)
  • telor ayam&kentang goreng balado (beda telor aja, cara pembuatan sama)
  • goreng lele (stok ada di freezer)
  • ayam goreng balado (ayamnya pesen di Jamil dulu)

Tapi jangan harap kalau di blog ini gw mo nulis resep masakan yaaa… Jujur gw malah bingung kalau masakan yang dibikin dituangkan dalam bentuk tulisan. Apalagi kalau bahan-bahannya ditulis kayak: “sayur bayam: 250 gr”, “telor puyuh: 250 gr”, “cabe merah: 500 gr” Walaaaahhh…gw sendiri gak ngerti apa yang gw tulis itu. Pokoknya pas lagi masak, it’s just happened like that. Dikira-kira aja berapa siung bawangnya, berapa sendok garam yang dimasukin (Masih suka berasa kurang garam nih masakan gw. Tapi lebih baik daripada keasinan kan?*menghibur diri), trus jadi deh!

Pas lagi masak itu gw kadang-kadang suka kepikiran… cobaaa… suami gw lagi ada disini dan ikut nyicipin masakan gw ya… ^^’