this time, i’m using bahasa indonesia again… (campur-campur sih hehehe…)

beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 8 Agustus 2010, gw dan Ibu pergi ke kondangan sodara di daerah Halim Perdanakusuma. acara akad nikahnya setelah ashar dan resepsinya dimulai sekitar jam 07.00 malam. kita datang di acara resepsinya aja dan gak bisa berlama-lama disana karena kendala kendaraan kalau pulang malam, plus besoknya pagi-pagi dah harus berangkat kerja 🙂 jadi sewaktu resepsi itu kita salam-salaman ma pengantin, makan, abis tu pulang.

well, ini pertama kalinya gw menyaksikan acara resepsi dengan adat Jawa. sebelum-sebelumnya dah pernah liat juga, tp gak selengkap ini. ada 1 tarian yang bikin gw terkesan, lupa judulnya, tp ada figur Gatutkaca (story of Gatutkaca and his wife, actually). i’m not Javanese and i don’t really understand their language but from their body, the way the danced, they tells about how a husband (Gatutkaca) show his feeling and affection to his wife. every moves that he made represents of protection and respect on her. there’s a scene when Gatutkaca lift up the women and put her foot and body on his  thigh. i feel… wooww… (can’t find the perfect word to describe it). too bad i haven’t take their pictures… ^_^’

Kok pake bahasa inggris lagi?? lha, piye iki?? 😀

Yah, gitulah… prosesinya memang agak lama, tapi perut gw dah gelagapan minta di isi hehehe… jadi, untuk mengalihkan diri dari perut yang rewel dan menunggu pengantinnya selesai didandanin, gw sempet foto2sendiri… di toilet!  hahaha… abis gedung resepsi masih sepi, blm bnyak tamu yang datang, tengsin aja kalo ada yg ngeliatin gw foto2sendiri 🙂  setelah pengantin sudah berada d pelaminan, masih harus mndengarkan kata2sambutan dari berbagai pihak, berdoa bersama dan melihat tarian Gatutkaca itu. baru deh para tamu bisa salam-salaman ma pengantin dan makan (SERBUUU….!! hahaha…). setiap pergi resepsi di gedung, makanan pertama yang gw cari adalah Zoupa Soup (sup krim jagung yang berada dalam wadah cangkir dan bagian atasnya di”selimuti” roti. sup yang ini enak! gw rekomen deh bagi yang mau menghadiri resepsi di gedung, cari sup ini dulu, dijamin gak rugi… (tapi itu sih tergantung kateringnya juga). setelah Zoupa Soup, beralih ke menu lainnya. gw termasuk jarang makan nasi kalo di tempat resepsi, pasti suka nyari makanan yang jarang ditemui. setelah makan chicken cordon bleu dan tekwan -kombinasi yang aneh- kita pulang dengan perut kenyang *grin

sebelum pulang, ada souvenir yang dibagikan. para tamu menyerahkan semacam voucher yang sudah diterima pas masuk ke gedung resepsi (baca: pas masukin amplop ke kotak yang tersedia) untuk ditukarkan dengan buku notes yang manis covernya… ampe sayang rasanya buat ditulis-tulis 🙂

di halaman pertama buku notes itu tertulis kata-kata mutiara:

Suami yang menikahimu,

Tidaklah semulia Nabi Muhammad SAW

Tidaklah setaqwa Nabi Ibrahim

Dan tidaklah setabah Nabi Ayyub

Suamimu hanyalah pria akhir jaman

Yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh.

Istri yang kamu nikahi

Tidaklah semulia Khadijah

Tidaklah setaqwa Aisyah

Pun tidaklah setabah Fatimah

Istrimu hanyalah wanita akhir jaman

Yang punya cita-cita menjadi wanita sholehah

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa

Untuk meniti sabar dan ridho Allah SWT

Pernikahan mengajarkan kewajiban bersama

Suami adalah nahkoda kapal, Istri navigatornya

Suami menjadi rumah, Istri penghuninya

Suami menjadi guru, istri muridnya

Seandainya suami lupa, bersabarlah kamu mengingatkannya.

Istri menjadi tanah, suami penaungnya

Istri ladang tanaman, suami pemagarnya

Istri bagaikan anak kecil, suami tempat bermanjanya

Seandainya istrimu menjadi tulang yang bengkok,

Berhati-hatilah kamu (suami) meluruskannya

i wish those couple can live happily ever after, dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah… amin.

these are pictures of brides and groom in traditional clothes  from Java and West Sumatera. INDONESIA has various of traditional wedding’s clothes and these are just TWO of them 🙂


Advertisements